Legenda dan Cerita Rakyat Nusantara Legenda dan Cerita Rakyat Nusantara

PERISAI MUKMIN CHANNEL YOUTUBE

Berbagi kumpulan shalawat Nabi dan dzikir yang sangat baik di amalkan dalam kehidupan sehari hari

MP3 LAGU-LAGU PRAMUKA

Lagu-lagu pramuka yang ber-irama cerdas dan riang selalu setia menemani anggota pramuka, baik pada saat latihan rutin maupun berkemah, mengajak generasi bangsa untuk selalu memiliki jiwa dan keyakinan yang mantap dalam mengisi pembangunan nasional.

MP3 LAGU ANAK INDONESIA

Lagu anak Indonesia walaupun lirik lagunya singkat tapi isinya syarat dengan pesan orang tua terhadap anaknya. Bagi ada yang mempunyai anak kecil, sangat baik jika menguasai lagu-lagu khusus untuk anak-anak karena disamping liriknya mudah diingat juga lagu lagu tersebut mengandung pesan moral yang baik bagi anak kita tercinta.

MP3 LAGU DAERAH NUSANTARA INDONESIA

Nusantara Indonesia yang bergitu luas terdiri dari beragam macam etnis dan suku budaya yang masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda satu sama lainnya. Salah satu budaya daerah yang selalu menjadi kebanggaan daerah masing-masing bahkan menjadi kebanggaan nasional adalah berupa Lagu Daerah.

MP3 LAGU PERJUANGAN DAN WAJIB NASIONAL

Lagu atau musik perjuangan ialah lagu yang membangkitkan semangat persatuan untuk melawan penjajah. Mengingat, mengenang, memperkenalkan kepada generasi muda bangsa indonesia bagaimana semangat dan perjuangan pahlawan-pahlawan yang telah berjasa membela negara di masa lampau.

JELAJAH WISATA DI INDONESIA

Indonesia kaya akan Keindahan alamnya, masing-masing punya pesona dan keistimewaan khas tersendiri yang tak akan dapat ditemukan di belahan bumi manapun. Tidak hanya itu, tempat wisata buatan pun juga ikut meramaikan bursa tempat wisata pilihan di indonesia. Dengan mengetahuinya kita akan tertarik, namun dengan menyaksikannya langsung akan membuat decak kagum terpesona.

77 WARISAN BUDAYA INDONESIA

Indonesia sebagai bangsa yang besar dan memiliki keanekaragaman suku dan budaya memiliki jutaan warisan karya kebudayaan yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh seluruh anak bangsa, seringnya budaya milik indonesia yang diklaim sebagai budaya asli negara lain.

19 Oktober 2025

Silsilah Prabu Siliwangi, Raja Agung dari Pajajaran yang Melegenda

SILSILAH PRABU SILIWANGI RAJA AGUNG DARI PAJAJARAN 
YANG MELEGENDA

Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi
Sri Baduga Maharaja
Prabu Siliwangi

Prabu Siliwangi adalah salah satu tokoh paling legendaris dalam sejarah Nusantara, beliau sosok Raja besar yang dikenang sepanjang masa dalam sejarah tanah Sunda dan Nusantara. Namanya selalu dikaitkan dengan kebijaksanaan, keberanian, dan kejayaan Kerajaan Pajajaran. Beliau dikenal bukan hanya sebagai penguasa bijaksana dari Kerajaan Pakuan Pajajaran, tetapi juga sebagai seorang muslim sejati dan wali Allah yang mencapai derajat makrifat.

Kisah hidupnya sarat dengan nilai-nilai ketauhidan, kepemimpinan, dan kebijaksanaan spiritual yang menjadi teladan bagi umat hingga kini. Namun, tahukah kamu bagaimana silsilah dan asal usul Prabu Siliwangi sebenarnya.?

Artikel ini akan membahas secara lengkap garis keturunan Prabu Siliwangi berdasarkan naskah-naskah kuno dan tradisi lisan masyarakat Sunda.

Asal Usul dan Nama Asli Prabu Siliwangi
Prabu Siliwangi bukanlah nama asli, melainkan gelar kehormatan yang berarti "Raja yang harum namanya ke seluruh negeri". Nama aslinya adalah Sri Baduga Maharaja, yang memerintah Kerajaan Sunda Pajajaran pada sekitar tahun 1482–1521 Masehi.

Ia dikenal sebagai raja besar yang membawa masa keemasan bagi kerajaan Pajajaran, dengan pusat pemerintahan di Pakuan Pajajaran (sekarang sekitar Bogor, Jawa Barat).

Prabu Siliwangi berasal dari garis keturunan raja-raja besar dinasti Galuh. Beliau adalah putra dari Prabu Anggalarang, penguasa Kerajaan Gajah dari dinasti Galuh yang berkuasa di Surawisesa (Kraton Galuh).

Dalam tradisi lisan Sunda, Prabu Siliwangi disebut sebagai keturunan ke-12 dari Maharaja Adimulia, leluhur agung para raja Galuh. Sejak muda, beliau dikenal dengan nama Raden Pamanah Rasa, seorang pemuda gagah, Arif, dan berjiwa spiritual tinggi. Ia diasuh oleh Ki Gedeng Sindangkasih, juru pelabuhan Muara Jati, yang mendidiknya dengan nilai-nilai luhur kejujuran, keberanian, dan keimanan.

Masa Muda dan Awal Kepemimpinan
Dalam masa mudanya, Raden Pamanah Rasa dikenal gemar bertapa dan menuntut ilmu. Ia memiliki kepekaan spiritual tinggi serta kemampuan memimpin yang luar biasa. Berkat bimbingan Ki Gedeng Sindangkasih, beliau tumbuh menjadi sosok yang mengerti hakikat hidup dan makna kekuasaan.

Setelah dewasa, Raden Pamanah Rasa naik tahta menggantikan Ayahandanya dan mempersatukan dua kerajaan besar  Sunda dan Galuh menjadi satu kekuasaan besar bernama Kerajaan Pakuan Pajajaran.

Sebagai raja, ia bergelar Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata, namun rakyat lebih mengenalnya dengan sebutan Prabu Siliwangi, yang berarti raja yang harum namanya ke seluruh negeri.

Masuk Islam dan Perjalanan Spiritual
Berbagai naskah dan cerita masyarakat menyebutkan bahwa Prabu Siliwangi adalah seorang Muslim yang mendalami ilmu makrifat. Beliau pernah berguru kepada para ulama besar seperti Syekh Quro Karawang dan Syekh Datuk Kahfi. Dari para guru tersebut, beliau mempelajari tauhid, tasawuf, dan hakikat kepemimpinan berdasarkan ajaran Islam.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa beliau bahkan menunaikan ibadah haji ke Mekkah, dan sekembalinya ke tanah Sunda, semakin dikenal sebagai raja yang adil, zuhud, dan mencintai rakyat.

Silsilah Prabu Siliwangi
Berikut silsilah atau garis keturunan Prabu Siliwangi menurut naskah Carita Parahyangan, Babad Pajajaran, dan tradisi masyarakat Sunda:
- Maharaja Adimulya / Ratu Galuh Ajar Sukaresi menikah dengan Dewi Naganingrum (Nyai Ujung Sekarjingga) berputra :
- Prabu Ciung Wanara berputra:
- Sri Ratu Purba Sari berputra:
- Prabu Lingga Hiang berputra:
- Prabu Lingga Wesi berputra :
- Prabu Susuk Tunggal berputra:
- Prabu Banyak Larang berputra:
- Prabu Banyak Wangi berputra:
- Prabu Munding Kawati / Prabu Lingga Buana berputra:
- Prabu Wastu Kencana (Prabu Niskala Wastu Kancana) berputra:
- Prabu Anggalarang (Prabu Dewata Niskala) menikah dengan Dewi Siti Samboja (Dewi Rengganis) berputra:
- Sri Baduga Maharaja (Waliyulloh Jaya Dewata Raden Pamanah Rasa) (1459-1521 M)

1. PRABU ANGGALARANG (Prabu Dewa Niskala)
Beliau adalah ayah dari Prabu Siliwangi, seorang raja dari Galuh yang kemudian mempersatukan wilayah Sunda dan Galuh. Ia menikah dengan Dewi Siti Samboja (Dewi Rengganis), dan dari pernikahan itulah lahir Raden Pamanah Rasa (Prabu Siliwangi).

2. SRI BADUGA MAHARAJA (Prabu Siliwangi )
Anak dari Prabu Anggalarang yang naik tahta menjadi Maharaja Sunda-Galuh. Dibawah pemerintahannya, Pajajaran mencapai kemakmuran tertinggi. Ia dikenal sebagai raja yang Arif dan Adil, serta banyak mendirikan Taman, Parit, dan Jalan-jalan besar, sebagaimana tercatat dalam prasasti Batu Tulis Bogor.
Prasasti Batu Tulis Bogor
Prasasti Batu Tulis Bogor

3. PUTRA PUTRI PRABU SILIWANGI
Menurut beberapa naskah kuno, Prabu Siliwangi memiliki beberapa putra dan putri dari 4 orang istri yang melahirkan para pembesar Kerajaan Pajajaran salah-satunya dari Nyi Kentring Manik Mayang Sunda dan Nyi Subang Larang.

Dari pernikahan Prabu Siliwangi dan Nyi Kentring Manik Mayang Sunda melahirkan seorang anak:
1. Prabu Surawisesa
Sebagai anak tertua dari pasangan Prabu Siliwangi dan Mayang Sunda, Prabu Surawisesa memiliki peran penting dalam meneruskan kejayaan kerajaan yang diwariskan oleh ayahnya.

2. Sang Surasowan
Berbeda dengan kakaknya yang mewarisi tahta Pajajaran, sejak muda Sang Surosowan di serahi kedudukan sebagai Pucuk umun (Raja Bawahan Pajajaran) di Banten. Di zamanya ibukota Banten berada di wilayah yang kini disebut Banten Girang (Banten selatan).

3. Dewi Surawati

Dewi Surawati adalah adik kandung dari Prabu Surawisesa, yang keduanya merupakan anak dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) dengan Mayang Sunda.
 
Dan dari pernikahan Prabu Siliwangi dengan Nyai Subang Larang melahirkan tiga orang anak. Adapun anak Prabu Siliwangi dari Nyai Subang Larang yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Raden Walangsungsang (Pangeran Cakrabuana), Pendiri Kesultanan Cirebon dan tokoh penting dalam penyebaran Islam di Jawa Barat. Tokoh ini mempunyai banyak julukan diantaranya, Pangeran Cakrabuana, Haji Abdullah Iman, Sela Pandan, Mbah Kuwu Cirebon dan masih banyak julukan lainnya.

2. Ratu Rara Santang/Lara Santang, anak Prabu Siliwangi dan Nyi Subang Larang. beliau juga dijuluki dengan nama Syarifah Muda’im. Dikemudian hari Nyi Rara Santang menikah dengan penguasa Kota Ismailiyah (Mesir) yang bernama Syarif Abdullah dan melahirkan 2 orang anak yakni Syarif Nurullah dan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) salah satu Wali Songo. 

3. Raden Kiansantang (Raden Surya Kencana/Raja Sangara), dikenal sebagai tokoh yang masuk Islam dan menjadi penyebar agama islam di tanah Sunda yang bergelar Syeh Sunan Rohmat Suci.

Dengan demikian, garis keturunan Prabu Siliwangi terhubung langsung dengan para Wali Songo, menjadikannya sosok yang penting baik dalam sejarah kerajaan maupun penyebaran islam di Nusantara.

(gelar: Prabu Siliwangi)
Gaduh asisten maung bodas ti bangsa jin ngarana si tablo / prabu giling wesi sakti di curug sawer talaga majalengka maqom prabu siliwangi di rancamaya bogor ngaosna ka syekh quro karawang (syekh hasanuddin bin yusuf al-husainy madzhab hambaliy),

"Ada asisten singa putih dari bangsa jin bernama Tablo/prabu giling wesi sakti di curug sawer talaga majalengka maqom prabu siliwangi di rancamaya - bogor beliau berdoa kepada syekh quro karawang" (syekh hasanuddin bin yusuf al-husainy madzhab hambaliy)

Asisten Gaib: Maung Bodas dari Bangsa Jin
Dalam tradisi lisan Sunda, Prabu Siliwangi diyakini memiliki asisten gaib dari bangsa Jin, seekor Maung Bodas (harimau putih) bernama Si Tablo juga dikenal dalam versi lain sebagai Prabu Giling WesiMaung bodas ini disebut-sebut sebagai penjaga gaib dan sahabat setia Prabu Siliwangi, melambangkan Kekuatan, Kesetiaan, dan Keteguhan Spiritual.

Menurut cerita rakyat Majalengka dan Sukabumi, Si Tablo bersemayam di kawasan Curug Sawer Telaga Herang, tempat yang dianggap sakral dan sering dikaitkan dengan jejak langkah terakhir Prabu Siliwangi sebelum beliau “ngahiang” (menghilang ke alam gaib).

GURU PRABU SILIWANGI
1. Syekh Quro Karawang (Syekh Hasanuddin bin Yusuf  bani Al-Husain cucu Nabi SAW) dan
2. Syekh Datuk Kahfi Cirebon yang juga dari Bani Al-Husain cucu Nabi Muhammad SAW.


SEKILAS SIROH / RIWAYAT HIDUP 
PANGERAN PAMANAH RASA ( PRABU SILIWANGI)
Semenjak abad empat belas setelah Pangeran Anggalarang mengajarkan kembali keilmuan-nya untuk mejadi seorang raja, agar bisa memimpin kerajaan dan rakyat-rakyatnya, dari situ Pangeran Pamanah Rasa di angkat oleh ayahnya pangeran Anggalarang menjadi raja kedua dari kerajaan Gajah, yang disebut-sebut kerajaan Gajah itu simbol atau tanda lambang kerajaan yang dibawa dari adat atau budaya, karena jika punya kerajaan harus tahu nama kerajaannya.

Pangeran Pamanah Rasa berkelana, dan mempunyai  Macan Putih (dari bangsa Jin)
Pangeran Pamanah Rasa ingin mencoba keluar meninggalkan saudara-saudaranya (yakni Prabu Rangga Pupukan dan Prabu Jaya Pupukan) dan rakyat gajah, untuk keluar dari Kerajaan Gajah  guna mencari ilmu dan mengunjungi kerajaan-kerajaan yang lain sambil beliau memperkenalkan diri bahwa beliau yang memegang kerajaan Gajah, Beliau pergi sendiri tidak dikawal oleh satu orang pun padahal prajurit-prajuritnya banyak yang menawarkan diri agar di kawal, tetapi beliau tetap pergi sendiri.

Setelah beliau keluar dari hutan, beliau merasa haus lalu mencari air untuk minum. Akhirnya Pangeran Pamanah Rasa menemukan air terjun yang besar (air terjun ini bernama curug sawer di Majalengka). Setelah beliau mendatangi air terjun tersebut Pangeran Pamanah Rasa kaget karena di sekelilingnya banyak harimau putih dan besar.

Harimau Putih tersebut menghampiri Pangeran Pamanah Rasa, sudah hampir sampai tinggal beberapa langkah lagi Harimau Putih itu mau menerkam Pangeran Pamanah Rasa.

Pangeran Pamanah Rasa memakai keilmuan-nya membuat gulungan angin besar, dan angin tersebut dibentuk dan dipadukan dengan air terjun yang mengalir menggunakan tenaga dalam ilmu kanuragan, dibentuklah menjadi gulungan Angin dan Air yang dijadikan senjata untuk melawan Harimau Putih itu ternyata tak ada pengaruhnya bagi harimau putih itu, karena harimau putih itu jelmaan dari Jin Ifrit, sehingga harimau putih itu menerkam Pangeran Pamanah Rasa dan Pangeran Pamanah Rasa pun menangkisnya dengan Gelang Timah yang ada di tangannya, sehingga Harimau putih itu pun menjerit kesakitan, dari situlah  Pangeran Pamanah Rasa mengetahui kelemahan Harimau putih itu yakni dengan gelang yang terbuat dari Timah.

Maka dibukalah 2 gelang timah itu dari kedua tangannya, ketika harimau putih itu mau menerkam lagi dengan gesitnya Pangeran Pamanah Rasa memasukan gelang dari timah itu di kedua tangan Harimau putih itu dan satu gelang lagi di kedua kaki Harimau putih itu sehingga dari situlah Harimau Putih pun kalah tak berdaya, menjerit meminta ampun kepada Pangeran Pamanah Rasa. 

Dari kejadian itulah Pangeran Pamanah Rasa mengetahuinya bahwa harimau putih itu bukan harimau biasa, karena harimau itu bisa berbicara seperti manusia, maka Harimau Putih jadi-jadian yang mau mencelakakan Pangeran Pamanah Rasa itu bertobat, dan ia akan mempertanggung-jawabkan semua perbuatannya yang sudah dilakukan padanya. 

Sebelum Pangeran Pamanah Rasa berangkat Harimau Putih jadi-jadian itu memberikan pakaian, Karena pakaian pangeran sobek bekas pertarungan tadi. Pangeran Pamanah Rasa dikasih pakaian dari kulit harimau oleh Harimau Putih jelmaan dari Jin itu. Harimau Putih jelmaan dari jin itu merasa kurang cukup apabila hanya memberi pakaian saja, jadi dia memutuskan untuk mengabdi kepada Pangeran Pamanah Rasa dengan mendampingi beliau.

Pangeran Pamanah Rasa kembali ke kerajaan Dengan Mongol Pati
Pangeran Pamanah Rasa perasaan-nya tidak tenang, beliau takut ada apa-apa sesuatu yang buruk menimpa pada kerajaannya. Pangeran Pamanah Rasa menempuh perjalanan dalam waktu 3 hari untuk sampai ke kerajaan.

Eyang Jaya Perkasa yang disuruh dan yang di titipi memegang kerajaan mendapatkan surat dari kerajaan Mongol Pati untuk masalah wilayah, surat dari kerajaan Mongol Pati, yang isi suratnya mengajak berperang. Eyang Jaya Perkasa menggantikan Pangeran Pamanah Rasa dikarenakan 3 hari lagi dari kerajaan Mongol Pati mau menyerang ke kerajaan Gajah. 

Secara terus menerus berlangsung dengan hebatnya, saling hantam senjata tajam dan sebagainya. Tidak lama kemudian Harimau Putih jelmaan dari Jin itu mendadak keluar berhamburan entah dari mana datangnya, ada beberapa Harimau Putih muncul, menyerang prajurit Mongol Pati, tak lama kemudian prajurit kerajaan Mongol Pati mundur kocar kacir di amuk Harimau Putih, sebagian lagi mati oleh Harimau Putih.

Siang itu juga perang selesai, Harimau Putih berjejer menghadap Panglima Eyang Jaya Perkasa dan prajuritnya. Tak lama kemudian dihadapan Harimau Putih yang berbaris, Pangeran Pamanah Rasa mendadak ada disamping Harimau Putih yang lebih besar, dari sana prajurit-prajurit tertunduk menyembah kepada beliau, seketika Harimau Putih yang berbaris lenyap menghilang, tinggal satu lagi yang disamping Pangeran Pamanah Rasa.

MENGGANTI NAMA KERAJAAAN GAJAH MENJADI PAKUAN PEJAJARAN 
DAN MEMBUAT SIMBOL SENJATA KUJANG YANG PERTAMA
Pangeran Pamanah Rasa sudah menghitung nama apa yang baik untuk mengganti nama kerajaan yang sekarang. Terus beliau mempertimbangkan bersama panglimanya, kata Pangeran Pamanah Rasa.

"Negara kita Negara sunda, maka kita bisa disebut orang sunda, kemudian sekarang zaman-nya sudah agak beda bukan zaman purba lagi, memang sejak dulu kerajaan Gajah terkenal, berkat Ramahanda saya, yang masih termasuk zaman purba, dengan simbol Gajah, disatukan jadi simbol kerajaan, datang dari petunjuk yang jadi kekuatan berdirinya kerajaan Gajah juga sama".

"Negara ini juga ada nama, yaitu Negara yang kita diami adalah tataran sunda yang termasuk dari simbolnya yaitu binatang yang paling buas yaitu Harimau sunda tersebut harus benar-benar dipegang oleh saya, jadi harus dipercepat membuat barang-barang yang membentuk pisau untuk ciri dari kerajaan sunda sebagai simbol yang bisa menyimpan kekuatan, buatkan pisau berbentuk Harimau sebanyak 3 buah".

Pada waktu itu juga Pangeran Pamanah Rasa menyuruh Eyang Jaya Perkasa untuk membuat senjata, yaitu harus menyimbolkan tataran sunda, senjata sunda yaitu pisau yang berbentuk Harimau, sebagai awal mula sejarah dibuatnya tiga senjata yang berbentuk Harimau tiga warna, yaitu Kuning, Hitam, Putih senjata-senjata tersebut diminta untuk langsung dibuatkan.

- Senjata pertama yang berwarna hitam, dibuat dari batu yang jatuh dari langit yang sering disebut meteor, yang dibakar oleh Pangeran Pamanah Rasa sendiri, dibentuk besi yang diperuntukkan untuk membuat senjata tersebut.

- Senjata Kedua dibuat dari air api yang dingin, yang warnanya kuning dibekukan menjadi besi kuning.

- Senjata ketiga dari besi biasa yang direndam dalam air hujan menjadi putih berkilau.

Barang sudah jadi tinggal namanya, semalam penuh Pangeran Pamanah Rasa memikirkan nama untuk barang itu, tepat ayam berkokok tepat ditemukan nama untuk ketiga barang tersebut, yaitu dengan bahasa sandi, bahasa itu sangat tepat untuk barang senjata yang sudah jadi, yaitu namanya KUJANG, dikarenakan barangnya ada tiga, beda-beda warna tapi bentuknya sama disebut jadi KUJANG TIGA SERANGKAI, YANG ARTINYA BEDA-BEDA TAPI TETAP SAMA atau nama yang beda warna tapi berkaitan, dikarenakan bentuknya sama, Pangeran Pamanah Rasa bicara lagi.

Nah, saya ini ada petunjuk yaitu jika dari barang sudah selesai sekarang masalah nama kerajaan, dikarenakan saya ada yang membantu yaitu bangsa Jin atau Harimau-harimau ghaib, jadi saya membawa nama kerajaan dari Negara Gajah dengan kerajaan Harimau, bila disatukan maka namanya disebut PAKUAN PAJAJARAN disatukan lagi oleh barang yang tiga itu yang namanya KUJANG jadi tepat sudah, nah ditatar sunda ini lahir Kerajaan Pajajaran.

Eyang saat mengganti kerajaan ini namanya bukan untuk saya sendiri tapi untuk rakyat semua supaya ada perubahan untuk semuanya, oleh karena itu kita semua harus mengikuti zaman, sekarang sudah agak maju zamannya dikarenakan harus di iringi oleh ilmu ekonomi, hal itu dari melihat kerajaan yang lain, hal itu juga untuk merebut kerajaaan Galuh yang membayar Mongol Pati untuk menyerang kerajaan kita, jadi kita juga sama, kita serang kerajaan Galuh dengan tenaga baru, prajurit Gajah dan prajurit Harimau kita satukan memakai Bahasa sandi, jadi nama ini Pajajaran. Nah begitu barangkali rencana saya.

Pangeran Pamanah Rasa bicara begitu ke panglimanya dikarenakan ingin didukung oleh panglimanya, jawab Eyang Jaya Perkasa.

"Iya Pangeran, saya mengikuti, dikarenakan itu petunjuknya, laksanakan saja jangan takut dibantu oleh saya Insya Allah", Nah itu jawaban Eyang Jaya Perkasa dengan menyebut Insya Allah dikarenakan Eyangnya seorang yang beragama islam beda dengan Pangerannya.

Pangeran Pamanah Sari Masuk Islam Oleh Syekh Quro
Pangeran Pamanah Rasa berganti nama menjadi Pangeran Pamanah Sari untuk menaklukan Syekh Quro (yakni Syekh Hasanuddin bin Yusuf  dari bani Husain cucu Nabi Saw) atas perintah Ayahandanya Prabu Anggalarang, Namun waktu mau menyerang ke pesantren Quro yang berada di karawang milik Syekh Quro,  Pangeran Pamanah Sari mendengar Alunan bacaan Al-Qur’an yang merdu sekali, sehingga penyerangan pun dibatalkan. 

Akhirnya Pangeran Pamanah Sari menyelidiki siapakah gerangan yang telah membaca Al-Qur’an itu..? ternyata setelah diselidiki yang membaca Al-Qur’an itu seorang gadis yang cantik jelita, sehingga Pangeran Pamanah Sari terpikat oleh kecantikannya, kemudian Pangeran Pamanah Sari mendatangi Syekh Quro untuk melamar gadis cantik jelita itu, yang tadinya bertujuan menyerang jadi berbalik haluan menjadi bentuk pelamaran, namun Syekh Quro menyarankan agar mendatangi ayah aslinya yang bernama Ki Gedeng Tapa, beberapa hari kemudian Pangeran Pamanah Sari meminta kepada Ki Gendeng Tapa membawa putrinya untuk di nikahi oleh Pangeran Pamanah Sari, penawaran itu sudah diserahkan semuanya kepada Syekh Quro, sebab Nyi Subang Larang sudah menjadi putri angkatnya Syekh Quro.

Pangeran Pamanah Sari datang lagi ke Syekh Quro. Setelah sampai ditempatnya Syekh Quro, Pangeran Pamanah Sari berbicara hanya pokok masalah penting saja, yaitu tentang mau menikahi Nyimas Subang Larang, Syekh Quro menerima lamaran Pangeran Pamanah Sari namun dalam masalah itu Syekh Quro meminta syarat yang harus di penuhi dan dilakukan dengan 3 syarat yaitu:

- Pertama harus masuk islam, 
- Kedua harus belajar ngaji, 
- Dan yang ketiga harus berangkat dulu pergi Haji, 
itulah ke-3 syarat yang diberikan oleh Syekh Quro kepada Pangeran Pamanah Sari.

Pangeran Pamanah Sari Kebingungan dengan persyaratan tersebut karena terlalu berat buat beliau karena beliau dari agama Hindu, tetapi karena ada yang ingin dicapai oleh Pangeran Pamanah Sari, maka Pangeran Pamanah Sari memutuskan untuk menerima 3 syarat tersebut, dan Syekh Quro berjanji menentukan waktu untuk mengislamkan Pangeran Pamanah Sari yaitu satu hari setelah Pangeran Pamanah Sari menyanggupinya, tidak terlalu lama waktu yang ditunggu telah tiba. 

Pangeran Pamanah Sari siap untuk di islamkan, beliau datang kepada Syekh Quro untuk di islamkan ketika sampai ke tempatnya Syekh Quro. Semua orang dikumpulkan ke dalam ruangan, Ki Gendeng Tapa menyaksikan Pangeran Pamanah Sari di islamkan, tidak terlalu lama Pengeran Pamanah Sari diberikan janji oleh Syekh Quro sambil memegang tangan-nya dengan mengucapkan dua kalimah Syahadat (Syahadatain), setelah selesai membaca Syahadat kemudian dicukur Rambut kekufurannya dan mandi masuk islam, kemudian di sunat dan Pangeran Pamanah Sari dianggap sah menjadi muslim, seminggu kemudian Pangeran Pamanah Sari langsung menjalankan syarat yang kedua yaitu belajar ngaji.

Syekh Quro langsung mengajarkan, siang malam Pangeran Pamanah Sari belajar ngaji dengan Syekh Quro, karena ingin bisa serta ingin cepat mengejar pada syarat yang ketiga, tidak lama kemudian setelah 5 bulan Pangeran Pamanah Sari bisa ngaji seperti membaca huruf Arab, Sholat, dan pemikiran islam seperti apa artinya islam, semua ilmu agama islam telah diserapnya.

Syekh Quro bingung dan heran Pangeran Pamanah Sari bisa belajar dengan cepat, padalah sampai tingkatan semua itu, bisa butuh waktu sekitar dua atau tiga tahun. Pangeran Pamanah Sari langsung meminta syarat yang ketiga yaitu naik Haji, Syekh Quro langsung menyiapkan Pangeran Pamanah Sari, sebab Pangeran Pamanah Sari mau dibawa ke Arab yaitu ke Mekkah tampat orang naik Haji, beliau dikasih tahu dulu oleh Syekh Quro harus itikaf, berdiam diri di Mekkah selama 40 hari.

Pangeran Pamanah Sari Berangkat ke Haji
Setelah Syekh Quro menjelaskan, Pangeran Pamanah Sari mengerti dan menyanggupi, pada malam itu juga Syekh Quro membawa Pangeran Pamanah Sari ke Mekkah. Pangeran Pamanah Sari berangkat ke Mekkah dibawa terbang oleh Syekh Quro sampai ke Mekkah membutuhkan waktu satu malam, berangkat malam sampai subuh tiba di Mekkah langsung sholat shubuh, setelah sholat subuh Syekh Quro dengan Pangeran Pamanah Sari istirahat dulu, setelah istirahat langsung melaksanakan ibadah haji sejak pertama melaksanakan sholat berjamaah sampai amalan-amalan yang diajarkan oleh Syekh Quro diamalkan, sehari penuh berkeliling Ka'bah.

Pangeran Pamanah Sari kebingungan kenapa dirinya jadi begini, sudah beberapa hari Pangeran Pamanah Sari ada perubahan dalam dirinya sedikit-sedikit dosa dan kejadian-kejadian oleh beliau yang di alami seperti nyata kelihatan nampak seperti mimpi buruk atau jelek.

Pangeran Pamanah Sari sampai menangis habis-habisan didepan Ka’bah. Semenjak itu Pangeran Pamanah Sari percaya islam dan percaya adanya Allah, 40 hari tidak terasa sudah berlalu Pangeran Pamanah Sari dibawa pulang oleh Syekh Quro setelah sampai kembali ketempat, banyak yang berkumpul menunggu yang pulang dari Haji.

Malam itu juga Syekh Quro dengan Pangeran Pamanah Sari sudah sampai ditempat, pulang dari haji. Karena malam itu sudah pada lelah tidak terlalu lama setelah mengobrol lalu istirahat.

Ayam sudah bekokok yang artinya waktu sholat subuh, Pangeran Pamanah Sari yang biasanya bangun pagi setelah matahari bersinar, tetapi sekarang masih gelap juga sudah bangun untuk sholat subuh dengan Syekh Quro, setelah sholat subuh Pangeran Pamanah Sari melanjutkan Wirid dan dzikir sampai matahari terbit.

Setelah selesai wirid dan Dzikir, Pangeran Pamanah Sari ditanya oleh Syekh Quro dalam masalah pernikahannya dengan Nyai Subang Larang, dari situ Pangeran Pamanah Sari ingin bicara dulu kepada semuanya, karena sebelumnya beliau ada niat hati yang jelek, setelah belajar dengan Syekh Quro, Pangeran Pamanah Sari mengalami banyak perubahan dalam dirinya dan tahu mana ajaran yang benar dan mana ajaran yang salah, oleh karena itu Pangeran Pamanah Sari menjelaskan yang sebenarnya bahwa dia yang sebenarnya adalah Raja di Kerajaan Pajajaran.\

Setelah dijelaskan ada yang terkejut, ada yang langsung menyembah dan sebagainya, tetapi Syekh Quro biasa saja karena sudah tahu dari awalnya juga, tidak ada yang membuat marah satupun malahan senang Pangeran Pamanah Sari berterus terang.

Pamanah Sari Menikah dengan Nyimas Subang Larang
Dikarenakan Syekh Quro sudah berjanji kepada Pangeran Pamanah Sari dalam syarat yang ketiga yaitu menikahkan Nyimas Subang Larang dengan Pangeran Pamanah Sari. 

Pangeran Pamanah Sari langsung gembira mendengar perkataan Syekh Quro, semua yang ada disitu terus memastikan atau menentukan hari-harinya untuk pernikahan yang baik, Itu semua diserahkan kepada Syekh Quro yang lebih mengetahui waktu yang baik. Tidak lama waktu sudah ditentukan oleh Syekh Quro, ada waktu 3 hari untuk mempersiapkannya. Waktu tiga hari terasa cepat tidak disangka-sangka Pangeran Pamanah Sari menikah juga dengan Nyimas Subang Larang, pada hari itu pesta besar dilaksanakan, namun hanya dipenuhi oleh para santri Syekh Quro saja dari pertama sampai akhir (yakni tanpa memberitahukan ayahandanya dan  rakyat Pajajaran).

Pangeran Pamanah Sari Menjadi Penguasa di Cirebon dan Bergelar Prabu Siliwangi
Kemudian Pangeran Pamanah Sari Menikah dengan Nyimas  Ambet Kasih putri kandung Raja Sindang kasih (Majalengka) yakni putri Ki Gedeng Sindangkasih.

Pangeran Pamanah Sari dengan Nyimas  Ambet Kasih sudah resmi menjadi suami istri. Pangeran Pamanah Sari berkumpul dengan istri-istrinya menjadi hidup bersama-sama. Tidak lama kemudian Ki Gedeng Sindangkasih menyerahkan sebagian tanah Cirebon karena yang sebagian lagi kepunyaan Ki Gendeng Tapa Raja singapura, lantas Pangeran Pamanah Sari menerima pemberian mertuanya itu, tidak lama kemudian Ki Gendeng Tapa sudah tua dan berusia lanjut akhirnya yang sebagiannya lagi diberikan juga kepada Pangeran Pamanah Sari. 

Jadi tanah Cirebon dipegang oleh Pangeran Pamanah Sari semuanya, tidak lama kemudian para sesepuh berkumpul dengan Pangeran Pamanah Sari, Ki Gedeng Tapa, Ki Gedeng Sindangkasih, Ki Dampu Awang dan Ki Susuk tunggal, beserta istri-istrinya Pangeran Pamanah Sari yakni ada 4 yaitu: 

- Nyimas  Ambet Kasih putri kandung Ki Gedeng Sindangkasih, 
- Nyimas Subang Larang
- Nyimas Aciputih Putri 
- dan Nyimas Ratna Mayang Sunda/ Nyimas Kentring Manik.

- Istri yang pertama Nyimas Aciputih Putri dari Ki Dampu Awang, 
- Istri yang kedua yaitu Nyimas Subang Larang putri Ki Gedeng Tapa 
- Yang ketiga yaitu Nyimas  Ambet Kasih putri kandung Ki Gedeng Sindangkasih 
- Yang ke-empat yaitu Nyimas Ratna Mayang Sunda / Nyimas Kentring Manik putri Ki Susuk Tunggal.
Semuanya pada berkumpul sebab Pangeran Pamanah Sari sakti mandraguna dan pintar, terkenal dimana-mana yang menguasai kerajaan Pajajaran.

Pangeran Pamanah Sari oleh sesepuh diberi julukan SANG PRABU SILIWANGI yang artinya Raja Kerajaan Pajajaran yang harum dimana-mana terkenal dimana-mana, Pangeran Pamanah Rasa atau Pangeran Pamanah Sari menjadi terkenal dengan gelar Sang Prabu Siliwangi.

Prabu Siliwangi hidup jaya sampai dengan beliau mempunyai putra dari istri yang pertama
Yakni dari Nyimas  Aciputih Putri dari Ki Dampu Awang  berputra :
1. Mundingsari Ageung  / Raden Arya Seta
2. Munding Kelemu Wilamantri / Mantri Kasurudan Tapa / Mantri Kasurutapa
3. Munding Dalem
4. Dalem Manggu Larang
5. Balik Layaran alias Sunan Kebo Warna

Dan dari istri yang kedua:
Yakni dari Nyimas Subang Larang mempunyai 2 orang putra dan 1 orang putri :
1. Pangeran Cakrabuana / Walangsungsang ( H. Abdullah Iman bergelar  Sunan Caruban),
2. Syarifah Muda’im/ Nyimas Lara Santang dan
3. Raja Sangara/prabu kiansantang (H. Mansur bergelar Sunan Rohmat Suci Godog garut). Ketiga-tiganya masuk Islam.seperti kata pepatah orang sunda “uyahmah tara tees ka luhur “ artinya Sifat orang tua turun ke anak, mana mungkin ayahnya hindu anaknya Islam, karena keumuman orang sunda menganut Islam tabi’in yakni islam turunan, karena ayahnya Islam maka anaknya juga Islam.

Dan dari istri yang ketiga,
Yakni dari Nyimas Ambet Kasih mempunyai 2 putra yakni :
1. Prabu Liman Sanjaya, dan
2. Raden Sake alias Prabu Wastu Dewata/ Prabu Basudewa

Dan dari istri yang keempat,
Yakni dari Nyimas Ratna Mayang Sunda / Nyimas Kentring Manik berputra :
1. Prabu  Surawisesa / Raden Jaka mangundra Prabu Guru Gantangan / Munding Laya Dikusuma/ Jaka Puspa /
2. Raden  Gantangan Wangi Mangkurat Mangkunagara
3. Raden Gantang Nagara
4. Raden Gantang Pakuan / Raden Ne-Eukeun
5. Raden Meumeut raden Ameut / Raden Ceumeut

Prabu Siliwangi Menghilangkan Kerajaan Pajajaran Pindah ke Alam Jin (Alam Ghaib).
Prabu Siliwangi dari keempat istrinya beliau mempunyai keturunan sampai beliau lupa terlalu lama tinggal di Cirebon. Tidak lama kemudian datanglah prajurit Pajajaran yang di utus oleh panglimanya untuk menjemput Prabu Siliwangi kembali pulang ke kerajaan, karena Kerajaan Pajajaran membutuhkan seorang Raja.

Prabu Siliwangi bingung karena sudah berbeda agama. Prabu Siliwangi sudah muslim sedangkan di kerajaan Pajajaran masih beragama Hindu. Akhirnya prabu Siliwangi mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan masalah itu.

Sebelum pergi Prabu Siliwangi berpesan kepada seluruh istrinya agar tanah Cirebon dan ajarannya harus turun-temurun sampai pada anak cucu mereka. Lalu Prabu Siliwangi berangkat kembali ke Kerajaan Pajajaran bersama para prajurit dan ditemani oleh macan putih dari bangsa Jin yang telah diangkat menjadi panglima oleh Prabu Siliwangi.

Waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke kerajaaan Pajajaran sekitar 3 hari, tetapi karena Prabu Siliwangi telah mempunyai Ilmu Saefi Angin maka tak disangka-sangka mereka bisa sampai tujuan hanya dalam waktu setengah hari.

Seluruh rakyat Kerajaan dan segenap keluarga menyambut kedatangan Prabu Siliwangi, mereka menyembah Prabu Siliwangi sepanjang jalan menuju Kerajaan, lalu Prabu Siliwangi disambut dengan suka cita oleh kakeknya Panglima Eyang Jaya Karsa, Prabu Siliwangi masuk ke dalam kerajaan tak ada yang berubah satu pun di kerajaan masih seperti waktu di tinggalkan dulu.

Beberapa hari terakhir Prabu Siliwangi memikirkan bagaimana Fitnah dari rakyat-rakyatnya apabila mereka tahu bahwa dirinya sudah di islamkan oleh Syekh Quro. Sebenarnya beliau telah memikirkan hal ini semenjak berada di tanah Cirebon bagaimana caranya supaya menghilangkan Fitnah atau perkataan-perkataan dari rakyatnya yang tidak tahu tentang agama, tidak lama kemudian Prabu Siliwangi mendatangi Macan Putih panglimanya supaya membantu negara Pajajaran dipindahkan ke alam Jin (alam ghaib). Prabu Siliwangi menunggu datangnya bulan Purnama untuk menjalankan rencananya itu, ketika pintu ghaib terbuka, kebetulan datangnya bulan purnama hanya 2 hari lagi, sambil menunggu Prabu Siliwangi bersama Macan Putih malam-malam pergi ke batas Kerajaan Pajajaran untuk menanam pohon Jeruk, dari batas kerajaan supaya ketika menghilang tidak meninggalkan jejak sedikitpun dan tidak ada bukti apapun.

Akhirnya malam kedua di bulan Purnama waktu yang telah ditentukan oleh Prabu Siliwangi datang juga, Beliau bersama Macan Putih menyirep agar semua rakyatnya tidak ada yang mengetahui satu juga pindahnya kerajaan Pajajaran dari alam nyata ke alam ghaib. Prabu Siliwangi langsung memindahkan kerajaan tersebut dengan orang-orangnya, memakai ilmu dengan dibantu oleh Macan Putih menghilang. Nah, semua negara kerajaan Pajajaran pindah dari alam nyata ke alam ghaib.

Begitulah kurang lebih Babad cerita mengenai sejarah dari Prabu Siliwangi dan kerajaan Pajajaran yang telah dipindahkan ke alam ghaib. 

Guru Spiritual: Syekh Quro Karawang
Selain dikenal sebagai raja besar, Prabu Siliwangi juga disebut dalam beberapa naskah Sunda Islam sebagai murid Syekh Quro Karawang, yaitu Syekh Hasanuddin bin Yusuf Al-Husainy, seorang ulama keturunan Rasulullah ﷺ yang bermadzhab Hambali.

Syekh Quro dikenal sebagai penyebar Islam pertama di tanah Sunda pada abad ke-14 M, dan ajarannya banyak mempengaruhi tokoh-tokoh besar setelahnya. Dari beliau, Prabu Siliwangi dikisahkan menerima ajaran tentang tauhid, keadilan, dan akhlak mulia, yang kemudian membentuk dasar ajaran Sunda Wiwitan bercorak monoteistik.

Maqom Prabu Siliwangi
Masyarakat Sunda meyakini bahwa Prabu Siliwangi tidak wafat secara jasmani, tetapi ngahiang lenyap ke alam gaib dalam cahaya spiritual. Salah satu tempat yang diyakini sebagai maqom (petilasan) beliau berada di Rancamaya, Bogor, yang hingga kini masih di ziarahi oleh banyak orang untuk mengenang kebijaksanaan sang Raja.

Selain Rancamaya, Majalengka (Curug Sawer-Telaga Herang) juga disebut sebagai tempat beliau terakhir muncul, disertai sinar cahaya putih dan suara Auman Maung Bodas yang melambangkan perpindahan beliau ke alam kasucian.

Curug Sawer Telaga Herang Majalengka
Curug Sawer Telaga Herang Majalengka


Warisan dan Nilai
Warisan Prabu Siliwangi tidak hanya berupa kerajaan Pajajaran, tetapi juga falsafah kehidupan Sunda yang luhur:
“Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh.”
Saling menasihati, saling mengasihi, dan saling menjaga dalam harmoni.

Ajaran ini menjadi pondasi budaya Sunda yang tetap hidup hingga kini, mengajarkan bahwa kekuasaan sejati bukan diukur dari senjata atau harta, melainkan kebijaksanaan dan pengabdian kepada kebenaran.

Prabu Siliwangi adalah simbol dari raja yang bijaksana, pemberani, dan spiritual, seorang pemimpin yang menyeimbangkan kekuatan lahir dan batin. Kisah beliau dengan maung bodas Si Tablo, Syekh Quro Karawang, serta maqom di Rancamaya menjadi cermin dari perjalanan rohani yang tinggi warisan abadi bagi bangsa Sunda dan Nusantara.

Semoga hal ini bisa menambah wawasan sejarah yang tidak boleh dilupakan oleh kita, bahwa nusantara indonesia ini mempunyai kultur budaya yang sangat beraneka ragam dan mistis yang kuat pada zaman dahulu. Semoga para pembaca bisa menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT. Aamiin.



09 Februari 2025

Kota Seribu Satu Malam

Kota Seribu Satu Malam
Baghdad, ibukota Irak, tak hanya terkenal sebagai kota metropolitan terbesar di Timur Tengah, tetapi juga melegenda dengan julukan "Kota Seribu Satu Malam".

Julukan ini erat kaitannya dengan kisah epik "Alf Lailah wa Lailah" (Seribu Satu Malam) yang konon terinspirasi dari kemegahan Baghdad di masa lampau. Pertanyaannya, kenapa Baghdad dijuluki Kota Seribu Satu Malam..?, Artikel ini akan mengupas asal-usul julukan tersebut dan membawa Anda menyelami kisah kejayaan Baghdad di masa keemasannya. Kita akan menjelajahi bagaimana kota ini menjadi pusat peradaban dunia di bawah kepemimpinan Kekhalifahan Abbasiyah, serta peran Kisah Seribu Satu Malam dalam mengabadikan kemegahan Baghdad dan menginspirasi dunia.

Kisah Kejayaan Baghdad di Masa Silam

Kisah Seribu Satu Malam membawa pembacanya menjelajahi berbagai genre cerita, dari legenda, fabel, roman, hingga dongeng, dengan latar tempat yang beragam. Namun, Baghdad menjadi salah satu lokasi utama dalam kisah-kisah ini. Di sanalah diceritakan tentang kepemimpinan Harun Ar-Rasyid yang dihormati, serta kisah-kisah yang mencerminkan kejayaan budaya Baghdad di masa keemasannya sebagai pemimpin dunia Arab dan Islam.

Kejayaan Baghdad bukan hanya isapan jempol. Dalam sejarah, kota ini pernah menjadi pusat kerajaan Islam yang gemilang. Di bawah kepemimpinan Kekhalifahan Abbasiyah, seperti dilansir media Kompas Baghdad disulap menjadi pusat peradaban dunia. Berdirinya Baghdad pada tahun 762 M diprakarsai oleh Al-Mansur, khalifah kedua Dinasti Abbasiyah.

Puncak keemasannya tercapai di masa Khalifah Harun Ar-Rasyid (786-809), di mana Baghdad menjelma menjadi kota terkaya dan terdepan di bidang seni, ilmu pengetahuan, dan peradaban. Kisah Seribu Satu Malam menjadi bukti nyata kehebatan Baghdad. Cerita-ceritanya menggambarkan kekayaan, kemajuan teknologi, dan keberagaman budaya yang menyelimuti kota ini

Menurut Yaqubi, sejarawan dan ahli geografi abad ke-9, Baghdad pada masa itu menjadi salah satu kota paling maju dan dianggap sebagai pusat dunia bagi para ilmuwan, cendekiawan, pemusik, sejarawan, ahli hukum, dan filsuf.

Peradaban Baghdad yang gemilang ini bahkan menginspirasi bangsa Eropa yang saat itu tengah mengalami masa kegelapan ilmu pengetahuan, yang dikenal sebagai Abad Pertengahan.

Kemajuan dan kemegahan Baghdad di masa lampau tersebutlah yang kemudian melahirkan julukan "Negeri 1001 Malam" yang banyak disebut dalam Kisah Seribu Satu Malam. Melalui kisah-kisah magisnya, Kisah Seribu Satu Malam telah mengantarkan Baghdad menjadi legenda abadi, sebuah kota yang tak lekang oleh waktu.

Julukan "Kota Seribu Satu Malam" menjadi pengingat akan kemegahan Baghdad di masa lampau, sebuah peradaban yang tak hanya kaya akan budaya dan ilmu pengetahuan, tetapi juga menginspirasi kemajuan dunia. Kini, Baghdad masih menyimpan jejak-jejak kejayaannya, mengundang para penjelajah untuk menyelami kisah-kisah magis dan merasakan atmosfer kota yang pernah menjadi pusat peradaban dunia tersebut.

Note :

Jika informasi ini dirasa menarik kamu bisa membagikannya kepada teman-teman kamu di media sosial kamu ini agar teman-temanmu juga bisa mengerti tentang hal ini. Jika kamu punya versi lainnya tentang artikel ini kamu bisa membagikannya di kolom komentar.

Asal-Usul Airlangga

 ASAL-USUL AIRLANGGA, RAJA JAWA YANG SEMPAT JADI GLANDANGAN

Asal-Usul Airlangga, Raja Jawa Yang Sempat Jadi Glandangan
Airlangga adalah Raja dari Kerajaan Medang Kemulan pertama, sebelum menjadi Raja ia pernah menggalndang beratahun-tahun karena ia berkedudukan sebagai Pelarian. Meskipun demikian pada akhirnya Airlangga sukses menjadi Raja.

Hingga saat ini nama raja Airlangga masih dikenang di dalam ingatan masyarakat Jawa dan di berbagai cerita rakyat juga literatur, serta sering diabadikan namanya di berbagai tempat di Indonesia. Airlangga bermakna "air yang melompat", dikisahkan Airlangga berhasil lolos dari peristiwa Mahapralaya atau ("bencana besar") yang dianggap bagai air bah. Sehingga Airlangga juga adalah julukan bermakna sebagai air yang melompat. Ia lahir tahun 990. Ayahnya bernama Udayana, raja kerajaan Bedahulu dari wangsa Warmadewa. Ibunya bernama Mahendradatta, seorang putri wangsa Isyana dari kerajaan Medang. Waktu itu Medang menjadi kerajaan yang cukup kuat, bahkan mengadakan penaklukan ke Bali, mendirikan koloni di Kalimantan Barat, serta mengadakan serangan ke Sriwijaya.

Airlangga memiliki dua orang adik, yaitu Marakata Pangkaja (menjadi raja Bali sepeninggal ayah mereka) dan Anak Wungsu (naik takhta sepeninggal Marakata). Dalam berbagai prasasti yang dikeluarkannya, Airlangga mengakui sebagai keturunan dari raja Mpu Sindok dari wangsa Isyana yang memindahkan pusat kekuasaan Kerajaan Medang dari bhumi Mataram di Jawa Tengah ke Jawa Timur, atau lazim disebut dengan Medang periode Jawa Timur.

Airlangga menikah dengan putri pamannya yaitu Dharmawangsa Teguh (saudara ibunya Mahendradatta) di Wwatan, ibu kota Kerajaan Medang (sekarang sekitar Maospati, Magetan, Jawa Timur). Ketika pesta pernikahan sedang berlangsung, tiba-tiba kota Wwatan diserbu Raja Wurawari yang berasal dari Lwaram (diperkirakan sekarang adalah sekitar Ngloram, Cepu, Blora), yang merupakan sekutu dari Kerajaan Sriwijaya yang mendapat dukungan kuat dari wangsa Syailendra untuk memberontak. Kejadian tersebut tercatat dalam prasasti Pucangan (atau Calcutta Stone). Yang dianggap sebagai bencana Mahapralaya layaknya air bah yang mematikan, pembacaan Kern atas prasasti tersebut yang juga dikuatkan oleh de Casparis, menyebutkan bahwa penyerangan tersebut terjadi tahun 938 Saka, atau sekitar 1016 M.

Dalam serangan itu, Dharmawangsa Teguh dan seluruh kerabat raja tewas, istana Wwatan turut dibakar, sedangkan Airlangga yang merupakan menantu sekaligus keponakannya beserta putri Dharmawangsa berhasil lolos dari maut ke hutan pegunungan (Vana giri) Wonogiri ditemani pembantunya yang bernama Mpu Narotama. Saat itu ia berusia 26 tahun, dan mulai menjalani hidup sebagai pertapa. Salah satu bukti petilasan Airlangga sewaktu dalam pelarian dapat dijumpai di Sendang Made, Kudu, Jombang, Jawa Timur.

Pada saat pelarian dan dalam masa persembunyiannya dengan kalangan pertapa, setelah melewati tiga tahun hidup di dalam hutan pada tahun 1019, Airlangga didatangi utusan rakyat beserta senopati yang masih setia, menyampaikan permintaan agar dirinya mendirikan dan membangkitkan kembali sisa-sisa kejayaan Medang. Atas dukungan dari para pendeta dari ketiga Aliran (Hindu, Buddha, dan Mahabrahmana) ia kemudian membangun kembali sisa-sisa kerajaan Medang yang istananya telah hancur tersebut.

Mengingat kota Wwatan sudah hancur, Airlangga pun membangun ibu kota baru bernama Watan Mas di lereng Gunung Penanggungan.Nama ini masih dipakai sebagai nama suatu desa (Desa Wotan Mas Jedong) di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Ketika Airlangga naik takhta, wilayah kerajaannya hanya meliputi daerah Mojokerto, Sidoarjo dan Pasuruan saja, karena sepeninggal raja Dharmawangsa Teguh, banyak daerah bawahan yang melepaskan diri.

Pada tahun 1025, Kedatuan Sriwijaya di Sumatra yang merupakan musuh besar dari wangsa Isyana dikalahkan oleh Rajendra Coladewa raja dari Colamandala Kerajaan Chola, India. Hal ini menjadi sebuah kesempatan dan membuat Airlangga lebih leluasa dalam mempersiapkan diri untuk menaklukkan Pulau Jawa.


Wallahu a'lam,
Semoga bermanfaat

28 September 2023

Cerita Rakyat Roro Jonggrang

 Cerita Rakyat Roro Jonggrang, Sosok Perempuan yang Melegenda

Roro Jonggrang merupakan tokoh legenda yang diyakini berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Kisah cintanya bersama Bandung Bondowoso kian melegenda hingga sekarang.

Candi Prambranan

Diketahui bahwa Roro Jonggrang merupakan putri dari Prabu Baka dari Kerajaan Prambanan. Di suatu pertempuran, sang Ayah gugur di tangan Bandung Bondowoso yang saat itu menjadi bagian dari Kerajaan Pengging. Roro Jonggrang juga dikenal dengan kecantikannya yang digadang mampu memikat Bandung Bondowoso.

Dahulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Prambanan. Kerajaan itu dipimpin oleh Prabu Baka. Prabu Baka adalah raja yang sangat baik. Rakyat kerajaan Prambanan pun hidup makmur.

Sementara itu, di tempat lain, ada sebuah kerajaan bernama Kerajaan Pengging. Berbeda dengan Prabu Baka, Raja Pengging memiliki sifat yang sangat buruk. la suka berperang untuk memperluas kekuasaan kerajaannya. Kerajaan Pengging memiliki ksatria sakti bernama Bondowoso. Bondowoso memiliki senjata yang sangat kuat dan pasukan jin. Bondowoso lebih dikenal sebagai Bandung Bondowoso. Suatu hari, Raja Pengging ingin menaklukkan Kerajaan Prambanan. Ia pun memanggil Bandung Bondowoso untuk merebut Kerajaan Prambanan.

“Aku perintahkan kau dan pasukanmu untuk merebut Kerajaan Prambanan!” perintah Raja Pengging. Bandung Bondowoso langsung menjalankan tugasnya. Ia dan pasukannya menyerang Kerajaan Prambanan. Dengan sangat mudah, Bandung Bondowoso berhasil menaklukkan Kerajaan Prambanan. Prabu Baka pun tewas. 

Sebagai hadiah, Raja Pengging mengizinkan Bandung Bondowoso untuk mengurus Kerajaan Prambanan. Ternyata Kerajaan Prambanan memiliki seorang putri yang cantik jelita bernama Roro Jonggrang. Bandung Bondowoso pun memanggil Roro Jonggrang untuk menghadap. “Apa yang kau inginkan, Bandung Bondowoso?” tanya Roro Jonggrang dengan ketus. “Aku ingin menikahimu. Menikahlah denganku, pasti kehidupanmu akan tenteram dan damai,” ungkap Bandung Bondowoso.

Tentu saja, Roro Jonggrang kaget. Ia tak menyangka Bandung Bondowoso akan melamarnya. Padahal, Roro Jonggrang tak suka dengan Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso adalah orang yang kejam. Ia telah membunuh ayahnya, dan membuat rakyat Kerajaan Prambanan sengsara. Dengan tegas, Roro Jonggrang menolak pinangan Bandung Bondowoso. Mendengar penolakan itu, Bandung Bondowoso tidak terima. Ia pun mengancam Roro Jonggrang. “Jika kau tidak mau menikah denganku, hidupmu akan sengsara. Semua penduduk desa pun akan kubuat menderita,” ancam Bandung Bondowoso.

Seketika, Roro Jonggrang menjadi ragu. “Aku izinkan kau berpikir terlebih dahulu,” ucap Bandung Bondowoso. Roro Jonggrang merasa bingung dengan pinangan Bandung Bondowoso. Jika ia tidak menerima pinangan Bandung Bondowoso, rakyatnya akan sengsara. Tapi, ia tidak suka dengan Bandung Bondowoso. 

Semalaman Roro Jonggrang berpikir, bagaimana cara menolak pinangan Bandung Bondowoso, tapi rakyatnya tetap aman. Akhirnya, Roro Jonggrang memiliki sebuah ide. Esok siangnya, Bandung Bondowoso menemui Roro Jonggrang. “Sudahkah kau memutuskan pilihanmu, Roro Jonggrang?” tanya Bandung Bondowoso. “Baiklah, Bandung Bondowoso. Aku mau menikah denganmu, asalkan kau bisa memenuhi syarat dariku.” ucap Roro Jonggrang. “Apa syaratmu?” tanya Bandung Bondowoso dengan congkak. 

“Buatlah 1000 candi dan dua buah sumur dalam waktu satu malam,” ujar Roro Jonggrang. Ia yakin, Bandung Bondowoso tak bisa memenuhi syaratnya itu. Tanpa berpikir lama, Bandung Bondowoso langsung menyetujui syarat dari Roro Jonggrang. 

Malam harinya, Bandung Bondowoso dibantu oleh pasukan jinnya, membangun 1000 candi dan 2 sumur. Roro Jonggrang yang diam-diam menyaksikan hal itu, menjadi gelisah. Perkiraannya salah. Pasukan Bandung Bondowoso sangat cepat menyelesaikan pembangunan itu. Waktu sudah menginjak tiga per empat malam. 

Tinggal dua candi yang belum dibangun. “Bagaimana caranya menggagalkan usaha mereka?” pikir Roro Jonggrang. Roro Jonggrang kembali memiliki sebuah ide. Ia memanggil semua dayang di istana, dan menyuruh mereka untuk membakar jerami di sebelah timur. Sebagian lain membunyikan lesung, dan menebarkan bunga yang wangi. Tujuannya agar ayam-ayam lekas bangun dan berkokok. 

Tanpa membuang waktu, para dayang segera melakukan perintah itu. Benar saja, ayam-ayam jantan terbangun dan mulai berkokok. Mendapati langit di timur berwarna merah, bunyi lesung, aroma wangi bunga, dan kokokan ayam, bala tentara Bandung Bondowoso bergegas pergi. Ya! Mereka mengira hari sudah pagi. Mendapati bala tentaranya pergi, Bandung Bondowoso menghentikan mereka. “Kembalilah pasukanku. Hari belum pagi! Masih ada satu candi lagi yang harus kalian bangun!” teriak Bandung Bondowoso. 

Sayang, bala tentara Bandung Bondowoso tetap pergi meninggalkan pekerjaannya. Semakin marahlah Bandung Bondowoso saat mengetahui bahwa semua itu ulah Roro Jonggrang. Ia menemui Roro Jonggrang, dan mengubah Roro Jonggrang menjadi candi. Kini, candi itu bernama Candi Roro Jonggrang, dan dapat ditemui di Candi Prambanan. Demikian kisah tentang cerita rakyat Roro Jonggrang yang terkenal dengan kisah cintanya. Pada akhirnya, Roro Jonggrang tetap enggan menerima pinangan Bandung Bondowoso.

08 Januari 2023

Sakura Garden AEON Mall

Bertandang di Dunia Antah Berantah Bernuansa Jepang: Sakura Garden AEON Mall

Jalan-jalan di mall tidak selamanya seperti yang biasanya Anda lakukan di kota lain di Indonesia. AEON Mall dijamin sanggup mengubah pendapat Anda dan membuat betah nongkrong di mall berjam-jam.

Seperti kebanyakan mall lainnya, AEON menyediakan pusat perbelanjaan, gaming center,  bioskop, dan yang tidak pernah ketinggalan tentu saja tempat makan paling hits di Tangerang saat ini.  Tapi Anda sudah coba mengintip Sakura Garden-nya?

Sakura Garden, atau dalam bahasa Indonesia, taman sakura, yang terletak di pelataran mall dekat area parkir membawa Anda larut dalam suasana khas Jepang yang bertabur bunga sakura warna-warni.

Sakura Garden AEON Mall
Paling pas menatap gemerlap indahnya taman bunga ini di senja hingga malam hari. Gelapnya langit senja berpadu kontras dengan gemerlap cahaya lampu warna-warni dari taman, indah nan elok di mata.

Capek mengelilingi seluruh taman seusai mencari spot strategis berfoto? Anda bisa duduk nyaman sambil bersantai diiringi cahaya lampu warna-warni dan menikmati geliat malam sekitar, spot romantis untuk bercengkerama
Sakura Garden AEON Mall

Sebagai penutup hari, Anda bisa bersantap di restoran Jepang yang senada dengan konsep taman sakura. Ada Ebisoba Ichigen atau Uchino Shokudo yang siap membantu Anda memulihkan tenaga sambil santap lahap.

Sakura Garden AEON Mall
Sakura Garden AEON Mall berlokasi di AEON Mall, Jalan BSD Raya Utama, Sampora, Cisauk, Tangerang

Jam Operasional: 10.00 – 22.00
Cara ke Sana: Dengan kendaraan umum, Anda bisa naik KRL Commuter Green Line (Serpong Line) dari Stasiun Tanah Abang dengan tujuan berhenti di Stasiun Rawa Buntu, dilanjutkan naik ojek atau angkutan kota ke lokasi.

Wisata Kandang Godzilla Tebing Koja

Sensasi Mendebarkan di Tempat Spektakuler Kandang Godzilla, Tebing Koja

Masuk kandang Godzilla..? Asyik atau berbahaya..? Mungkin Anda penggemar film seri kadal raksasa ini berpikir dua kali untuk mengunjungi wahana wisata satu ini.

Jangan takut! Ini bukan sungguh-sungguh kandang Godzilla kok, melainkan tempat wisata alam yang dipenuhi susunan batu tebing nan kokoh berserakan serta hijau pohon di sana-sini.

Wisata Kandang Godzilla Tebing Koja

Tebing Koja, nama lokasi wisata alam terkemuka di area Tangerang, memang sangat artistik secara alamiah. Bebatuan tebing curam hasil pahatan alam berpadu harmonis dengan liukan sungai dan hijaunya sawah.

Serasa di puncak dunia, berdiri di ujung tebing memandangi alam sekitar. Mungkin Anda juga betah bersarang berlama-lama di sini?

Wisata Kandang Godzilla Tebing Koja
Pose asyik dengan latar belakang biru sungai dan hijau sawah, momen kebersamaan dengan sahabat dan keluarga yang selalu terkenang.

Hijau sawah kemuning di bawah sinar matahari senja menjadi penghias perjalanan Anda selama berdiam di sarang “kadal raksasa”.
Wisata Kandang Godzilla Tebing Koja
Di akhir hari, momen matahari keemasan di atas bukit layak diabadikan menjadi pengingat kunjungan sehari di Kandang Godzilla.

Kandang Godzilla Tebing Koja berlokasi di desa Cikuya, Solear, Tangerang
Jam Operasional: 07.00-18.00
Tiket Masuk: Rp2.000/orang

Cara ke Sana: Berangkat dari Jakarta melalui Cawang dan menempuh jalan tol ke arah Grogol, kemudian pilih ruas jalan tol ke arah Merak. Setelah keluar dari jalan tol, perjalanan bisa dilanjutkan ke Jalan Raya Serang dan pilih jalan ke Cisoka. Setelah sampai di perempatan Tigaraksa, pilih arah lurus ke Tebing Koja. Perjalanan dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi dari Jakarta maupun dengan KRL Commuter Line arah Tanah Abang-Maja. Perjalanan dengan kereta dapat ditempuh dari stasiun akhir Tigaraksa. Dari stasiun hingga Tebing Koja dapat ditempuh dengan angkot rute Adiyasa-Balaraja, dilanjutkan dengan ojek atau berjalan kaki hingga lokasi. 

Negeri Dongeng di Floating Castle Froggy Edutography

Ada apa dengan Tangerang..?, Mungkin sebagian besar dari Anda  sudah tak asing lagi dengan kota satu ini, meski kebanyakan hanya sampai Bandar Udara Soekarno-Hatta saja.

Padahal Tangerang menyimpan banyak sekali tempat yang menarik untuk dikunjungi. Tak hanya mengusung pesona kota modern, peminat wisata alam, sejarah, hingga wahana unik nan menarik wajib mengarahkan pandangan ke kota yang berbatasan langsung dengan ibukota Jakarta ini.

Bergaya Bagaikan di negeri Dongeng di Floating Castle Froggy Edutography
Ingin masuk dalam kisah dongeng walaupun hanya sesaat..? Ternyata gampang saja dan lokasinya juga masih di Indonesia. Floating Caste Froggy Edutography menjadi pelengkap acara putar-putar Anda di Tangerang dengan membawa Anda ke dunia di atas awan.
Floating Caste Froggy Edutography

Bangunan istana megah bak istana Cinderella menjadi penanda Floatiing Castle atau istana melayang ini. Tidak benar-benar melayang di awan sih, tapi dengan konsep dongeng Jack dan Kacang Ajaib, Anda bakal merasa berada melayang di dalamnya.

Istana dengan dinding dominan putih dan nuansa biru di sana-sini tampak elok dan megah berpadu dengan langit biru keemasan semburat senja. Waktu yang asyik untuk bereksplorasi dan bermain!

Selain acara bermain, istana melayang ini juga mendukung acara pendidikan anak. Jadi jangan heran belajar bisa makin seru di Floating Castle.
Bergaya Bagaikan di negeri Dongeng di Floating Castle Froggy Edutography
Mau jadi putri raja atau pangeran sehari? Ada spot-spot cantik dalam istana yang setia menemani untuk diabadikan bersama. Tidak ketinggalan kereta kencana Cinderella, tidak berubah jadi labu tentunya.
12 tempat wisata di Tangerang

12 tempat wisata di Tangerang

Alamat: Jl. BSD Grand Boulevard Cluster Commercial Park Barat No. 1, BSD City, Tangerang

Cara ke Sana: Berangkat dari Jakarta ke Tangerang dengan kendaraan pribadi melalui jalan tol Jakarta-Tangerang (keluar di kilometer 18) atau jalan tol Bintaro-Serpong (keluar lewat Lingkar Barat atau Lingkar Timur BSD). Selain itu, transportasi umum seperti Bus TransJakarta dari Grogol menuju halte Giant BSD, atau KRL Commuter Green Line (Serpong Line) dengan tujuan akhir Stasiun Rawa Buntu di BSD City juga bisa jadi pilihan.

10 tempat kuliner di jakarta

10 tempat kuliner di jakarta
Ada sejuta cerita dari Ibukota. Apakah yang anda bayangkan saat mendengar nama Ibukota Jakarta..? Apakah Tugu Monas, wisata Ancol, atau justru jakarta yang macet dan banjir.

Apapun itu, itulah ibukota Negara Indonesia kita ini. Hingga kini masalah macet, banjir dan ketimpangan belum bisa terurai. Namun tentu saja pemerintah terus berbenah, meskipun belum juga menunjukkan ke arah yang lebih baik.

Mari kita lupakan sejenak mengenai permasalahan yang ada di Ibukota, lebih baik lagi kalau kita eksplorasi Ibukota Jakarta. Karena ternyata ada banyak hal yang mungkin belum kita ketahui tentang Ibukota. Ada banyak sekali tempat wisata di Jakarta yang wajib dikunjungi. Selain tempat wisata, ada banyak juga tempat makan enak di Jakarta yang wajib kita cobain.

Cinta Negeriku merangkum 10 tempat kuliner di Jakarta yang wajib anda coba. Tentu saja sebenarnya masih ada banyak sekali tempat makan yang tidak kalah enaknya. Selain untuk makan, tentu saja juga menjadi tempat nongkrong anak-anak muda untuk menghabiskan waktu bersama teman, atau dengan pasangan.

Kalau menurut anda mana saja yang sudah anda cobain kuliner di Jakarta..? Atau kamu punya rekomendasi tempat makan enak di Jakarta yang jauh lebih nyaman, murah dan mudah dijangkau? Yuk bagikan juga dengan kami.

1. Bandar Djakarta
Tempat makan enak di Jakarta yang pertama adalah Bandar Djakarta yang lokasinya ada di tepi laut Jakarta, tepatnya di Ancol. Bandar Djakarta menjadi salah satu tempat nongkrong anak-anak muda yang selalu ramai.
Bandar Djakarta
Tempatnya yang nyaman, serta desainnya yang apik membuat anda pasti betah lama-lama disini. Bangunan yang memiliki kapasitas 200 orang ini dibangun pada 2001 ini memiliki menu andalan berupa hidangan laut.

Pemandangan disini juga sangat indah, dan menjadi daya tarik tersendiri. Pilihan tempat duduk yang tersedia yaitu di dalam ruangan, lesehan, dan juga di tepi pantai. Karena lokasinya yang dekat dengan bahan masakan, seafood di Bandar Djakarta dijamin kesegaran dan harganya.

Tempatnya yang nyaman dan desain yang apik menjadi salah satu alasan tempat makan di Jakarta ini selalu ramai dikunjungi anak-anak muda yang mau nongkrong. Selain view indah di tepi pantai yang epic banget, menu yang disajikan juga gak kalah epic lho.

Sangat rugi sekali kalau tidak mencoba hidangan di Bandar Djakarta.  Hidangan laut yang dijamin kesegaran seafoodnya dan gak bikin kantong kering tentunya. Sangat rugi sekali kalau gak mampir ke Bandar Djakarta.

2. Jemahdi Seafood Jakarta  
Tempat makan enak di Jakarta yang selanjutnya adalah Restoran Jemahdi Seafood. Restoran yang menyajikan aneka Seafood ini menjadi salah satu incaran mereka yang menggemari sajian seafood di Jakarta.
Jemahdi Seafood Jakarta
Restoran ini di-desaign sedemikian rupa sehingga sangat nyaman dan family friendly, Jemahdi Seafood akan menjamu setiap pengunjung seperti di rumah sendiri.

Setiap hidangan yang dimasak di Jemahdi Seafood akan dimasak oleh chef yang berpengalaman mengolah hidangan laut sehingga dengan cita rasa yang menggoda lidah dan harga yang terjangkau, restoran ini harus dikunjungi para pecinta seafood.

Lokasi Jemahdi Seafood ada di Ruko Crown Golf, Jl. Pantai Indah Kapuk No.58 – 61, RT.7/RW.2, Kamal Muara, Kec. Penjaringan, Kota Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Restoran ini didesain sangat nyaman dan family friendly sehingga cocok digunakan untuk kumpul bersama keluarga.

Sesuai namanya, restoran di Jakarta ini menyajikan menu hidangan laut dengan cita rasa nusantara yang di masak oleh cheff berpengalaman. Dengan suasana dan menu resto yang home-able, harga yang ditawarkan juga terjangkau.

3. Kemang Food Festival
Untuk mereka yang tinggal di daerah Kemang tentu tidak asing lagi dengan Kemang Food Festival. Kemang food festival menjadi tempat makan enak di Jakarta yang tidak boleh anda lewatkan selanjutnya.
Kemang Food Festival
Tempat ini berkonsep food court dan sangat populer dikalangan pelajar dan mahasiswa yang tinggal di sekitar Kemang karena harganya yang terjangkau, banyaknya pilihan makanan, dan juga suasananya yang sangat cocok untuk kongkow.

Gerai makanan di sini akan mulai buka dari jam 5 sore sampai dengan tengah malam, dan akan mencapai puncak keramaian pada jam 7 malam ke atas. Pada akhir pekan, Kemang Food Festival juga suka menampilkan live music sehingga suasana akan semakin hidup.


4. Social House
Social House menjadi tempat makan enak di Jakarta selanjutnya, lokasinya ada di Mall Grand Indonesia. Restoran ini memberikan pengalaman makan yang berbeda kepada pengunjungnya.
Social House
Pengunjung akan disuguhkan pemandangan kota Jakarta yang indah. Walau mahal, tempat ini sangat ramai pengunjung, bahkan Anda akan sering melihat selebriti datang ke Social House pada akhir pekan. Minuman yang paling terkenal di Social House adalah homemade grandma’s iced lemon tea, sedangkan makanan yang paling terkenal di antaranya capricciosa pizza, dan iga bakar sambal ijo.




5. Sandwich Bakar
Satu lagi tempat makan enak di Jakarta yang berlokasi di Puri Indah, yaitu Cafe Sandwich Bakar. Cafe ini menyajikan aneka sajian berupa sand wich yang lezat.
Sandwich Bakar

Jadi bagi anda yang mau ngemil enak dan sehat, datang aja ke Cafe ini. Pembuatan sandwich bakarnya juga tidak menggunakan arang, melainkan dibakar dengan menggunakan tempat masak seperti tepanyaki.

Selain sandwich, ada juga menu makanan yang lebih berat seperti steak, pasta, nasi goreng, spaghetti, dan juga wedang ronde. Menu favorit di Sandwich Bakar adalah beef black pepper sandwich, tuna sandwich, dan smoked beef sandwich with egg and cheese. Pokoknya kafe ini rekomended deh untuk anda yang mau ngemil atau makan ringan aja.

6. Naniura Sushi Bar dan Resto
Siapa sih yang tidak kenal dengan sushi? Sushi merupakan salah satu makanan Jepang yang populer di negara kita. Meskipun tidak lumrah, tapi sushi ternyata mendapatkan sambutan yang hangat dari masyarakat kita.
Naniura Sushi Bar dan Resto
Naniura Sushi Bar & Resto menjadi salah satu tempat makan enak di Jakarta yang menyajikan sushi berkualitas tinggi. Lokasinya ada di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur. Penampakan Naniura sendiri cukup unik dengan berbagai lukisan abstrak di dalam ruangan.

Ada menu andalan disini yang wajib anda cobain yaitu Flaming Dragon! Berupa sushi dengan udang digulung di kertas alumunium foil dan dibakar di atas meja kita. Harga makanan di Naniura masih terjangkau (banget) di kantong, berkisar antara Rp 35-50 ribu/porsi, dengan porsi ukuran besar! Wah, ternyata  cukup murah ya.

7. Hospital Restaurant & Bar
Hospital Restaurant & Bar menjadi tempat makan Enak di Jakarta yang selanjutnya. Tempat ini sangat unik sekali, bahkan sampai ke taraf aneh mungkin.
Hospital Restaurant & Bar
Karena resto ini menerapkan konsep rumah sakit lengkap dengan peralatan dan pelayannya. Disini kamu akan menemukan peralatan medis seperti kantung infus, dan juga pelayannya berpakaian suster, dan dokter.

Hospital Restaurant & Bar berlokasi di Jalan K.H Achmad Dahlan No.31, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan menawarkan sensasi makan yang berbeda, baik dari segi pelayanan maupun penyajian makanannya. Semua menu di tempat ini disajikan dengan alat-alat rumah sakit atau laboratorium!

Bagaimana? Kamu tertarik untuk makan disini? Tunggu apalagi, mana tahu ada suster yang sedang jomblo kayak kamu! Iya kamu! :).

8. Awan Lounge
Salah satu tempat makan enak di Jakarta dan juga nyaman dan seru adalah awan Lounge. Resto dengan konsep rooftop ini menjadi salah satu tren anak-anak muda di Jakarta.
Awan Lounge
Selain restoran ini, sebenarnya ada banyak resto dengan konsep rooftop lainnya, karena memang restoran dengan konsep rooftop sedang booming.

Lokasi Awan Lounge ada di bilangan KH. Wahid Hasyim juga menawarkan pemandangan malam ibukota dari atap bangunan. Dengan berbagai pilihan makanan dan minuman yang disajikan di Awan Lounge, tempat ini cocok untuk melepas penat bersama teman dan sahabat di akhir pekan.

Penat dan letih kerja selama seminggu ini pasti hilang jika kita makan dan menikmati pemandangan disini.

9. Colette & Lola
Colette & Lola menjadi tempat makan enak di Jakarta yang selanjutnya, restoran ini membawa tema yang sangat unik, yaitu cake yang berbentuk karakter tokoh kartun fiksi mulai dari Panda sampai dengan Lego!
Colette & Lola

Bagi pelanggan yang baru pertama kesini, pasti sangat sayang sekali untuk menyantap cake ini, karena bentuknya yang imut dan menarik. Selain itu desain cafe ini juga sangat menarik.

Jadi, untuk kamu yang hobi mem-posting foto di Instagram, tempat ini wajib untuk kamu kunjungi karena sangat menarik! Kamu bisa upload-upload foto unik disini.

10. Indomie Abang Adek
Cafe indomie abang adek menjadi salah satu tempat makan murah di Jakarta yang tidak boleh kamu lewatkan. Meskipun murah, tapi tidak murahan.
Indomie Abang Adek
Sajian berupa mie rebus dan mie goreng di Indomie Abang Adek sangat diminati oleh pengunjung, terutama bagi mereka yang gemar makan pedas.

Warung Indomie abang adek ada di pinggir jalan, sehingga terkesan sangat merakyat sekali. Tempat makan ini sangat populer di kalangan anak muda Jakarta. Untuk tingkat kepedasan disini juga berbeda-beda, tergantung selera kita masing-masing, mulai tingkat pedas sedang, pedas garuk, pedas gila, sampai pedas mampus.

Menu yang terakhir lebih cocok disebut sebagai cabai pakai Indomie ketimbang Indomie plus cabai. Konon, jumlah cabai yang digunakan untuk menu Indomie pedas mampu mencapai 100 biji. Pedasnya!!!

Gimana? Kamu mau nyonai mie super pedas? Atau pedas mampus? Wuaaahhh, pedaaas!

Alamat Indomie Abang Adek: Jl. Mandala Utara No. 8 Grogol Jakarta Barat