Legenda dan Cerita Rakyat Nusantara Legenda dan Cerita Rakyat Nusantara

PERISAI MUKMIN CHANNEL YOUTUBE

Berbagi kumpulan shalawat Nabi dan dzikir yang sangat baik di amalkan dalam kehidupan sehari hari

MP3 LAGU-LAGU PRAMUKA

Lagu-lagu pramuka yang ber-irama cerdas dan riang selalu setia menemani anggota pramuka, baik pada saat latihan rutin maupun berkemah, mengajak generasi bangsa untuk selalu memiliki jiwa dan keyakinan yang mantap dalam mengisi pembangunan nasional.

MP3 LAGU ANAK INDONESIA

Lagu anak Indonesia walaupun lirik lagunya singkat tapi isinya syarat dengan pesan orang tua terhadap anaknya. Bagi ada yang mempunyai anak kecil, sangat baik jika menguasai lagu-lagu khusus untuk anak-anak karena disamping liriknya mudah diingat juga lagu lagu tersebut mengandung pesan moral yang baik bagi anak kita tercinta.

MP3 LAGU DAERAH NUSANTARA INDONESIA

Nusantara Indonesia yang bergitu luas terdiri dari beragam macam etnis dan suku budaya yang masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda satu sama lainnya. Salah satu budaya daerah yang selalu menjadi kebanggaan daerah masing-masing bahkan menjadi kebanggaan nasional adalah berupa Lagu Daerah.

MP3 LAGU PERJUANGAN DAN WAJIB NASIONAL

Lagu atau musik perjuangan ialah lagu yang membangkitkan semangat persatuan untuk melawan penjajah. Mengingat, mengenang, memperkenalkan kepada generasi muda bangsa indonesia bagaimana semangat dan perjuangan pahlawan-pahlawan yang telah berjasa membela negara di masa lampau.

JELAJAH WISATA DI INDONESIA

Indonesia kaya akan Keindahan alamnya, masing-masing punya pesona dan keistimewaan khas tersendiri yang tak akan dapat ditemukan di belahan bumi manapun. Tidak hanya itu, tempat wisata buatan pun juga ikut meramaikan bursa tempat wisata pilihan di indonesia. Dengan mengetahuinya kita akan tertarik, namun dengan menyaksikannya langsung akan membuat decak kagum terpesona.

77 WARISAN BUDAYA INDONESIA

Indonesia sebagai bangsa yang besar dan memiliki keanekaragaman suku dan budaya memiliki jutaan warisan karya kebudayaan yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh seluruh anak bangsa, seringnya budaya milik indonesia yang diklaim sebagai budaya asli negara lain.

12 Maret 2026

Keadaan Orangtua Setelah Meninggal Dunia

Keadaan Orang Tua Setelah Meninggal Dunia dan Menunggu Kiriman Doa dari Anaknya (Menurut Al-Qur’an dan Hadits)

Keadaan Orang Tua Setelah Meninggal Dunia dan Menunggu Kiriman Doa dari Anaknya
Kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari kehidupan baru di alam barzakh. Dalam ajaran Islam, ruh orang yang telah meninggal tetap hidup dalam dimensi yang berbeda. Mereka dapat merasakan kebahagiaan atau kesedihan sesuai dengan amal perbuatannya semasa hidup. Bagi orang tua yang telah wafat, ada satu hal yang sangat mereka nantikan dari dunia: doa dari anak-anaknya.

1. Kehidupan Setelah Kematian Menurut Al-Qur’an

Allah ﷻ menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa setelah kematian, manusia akan memasuki alam barzakh yaitu tempat menunggu sampai hari kebangkitan.

وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
“Dan di hadapan mereka ada barzakh (dinding pembatas) sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mu’minun: 100)

Ayat ini menegaskan bahwa setelah meninggal, ruh seseorang berada di alam penantian. Di sana, mereka bisa mendapatkan nikmat kubur atau azab kubur, tergantung amal mereka di dunia.


2. Orang Tua yang Beriman Akan Mendapat Nikmat di Alam Kubur

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila seorang hamba diletakkan di kuburnya, lalu ia menjawab pertanyaan malaikat dengan benar, maka dibukakanlah untuknya pintu surga. Ia pun mencium baunya dan merasa tenang.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Bagi orang tua yang beriman, kuburnya menjadi taman dari taman-taman surga. Ruh mereka mendapatkan ketenangan, terutama jika mereka memiliki anak-anak saleh yang senantiasa mendoakan.


3. Doa Anak: Hadiah Terindah untuk Orang Tua

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa doa anak saleh tidak hanya sampai kepada orang tua, tetapi juga menjadi sebab kebahagiaan dan cahaya bagi mereka di alam kubur. Setiap kali seorang anak membaca Al-Fatihah, istighfar, atau sedekah atas nama orang tuanya pahala itu langsung dikirimkan kepada ruh mereka.


4. Ruh Orang Tua Menunggu Kiriman Doa dari Dunia

Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa ruh orang yang telah wafat mengetahui amalan keluarganya di dunia. Para ulama menjelaskan bahwa ruh orang beriman merasa gembira ketika mendapatkan kiriman doa, dan bersedih ketika keluarganya lupa mendoakannya.

Imam As-Suyuthi dalam Syarh As-Sudur menulis:

“Sesungguhnya mayit bergembira dengan kebaikan yang dilakukan oleh keluarganya, dan pahala amalan itu disampaikan kepada mereka.”

Oleh karena itu, doa anak sangat berarti bagi orang tua. Mereka menunggu kiriman doa seperti seseorang yang menunggu kabar gembira dari orang yang dicintai.


5. Cara Anak Mengirimkan Doa untuk Orang Tua

Berikut amalan sederhana yang bisa dilakukan agar orang tua mendapatkan ketenangan di alam kubur:

  1. Membaca Al-Fatihah dan menghadiahkannya untuk ruh kedua orang tua.
    ➤ “Ilā ruhi abī wa ummī, Al-Fātiḥah…

  2. Membaca istighfar:
    ➤ “Allahummaghfir liwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira

  3. Bersedekah atas nama orang tua
    Sedekah apa pun, baik makanan, uang, atau bantuan kepada yang membutuhkan.

  4. Menjaga amal saleh dan akhlak baik, karena itu menjadi kebanggaan ruh orang tua di alam kubur.


6. Tanda Orang Tua Bahagia di Alam Kubur

Beberapa tanda ruh orang tua yang tenang dan bahagia di alam barzakh menurut penjelasan ulama:

  • Anak-anaknya rajin berdoa dan beramal saleh.

  • Ada ketenangan dalam keluarga setelah kepergian mereka.

  • Mimpi indah melihat orang tua tersenyum atau berpakaian putih.

  • Hati terasa damai setiap kali mendoakan mereka.

Tanda-tanda ini adalah pertanda baik bahwa doa anak diterima dan ruh orang tua mendapatkan ketenangan.


Kesimpulan

Setelah meninggal dunia, orang tua kita tidak hilang begitu saja. Mereka menunggu kiriman doa, bacaan Al-Fatihah, dan sedekah dari anak-anaknya. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, “Anak saleh yang mendoakan orang tuanya” adalah amal yang terus mengalirkan pahala dan menjadi sumber kebahagiaan di alam kubur.

Maka, jangan lewatkan hari tanpa mendoakan mereka. Sebab, doa seorang anak adalah cahaya yang menerangi kubur orang tua.


🎥 Video Terkait:

Setan dan Hawa Nafsu Manusia

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

"Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata.".(QS. Al Baqarah [2]: 168)


Dalam kehidupan ini, anda harus mengetahui musuh nyata yang ada dalam diri anda. Musuh anda bukanlah teman yang dengki kepada anda, bukanlah saudara yang membenci anda, ataupun orang lain yang ingin mencelakakan dan menjatuhkan anda. Tetapi ketahuilah bahwa musuh anda sesungguhnya adalah setan yang akan selalu menyesatkan anda dari jalan kebenaran dan menginginkan anda untuk bersamanya di neraka kelak, selain itu musuh yang harus anda lawan adalah Hawa Nafsu yang ada pada diri anda.

Setan

Setan dan hawa nafsu adalah sesuatu yang saling berkaitan untuk menjerumuskan manusia kedalam kenistaan dan ikut bersama dengan mereka di neraka kelak selama-lamanya. Setan tidak akan pernah bosan dan menyerah untuk menggoda anak cucu nabi Adam sesuai dengan permintaannya kepada Allah SWT ketika diusir dari surga yang bunyinya:

قَالَ فَبِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَۙ (16)
ثُمَّ لَاٰتِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَاۤىِٕلِهِمْۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ (17)

"Ia (Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian, pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur".(QS. Al-A’raf [7]: 16-17).


Maksud dari ayat di atas adalah Allah menjadikan iblis/setan sebagai orang yang tersesat karena telah membantah perintah Allah untuk hormat kepada nabi Adam AS dan takabbur, menganggap dirinya lebih mulya dari nabi Adam. Setelah itu Allah mengusir iblis dari surga dan iblis pun mengatakan bahwa ia akan selalu mengganggu anak cucu nabi Adam untuk ingkar kepada Allah dan menjadi teman mereka selamanya di dalam neraka. Iblis akan melakukan hal apapun untuk dapat menyesatkan manusia, ia akan mengepung manusia lewat depan, belakang, samping kanan, samping kiri sampai manusia tersebut ikut dengan mereka sehingga mereka tidak selamat dan binasa sebagaimana Iblis.

Bagaimana Mungkin Allah Subhanahu Wa ta’ala Menjadikan Iblis Tersesat.? Padahal Allah Tidak Memiliki Sifat Kekurangan!

Maka jawabannya adalah bahwa kehendak (Iradah) Allah Subhanahu Wata’ala ada dua, yaitu : Iradah kauniyah dan Iradah Syar’iyah. Iradah Kauniyah adalah kehendak yang di inginkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala untuk terjadi di alam semesta, namun tidak mesti hal tersebut disukai Allah, sedangkan Iradah Syar’iyah adalah keinginan yang Allah sukai, namun hal itu tidak mesti terjadi. Semua ini terjadi karena hikmah dan keadilan Allah Subhanahu Wata’ala. Allah-lah yang maha mengetahui segala hikmahnya dan Allah maha adil dengan seluruh yang Dia lakukan. ini merupakan sifat Allah yang maha sempurna.

Oleh karena itu, Imam al-Qurthubi rahimahullah menegaskan hal ini di dalam tafsirnya. Beliau rahimahullah berkata: “Madzhab Ahlussunnah menyatakan bahwa Allah Azza wa Jalla yang telah menjadikannya tersesat dan menciptakan kekufuran pada dirinya." Oleh karena itu, dalam ayat ini perbuatan yang menjadikan iblis sesat disandarkan kepada Allah Azza wa Jalla. Dan inilah yang benar. Tidak ada sesuatu apapun yang ada kecuali dia adalah ciptaan Allah Azza wa Jalla yang berasal dari kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala . Aliran al-Imamiyah, al-Qadariyah dan aliran yang lain telah menyelesihi syaikh (guru mereka), yaitu iblis, yang mana mereka mentaati iblis pada segala sesuatu yang dihiasi oleh iblis untuk mereka, tetapi tidak mentaatinya di dalam permasalahan ini. Mereka berkata, “Iblis telah berbuat kesalahan. Dan dia memang sering salah, karena dia telah menyandarkan kesesatan kepada Rabb-nya. Maha suci Allah dari hal tersebut.” Maka kita katakan kepada mereka (para pengikut aliran-aliran sesat tersebut), ‘Jika iblis (memang demikian), dia benar-benar sering berbuat kesalahan, lalu bagaimana pendapat kalian tentang perkataan Nabi yang mulia lagi ma’shûm (terjaga dari kesalahan), yaitu Nabi Nuh Alaihissallam. Beliau telah berkata kepada kaumnya:

وَلَا يَنْفَعُكُمْ نُصْحِيْٓ اِنْ اَرَدْتُّ اَنْ اَنْصَحَ لَكُمْ اِنْ كَانَ اللّٰهُ يُرِيْدُ اَنْ يُّغْوِيَكُمْ ۗهُوَ رَبُّكُمْ ۗوَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَۗ

"Nasihatku tidak akan bermanfaat bagimu sekalipun aku ingin menasihatimu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Tuhanmu dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan" (QS. Hud [11]: 34)


Siapakah yang Bisa Selamat dari Iblis/Setan.?

Allah SWT. Berfirman dalam Surat Ash-Shaad Ayat 82-85 yang artinya:

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ (82)
ۨاِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ (83)
قَالَ فَالْحَقُّۖ وَالْحَقَّ اَقُوْلُۚ (84)
لَاَمْلَـَٔنَّ جَهَنَّمَ مِنْكَ وَمِمَّنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ اَجْمَعِيْنَ (85)

"(Iblis) berkata, “Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali, hamba-hamba-Mu yang terpilih (karena keikhlasannya) di antara mereka. (Allah) berfirman, “Maka, yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan. Aku pasti akan memenuhi (neraka) Jahanam denganmu dan orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya.”(QS. Ash-Shaad [38]: 82–85)


Orang yang bisa selamat dari setan adalah mereka yang benar-benar percaya kepada Allah dan tidak menyembah selain Allah, orang-orang yang terjaga prilaku dan keimanannya. Harus kita ketahui bahwa iblis akan selalu menggoda manusia hingga mereka ikut dengannya, tetapi orang-orang yang tetap taat kepada Allah dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya lah yang akan selamat dari godaan setan/iblis dan ia akan masuk ke dalam surga-Nya bersama orang-orang yang taat, tetapi orang-orang yang menyekutukan Allah dan menyembah setan maka ia akan selama-selamanya di neraka Jahannam bersama setan yang mereka puja/sembah.

Hawa Nafsu
Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah mengatakan: “Hawa nafsu adalah kecondongan jiwa kepada sesuatu yang selaras dengan keinginannya” (Asbabut Takhallaush minal hawa, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah, hal.3).
Hawa nafsu dinamakan juga Al-Hawa karena bisa menjerumuskan seseorang ke dalam kenistaan atau ke dalam neraka. Orang yang menuruti kemauan hawa nafsu, hakikatnya untuk mencari kenikmatan semu dan kepuasan sesaat yang ada di dunia, tanpa berpikir panjang akibat yang akan mereka tanggung. Hawa nafsu akan timbul ketika kita menginginkan sesuatu dan hal tersebut harus tercapai dengan cara apapun meskipun bertentangan dengan agama. Contohnya memuaskan hasrat dengan bercinta, ingin makan dan minum, ingin marah kepada seseorang, dan masih banyak lagi contoh tentang hawa nafsu.
Apakah Hawa Nafsu Merupakan Hal Tercela.?

Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah menjelaskan dalam kitabnya tersebut bahwa hawa nafsu diciptakan ada pada diri manusia guna menjaga kelangsungan hidupnya. Sebab, kalaulah tidak ada nafsu makan, minum dan nikah, tentulah manusia akan mati dan punah, karena tidak makan, minum dan menikah. Hawa nafsu mendorong manusia meraih perkara yang diinginkannya, sedangkan marah mencegahnya dari perkara yang mengganggunya dalam kehidupannya. Maka tidak selayaknya hawa nafsu dicela atau dipuji secara mutlak tanpa pengecualian. Sebagaimana marah tidak boleh dicela atau dipuji secara mutlak pula.

Allah mencela ittiba’ul hawa (mengikuti hawa nafsu) di beberapa ayat yang banyak dalam Al-Qur'an, diantaranya adalah firman-Nya dalam Surat Al-Jatsiyah dan Al-Qashash.

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِ ۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ

"Tahukah kamu (Nabi Muhammad), orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan dibiarkan sesat oleh Allah dengan pengetahuan-Nya, Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya, siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Apakah kamu (wahai manusia) tidak mengambil pelajaran?" (QS. Al-Jaatsiyah [45]: 23)


فَاِنْ لَّمْ يَسْتَجِيْبُوْا لَكَ فَاعْلَمْ اَنَّمَا يَتَّبِعُوْنَ اَهْوَاۤءَهُمْۗ وَمَنْ اَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوٰىهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

"Jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginannya tanpa mendapat petunjuk dari Allah? Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim." (QS. Al-Qashash [28]: 23)


Sesuai keterangan diatas maka pada asalnya hawa nafsu itu adalah kecondongan jiwa kepada sesuatu yang disukainya, lalu jika condongnya kepada sesuatu yang sesuai dengan syari’at, maka terpuji, namun sebaliknya, jika kecondongannya kepada sesuatu yang bertentangan dengan syari’at, maka tercela. Sedangkan jika disebutkan hawa nafsu secara mutlaq tanpa terikat dalam kondisi tertentu atau disebutkan tentang celaan terhadap hawa nafsu, maka yang dimaksudkan dalam konteks itu adalah hawa nafsu yang tercela.

Jadi, Ia lawan atau kawan? Dalam menjalani kehidupan, hawa nafsu yang terpuji ibarat teman perjalanan bagi Anda, sedangkan hawa nafsu yang tercela adalah musuh Anda.

Hawa Nafsu Meliputi Dua Hal: Syubhat dan Syahwat
Mengikuti hawa nafsu yang tercela, bisa dalam masalah beragama (penyakit syubhat) atau dalam masalah syahwat dunia (penyakit syahwat), atau dalam kedua penyakit tersebut sekaligus. Ulama merinci sebagai berikut:
  • Jika terkait dengan hawa nafsu jenis syubhat, maka bisa sampai menjerumuskan seseorang ke dalam status ahli bid’ah dan dinamakan ahlul ahwa`. Dan kebiasaan salaf menamai ahli bid’ah dengan nama ahlul ahwa`.
  • Adapun hawa nafsu jenis syahwat, maka terbagi dua, yaitu dalam perkara yang mubah, seperti makan, minum, dan pakaian dan bisa juga dalam perkara yang diharamkan, seperti zina, khamr, dan pelakunya dinamakan dengan fajir, fasiq, atau pelaku maksiat.
Dari beberapa pemaparan di atas, maka selayaknya kita dapat menyimpulkan bahwa:
  • Iblis telah bersumpah untuk menyesatkan manusia sampai hari kiamat nanti.
  • Iblis akan menyesatkan dan menghalangi manusia agar tidak menempuh seluruh jalan kebenaran dan keselamatan. Iblis akan menjadikan kebatilan indah dalam pandangan manusia sehingga mereka terjerumus ke dalamnya.
  • Akan banyak orang yang mengikuti penyesatan iblis dan kita dianjurkan untuk meminta perlindungan dan penjagaan kepada Allah Azza wa Jalla dari Iblis dan pasukannya.
  • Jika terkait dengan hawa nafsu jenis syubhat, maka bisa sampai menjerumuskan seseorang ke dalam status ahli bid’ah.
  • Jika terkait hawa nafsu jenis syahwat, maka terbagi dua, yaitu dalam perkara yang mubah, seperti makan, minum, dan pakaian dan bisa juga dalam perkara yang diharamkan, seperti zina, khamr, dan pelakunya dinamakan dengan fajir, fasiq, atau pelaku maksiat.

16 November 2025

Toh Brama Dalam Budaya Arab Dan Jawa

Toh Brama Dalam Budaya Arab Dan Jawa

Toh Brama dalam budaya Jawa bermaksud tanda lahir yang melekat pada bayi yang baru dilahirkan, toh brama biasanya menempel di bagian-bagian tertentu bayi, seperti di pinggul, punggung, payudara, atau bahkan ada juga yang menempel pada kemaluan.

Toh Brama secara tampilan dapat dibagi dalam dua jenis, ada yang berwarna merah ada juga yang berwarna coklat kehitam-hitaman, namun belakangan yang berwarna coklat kehitam-hitaman kemudian dinamakan dengan tompel sehingga toh brama jenis ini dalam budaya Jawa pada nantinya dikeluarkan dari spesifikasi jenis toh brama itu sendiri meskipun secara modelnya menyerupai.

Toh Brama yang dimiliki bayi semenjak kecil itu akan terus ada sampai bayi itu menjelma menjadi manusia dewasa meskipun dalam kasus lain toh brama juga kadang menghilang dengan sendirinya.

Dalam budaya Jawa, khususnya di Cirebon, toh brama diidentikan dengan kesialan, dalam artian setiap bayi perempuan atau laki-laki yang memiliki toh brama pada bagian tubuhnya khususnya pada bagian kemaluanya akan membawa kesialan pada pasangannya.

Banyak kisah-kisah mitologi (Mitos/Legenda) dipulau Jawa yang menceritakan tentang seorang perempuan yang memiliki toh brama pada area kemaluanya kemudian menyebabkan laki-laki yang menyetubuhinya mati dalam kesialan. Jadi inget kisah dewi tanuran ganggang, anak Dewi Mandapa Ratu Kerjaan Sunda Talaga yang kemungkinan seperti itu juga.

Berdasarkan kisah-kisah mitologi tersebut itulah masyarakat yang mendiami pulau Jawa pada umumnya akan melakukan upacara ruatan atau upacara mengusir kesialan bagi keluarga yang memiliki bayi yang di identifikasi memiliki toh brama.

Jika di Jawa toh Brama dianggap sebagai tanda kesialan, maka tidak demikian dengan budaya Arab, yang dimaksud dengan budaya Arab dalam bahasan kali ini adalah Islam, meskipun budaya Arab juga pada dasarnya tidak bisa semuanya diidentikan dengan Islam.

Toh Brama dalam budaya Arab disebut Khatam, yang mana tanda kelahiran tersebut dipercaya merupakan tanda kebaikan, atau keberuntungan, dengan demikian dapatlah dinyatakan bahwa siapapun yang memiliki khatam maka baginya mempunyai tanda-tanda keistimewaan.

Dalam Islam sendiri makna khtam secara khusus bermaksud tanda-tanda kenabian yang melekat pada Nabi Muhamad SAW. Namun jika ditinjau dari tampilan khatam yang melekat pada tubuh Nabi Muhamad SAW sebagaimana yang dipaparkan dalam hadist-hadist shahih maupun penjelasan para sahabat maupun ulama jelas Khatam yang melekat pada Nabi tersebut pada dasarnya adalah Toh Brama.

Demikian bukti-bukti persamaan Toh Brama dengan Khatam sebagaimana yang terdapat dalam penjelasan Ulama dan hadist-hadist yang membahas mengenai Khatam:

حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ زَيْدٍ و حَدَّثَنِي سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ كِلاَهُمَا عَنْ عَاصِمٍ اْلأَحْوَلِ و حَدَّثَنِي حَامِدُ بْنُ عُمَرَ الْبَكْرَاوِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ يَعْنِي ابْنَ زِيَادٍ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَرْجِسَ قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَكَلْتُ مَعَهُ خُبْزًا وَلَحْمًا أَوْ قَالَ ثَرِيدًا قَالَ فَقُلْتُ لَهُ أَسْتَغْفَرَ لَكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: نَعَمْ وَلَكَ ثُمَّ تَلاَ هَذِهِ الْآيَةَ {وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ} قَالَ ثُمَّ دُرْتُ خَلْفَهُ فَنَظَرْتُ إِلَى خَاتَمِ النُّبُوَّةِ بَيْنَ كَتِفَيْهِ عِنْدَ نَاغِضِ كَتِفِهِ الْيُسْرَى جُمْعًا عَلَيْهِ خِيلاَنٌ كَأَمْثَالِ الثَّآلِيلِ

Artinya: Abdullah bin Sarjis Ra. berkata: “Saya pernah melihat dan makan roti serta daging (atau dia berkata bubur daging) bersama Rasulullah Saw.” Perawi berkata: “Saya bertanya kepada Abdullah bin Sarjis: “Apakah Nabi Muhammad memohonkan ampun untukmu?” Kemudian Abdullah bin Sarjis menjawab: “Ya, dan untuk kamu juga.” Lalu dia membaca ayat: “Mohonkanlah ampunan (hai Muhammad) atas dosamu dan dosa orang mukmin laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad ayat 19). Kemudian Abdullah bin Sarjis berkata: “Lalu saya berputar ke belakang Rasulullah dan saya melihat tanda kenabian di antara dua pundak beliau, yaitu dekat punuk pundak kirinya. Pada tanda kenabian itu ada tahi lalat sebesar kutil.”(HR. Muslim hadits no. 2346).


Imam al-Qurthubi R.a berkata: “Dalam hadits-hadits yang shahih menyatakan bahwa Khatam an-Nubuwwah adalah gumpalan daging berwarna merah terletak dekat dengan bahu sebelah kiri. Ketika Rasulullah Saw. masih kecil, Khatam an-Nubuwwah tersebut sebesar telur burung merpati dan kemudian membesar sekira segenggam tangan.” (Imam al-Munawi dalam Faidh al-Qadir).

Sementara itu pengertian Khatam dalam Syarh al-Barzanji dikatakan: “Ia (Khatam an-Nubuwwah) adalah daging atau lemak yang hitam (nampak timbul) bercampur kekuningan (seperti urat), lalu sekelilingnya itu ada bulu-bulu rambut yang beriring-iringan seperti bulu kuda (yang halus)".

Berdasarkan penjelasan mengenai Khatam yang melekat pada tubuh Nabi Muhamad SAW itu dapatlah dipastikan bahwa Khatam dilihat dari wujud fisiknya merupakan toh brama yang dikenal dalam budaya Jawa. Meningat bentuknya sama persis dengan toh brama (baik yang berwarna merah maupun yang berwarna coklat kehitam-hitaman).

Biografi Gajah Mada, Mahapatih Majapahit

Biografi Gajah Mada Mahapatih Majapahit
Biografi Gajah Mada Mahapatih Majapahit

Gajah Mada adalah salah satu tokoh besar dalam sejarah Nusantara, terutama dalam sejarah Kerajaan Majapahit. Ia dikenal sebagai seorang mahapatih yang berambisi menyatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Meskipun tidak banyak catatan sejarah yang pasti mengenai tanggal lahirnya, nama Gajah Mada tetap dikenang sebagai tokoh penting yang berperan dalam kejayaan Majapahit.

Kelahiran dan Masa Awal Kehidupan

Tidak ada catatan yang jelas mengenai tanggal lahir Gajah Mada. Berdasarkan perkiraan, ia lahir pada akhir abad ke-13, mungkin sekitar tahun 1270-an. Informasi tentang asal-usul keluarga dan masa kecilnya juga sangat minim, bahkan beberapa teori menyebutkan bahwa ia mungkin berasal dari keluarga sederhana. Namun, yang pasti, Gajah Mada merupakan seorang yang memiliki kecerdasan dan kemampuan militer yang luar biasa sehingga kariernya cepat menanjak di Kerajaan Majapahit.

Karier Awal di Majapahit

Gajah Mada mulai dikenal di Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Raja Jayanegara (1309–1328). Pada tahun 1319, Gajah Mada berhasil memadamkan pemberontakan Kuti yang sempat mengancam stabilitas kerajaan. Atas jasanya dalam peristiwa tersebut, ia dipercaya menjadi Patih Kahuripan dan kemudian dipromosikan menjadi Patih Daha, dua wilayah penting dalam Kerajaan Majapahit.

Pada tahun 1328, setelah Raja Jayanegara wafat, Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi naik tahta. Gajah Mada kemudian diangkat menjadi Mahapatih Majapahit pada tahun 1336. Pada saat pelantikannya, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa, yang menyatakan bahwa ia tidak akan menikmati kesenangan dunia sebelum berhasil menyatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.

Sumpah Palapa dan Penyatuan Nusantara
Biografi Gajah Mada Mahapatih Majapahit

Sumpah Palapa menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Gajah Mada. Ia memimpin berbagai ekspedisi militer untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan di Nusantara. Beberapa wilayah yang berhasil ditaklukkan antara lain Bali (1343), serta beberapa kerajaan di Sumatera, Kalimantan, dan Semenanjung Malaya. Gajah Mada juga berhasil menguasai wilayah di luar Nusantara, seperti Tumasik (Singapura), bahkan mencakup beberapa wilayah di Filipina dan Thailand Selatan.

Biografi Gajah Mada Mahapatih Majapahit

Ambisinya untuk menyatukan Nusantara menjadikan Majapahit sebagai salah satu kekuatan maritim terbesar di Asia Tenggara pada masanya. Di bawah pimpinan Gajah Mada, Kerajaan Majapahit mengalami masa kejayaannya dengan kekuasaan yang meliputi sebagian besar wilayah Nusantara.

Isi Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Gajah Mada beserta artinya:

“Sira Gajah Madapatih Amangkubumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”

Artinya: “Engkau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Engkau Gajah Mada, “Jika telah menundukkan seluruh Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit, Saya (akan) menyelesaikan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (akan) menyelesaikan puasa.”

Tragedi Bubat dan Akhir Karier
Biografi Gajah Mada Mahapatih Majapahit

Namun, karier Gajah Mada tidak terlepas dari kontroversi. Tragedi Bubat pada tahun 1357 menjadi noda dalam sejarah perjalanan hidupnya. Peristiwa ini terjadi ketika rombongan Raja Sunda datang ke Majapahit untuk menikahkan putri Sunda, Dyah Pitaloka, dengan Raja Hayam Wuruk. Namun, terjadi perselisihan antara Gajah Mada dan rombongan Sunda yang berakhir dengan pertempuran. Seluruh rombongan Sunda termasuk Dyah Pitaloka gugur dalam pertempuran tersebut. Setelah Tragedi Bubat, Gajah Mada mulai kehilangan pengaruh di istana, meskipun ia tetap dihormati sebagai Mahapatih.

Wafatnya Gajah Mada

Tidak ada catatan pasti mengenai tahun wafatnya Gajah Mada. Diperkirakan ia wafat antara tahun 1364–1365. Sejarawan mengutip Nagarakretagama, karya Mpu Prapanca, yang menyebutkan bahwa setelah Gajah Mada wafat, Hayam Wuruk merasa kehilangan dan tidak menunjuk pengganti sebagai Mahapatih Majapahit. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Gajah Mada meninggal pada tahun 1364, namun tahun ini masih menjadi perdebatan di kalangan ahli sejarah.

Setelah wafatnya, pengaruh dan warisan Gajah Mada tetap terasa dalam sejarah Nusantara. Sumpah Palapa yang ia ucapkan menjadi simbol persatuan bangsa dan cita-cita nasionalisme Indonesia, bahkan hingga saat ini.

Daftar Pustaka:
  • Mpu Prapanca. Nagarakretagama. Diterjemahkan oleh Slamet Muljana. Jakarta: Balai Pustaka, 1979.
  • Slamet Muljana. Gajah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara. Yogyakarta: LKIS, 2005.
  • Muh. Yamin. Gajah Mada, Pahlawan Persatuan Nusantara. Jakarta: Pustaka Rakyat, 1961.
  • Anthony Reid. Southeast Asia in the Age of Commerce, 1450–1680. New Haven: Yale University Press, 1988.
  • Denys Lombard. Nusa Jawa: Silang Budaya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1996.

Arti Nama Walangsungsang dan Cakrabuana

Arti Nama Walangsungsang dan Cakrabuana
Arti Nama Walangsungsang dan Cakrabuana

Setiap nama seseorang tentu mempunyai arti sebab jarang sekali nama yang tak memiliki arti, begitupun dengan nama Walangsungsang dan Cakrabuana memiliki artinya sendiri. Untuk dapat menemukan arti nama Walangsungsang dan Cakrabuana bisa dilakukan dengan cara melacaknya melalui pendekatan kebahasaan dan sejarah.

Secara bahasa Walangsungsang berasal dari dua kata Bahasa Suda, yaitu kata “Walang” dan “Sungsang”, kata Walang berarti “Belalang” sementara “Sungsang” berarti terbalik, dengan demikian arti nama Walangsungsang bermaksud “Belalang yang Terbalik” tidak ada yang tau secara pasti mengapa Prabu Siliwangi menamakan anaknya dengan nama demikian, akan tetapi pada umumnya penamaan orang dengan nama-nama binatang di pulau Jawa termasuk didalamnya orang Sunda sudah sangat umum dilakukan pada abad 13-16 Masehi.

Ada kemungkinan Walangsungsang lahir dari Rahim ibunya dengan cara sungasang atau ketika lahir yang keluar dari kemaluan ibunya bukan kepala terlebih dahulu melainkan kaki, sementara diambilnya kata walang ada kemungkinan sejak kecil Pangeran Walangsungsang seperti belalang, rupanya tinggi dan ramping. Sekali lagi bahwa ini adalah opini dari penulis saja.

Sementara itu mengenai arti kata Cakrabuana sebetulnya lebih mudah dilacak, karena nama tersebut disebutkan dalam sumber-sumber sejarah Cirebon. Kata Cakrabuana terdiri dari dua kata Bahasa Sunda, yaitu “Cakra” dan “Buwana” kata “Cakra” berarti “Nyakra=Pengemban” sementara kata “Buwana” berarti “Bumi/Tanah”.

Menurut Sejarah Cirebon, Pangeran Walangsungsang diberi gelar Cakrabuana oleh masyarakat Cirebon setelah ia menjabat sebagai “Pangaksabhumi” atau “Raksabumi” di Padukuhan Caruban. Jabatan tersebut dalam susunan kepemrintahan desa di Cirebon bertugas sebagai pengawas tanah dan bangunan di desa. Adapun maksud dari Cakrabuana adalah “seseorang yang mengemban jabatan Raksabumi atau Pangaksabhumi”.

Sekilas Tentang Pangeran Walangsungsang/Cakrabuana

Pangeran Walangsungsang sebetulnya adalah anak tertua Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) yaitu Raja kerajaan Sunda-Galuh (Pakuan Pajajaran) pertama dengan Subang Larang, putri dari Mangkubhumi Singapura.

Subang Larang adalah satu-satunya istri Prabu Siliwangi yang beragama Islam, soal keyakinan Pangeran Walangsungsang lebih memilih agama Ibundanya ketimbang agama ayahnya (Hindu-Budha). Kecintaannya terhadap agama Islam dikemudian hari menyebabkannya tidak disukai oleh kerbatnya di Istana, sehingga ia kemudian memilih untuk keluar dari Istana dan merantau mencari guru agama Islam serta menjadi seorang pengembara.

Arti Nama Walangsungsang dan Cakrabuana

Perantauan Pangeran Walangsungsang sampai di Gunung Jati, ia belajar agama Islam disana kepada Syekh Nurjati hingga dinikahkan dengan anaknya. Selain itu Pangeran Walangsungsang juga menikah dengan anak Ki Gedeng Alang-Alang seorang Kuwu Pedukuhan Caruban yang baru saja dibentuk, melalui mertuanya itulah Panngeran Walangsungsang dikemudian hari diangkat sebagai “Pangaksabhumi Caruban”.

Kedalaman ilmu-ilmu Islam yang didapat Pangeran Walangsungsang dari guru-gurunya di Jawa mapun dari guru-gurunya yang ada di Mekah selepas menunaika Ibadah Haji menyebabkannya menjadi seorang yang mumpuni dalam ilmu agama, sehingga Pangeran Walangsungsang menyebarkan agama Islam di wilayah Caruban. Selepas kematian Ki Gedeng Alang-Alang, Pangeran Cakrabuana menggantikan kedudukannya sebagai Kuwu Caruban, sehingga dikemudian hari Pangeran Walangsungsang juga dikenal oleh masyarakat Cirebon dengan panggilan “Mbah Kuwu Cirebon”. Selanjutnya Pedukuhan Caruban yang dibangun Pangeran Walangsungsang menjadi ramai, menjelma menjadi Kota dan Kemudian menjadi Negara Islam pertama di tanah Sunda.

02 November 2025

Pantai Indrayanti Gunung kidul, Wisata Pantai Jogja Bernuansa Bali

PANTAI INDRAYANTI GUNUNG KIDUL, WISATA PANTAI JOGJA BERNUANSA BALI

Objek Wisata Pantai Indrayanti
Objek Wisata Pantai Indrayanti - Kabupaten Gunungkidul sangat terkenal dengan pantai-pantainya yang masih alami, seperti pantai kukup, krakal dan Baron. Dari beberapa destinasi wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, ada pantai yang memiliki suasana seperti di Bali, pantai apakah itu?jawabannya Pantai Indrayanti. Di Wisata Pantai Indrayanti Gunung kidul tersebut terdapat restoran dan cottage yang berjajar rapi sehingga membawa kesan keindahan tersendiri di Pantai Indrayanti.
Pantai Indrayanti Gunung kidul, Wisata Pantai Jogja Bernuansa Bali
Obyek Wisata Pantai Indrayanti Gunungkidul mempunyai konsep yang berbeda dibandingkan dengan pantai-pantai yang ada di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Walaupun sama-sama memiliki hamparan pasir putih dan batuan karang, namun Pantai Indrayanti memiliki nuansa yang berbeda, bisa dikatakan pantai kutanya Yogyakarta. untuk menarik wisatawan baik asing maupun lokal pihak pengelola memberikan sentuhan yang terlihat modern, hal tersebut dapat dilihat pada penataan lokasi serta penyediaan fasilitas untuk menunjang kenyamanan para pengunjung di Kawasan Obyek Wisata Pantai Indrayanti Gunung kidul.

Saat anda memasuki lokasi ke Kawasan Wisata Pantai Indrayanti Jogja, anda akan dimanjakan dengan berbagai restoran yang berjejer rapi di sepanjang pinggir pantai, tak ketinggalan juga hamparan pasir putih dan batu karang yang semakin menjadikan Pesona Pantai Indrayanti terlihat indah yang tidak akan pernah ditemui di pantai-pantai yang ada di Kabupaten Gunungkidul.

Selain itu, konsep modern lain yang ditawarkan di Obyek Wisata Pantai Indrayanti adalah adanya fasilitas penyewaan jet sky untuk para pengunjung pantai. Dan satu hal yang perlu diperhatikan, jangan pernah membuang sampah sembarangan, karena akan dikenakan denda Rp 10 ribu, jadi tidak heran jika di Pantai Indrayanti terlihat bersih dan tertata rapi.
Wisata Pantai Jogja Bernuansa Bali
Sarana penunjang lainnya adalah cottage yang berjumlah tujuh yang letaknya di sekitar Pantai. Tempatnya sangat nyaman, karena selama menginap kita dapat menikmati suasana pantai pada malam hari. Untuk menginap di cottage, kita cukup membayar Rp 300 ribu – Rp 600 ribu per malam.

Nama Indrayanti sendiri berasal dari nama pengelola pantai. Pantai yang terletak di Kecamatan Tepus tersebut termasuk pantai bagian timur di Kabupaten Gunungkidul. Pantai Indrayanti memang lagi fenomenal saat ini. Para wisatawan banyak yang datang dari Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.

Untuk menuju Lokasi Kawasan Wisata Pantai Indrayanti cukup mudah, karena akses jalan menuju pantai tersebut sudah beraspal. Tapi disarankan untuk para wisatawan membawa kendaraan sendiri karena di lokasi Wisata Pantai Indrayanti tidak ada angkutan khusus untuk menuju lokasi pantai. Sementara untuk Tiket masuk sebesar Rp 5 ribu, baik untuk mobil pribadi maupun mini bus. Baca juga Pantai Baron Gunung kidul, Menikmati Muara Sungai Bawah Tanah Yang Eksotis

Demikian ulasan singkat mengenai Pantai Indrayanti, semoga bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat mengenai Pantai Indrayanti Gunung kidul, Wisata Pantai Jogja Bernuansa Bali. Terima kasih dan semoga bermanfaat. 

Menikmati Pesona Keindahan Goa Maharani Lamongan

MENIKMATI PESONA KEINDAHAN GOA MAHARANI LAMONGAN

Menikmati Pesona Keindahan Goa Maharani Lamongan

Objek Wisata Goa Maharani - Goa Maharani merupakan salah obyek wisata alam yang berada di Kecamatan paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Goa Maharani ditemukan pertama kali secara tidak sengaja pada tahun 1992 dan mulai diresmikan sebagai objek wisata pada tanggal 10 Maret 1994 oleh Bupati Lamongan. Gua yang disebut juga sebagai gua Istana Maharani ini berada di kedalaman 25 m dari permukaan tanah dengan rongga gua seluas 2500 m2.

Di Kawasan Objek Wisata Gua Maharani ini terdapat berbagai fasilitas sebagai sarana pendukung bagi para pengunjung obyek wisata goa maharani seperti tempat ibadah, klinik kesehatan, WC umum, area parkir yang luas, serta para pedagang makanan dan juga toko souvernir yang menyediakan oleh-oleh yang khas sehingga dengan adanya fasilitas ini membuat para pengunjung Objek Wisata Goa Maharani menjadi lebih nyaman.
Menikmati Pesona Keindahan Goa Maharani Lamongan


Saat anda memasuki wisata gua maharani, anda akan dimanjakan dengan pemandangan yang sungguh menakjubkan didalam goa maharani yaitu adanya stalaktit dan stalakmit yang memancarkan sinar warna-warni yang begitu indah. Hal inilah yang membuat wisata ke gua maharani berbeda daripada gua lainnya.

Untuk menuju Lokasi Kawasan Objek Wisata Goa Maharani dapat di akses dari kota Surabaya maupun Kabupaten Tuban menuju Lamongan karena lokasi goa maharani ini letaknya di tepi jalan perlintasan dari arah Gresik ke Tuban. Objek Wisata ini dibuka mulai Jam jam 07.30 sampai dengan jam 12.30 dan dibuka kembali pada jam 13.00 sampai dengan pukul 17.00 dan dibuka setiap hari untuk umum.  Jarak yang ditempuh dari Surabaya ke lamongan kurang lebih 60 km atau sekitar 1,5 jam perjalanan dengan naik kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi. Sedangkan dari Kabupaten Tuban sekitar 30 km atau sekitar setengah jam dengan naik kendaraan pribadi maupun umum untuk sampai ke Lamongan.
Keindahan Goa Maharani Lamongan
Demikian sekilas mengenai Wisata Goa Maharani, segala informasi mengenai objek wisata ini dirangkum dari berbagai sumber. Semoga ulasan singkat ini bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat mengenai Pesona Keindahan Goa Maharani Lamongan. Semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya.

Wisata Alam Sangeh Bali

WISATA ALAM SANGEH BALI

Wisata Alam Sangeh Bali

Wisata Alam Sangeh - Taman Wisata Alam Sangeh merupakan salah satu Obyek Wisata yang ada di Pulau Bali. Walaupun Sangeh belum setenar Pantai Kuta, Tanah Lot, ataupun tempat wisata lainnya di Bali, taman wisata sangeh ini juga memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung. Lokasi Objek Wisata Sangeh hanya terletak sekitar 20 km saja dari Denpasar.

Salah satu pesona dari  Taman Wisata Alam Sangeh Bali adalah wisata hutan yang didalamnya terdapat banyak sekali kera-kera yang menghuni sekitaran hutan sangeh. Untuk berkunjung ke sangeh, pengunjung hendaknya lebih berhati-hati, karena kera-kera yang berada di Sangeh terkenal dengan kejahilannya, seperti mengambil barang bawaan pengunjung, dan akan mengembalikannya kalau pengunjung memberikan makanan kesukaannya seperti pisang, kacang ataupun makanan lainnya. 
Wisata Alam Sangeh Bali

Yang menarik dari kera-kera penghuni Wisata Alam Sangeh adalah, mereka ternyata juga memiliki beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok memiliki satu pemimpin. Tapi dari kelompok-kelompok tersebut masih memiliki pemimpin tertinggi atau raja dari semua raja kera yang ada di Sangeh. Pemimpin tertinggi tersebut berdiam di suatu tempat yang paling luas. Ditempat raja kera ini tinggal terdapat sebuah Pura Yang sangat terkenal kesakralannya yaitu Pura Bulit Sari.

Layaknya manusia ketika hendak memilih calon pemimpinnya, kera-kera itu juga menetapkan kera yang dipilih yang dianggap memiliki kharisma dan kekuatan yang diatas rata-rata. Para pemimpin ini memiliki hak-hak yang melebihi kera lainnya terutama dalam mengawini kera betina atau dalam jatah makanan. Biasanya kera yang dituakan atau dianggap rajanya kera akan diberikan kesempatan untuk mendapatkan makanan sampai puas, baru setelah puas sisanya diberikan kepada kera lainnya.

Menurut pengelola Taman Wisata ini, Hutan Wisata Sangeng dibuat sebagai taman dari kerajaan Mengwi. Agar terlihat cantik taman ini ditanami pohon pala yang khusus didatangkan dari Gunung Agung. Sebenarnya rencana pembuatan taman ini sangat dirahasikan namun akhirnya pembuatan taman ini diketahui oleh beberapa orang, akibatnya pembuatan taman itu dihentikan, hingga akhirnya kawasan itu diberi nama Sangeh, yang artinya ada orang yang melihat.

Sangeh terletak 20 km di sebelah utara Denpasar, di seberang jalan menuju Pelaga. Selain kera, daya tarik dari objek wisata ini adalah pura yang terletak di tengah pohon pala yang disebut dengan Pura Bukit Sari. Hutan pohon pala merupakan areal suci pura yang dikeramatkan oleh masyarakat Desa Adat Sangeh.

Seperti yang dimaksud diatas, Taman Wisata Alam Sangeh, terletak di Desa Sangeh, Badung, Bali, sekitar 20 km di sebelah utara Denpasar, di seberang jalan menuju   Pelaga. yang mempunyai Daya tarik dari objek wisata ini adalah pura yang terletak di tengah   pohon pala yang disebut dengan Pura Bukit Sari.

Hutan pohon pala merupakan areal   suci pura yang dikeramatkan oleh masyarakat Desa Adat Sangeh. Di tengah hutan   lebat yang hijau terdapat banyak kera jinak yang sering mempesona   para wisatawan.
Hutan pohon pala

Selain pohon pala, masih ada tanaman yang terkenal di hutan Sangeh. Masyarakat setempat biasa menyebutnya Pohon Lanang Wadon, karena bagian bawah pohon itu berlubang sehingga menyerupai alat kelamin perempuan, sedangkan di tengah lubang tersebut tumbuh batang yang mengarah ke bawah yang terlihat seperti alat kelamin pria. Pohon itu tumbuh persis di pelataran depan tempat wisata Sangeh dan sebenarnya merupakan pohon pule.

Di Bali, pohon pule memiliki banyak keistimewaan karena kayunya sering digunakan untuk keperluan khusus, misalnya, membuat topeng yang dipakai sebagai sungsungan.

Pantai Krakal Jogja, Wisata Pantai Dengan Pesona Alamnya yang Mempesona

PANTAI KRAKAL JOGJA, WISATA PANTAI DENGAN PESONA ALAMNYA YANG MEMPESONA

Pantai Krakal Jogja, Wisata Pantai Dengan Pesona Alamnya yang Mempesona

Wisata Pantai Krakal Yogyakarta - Pantai Krakal merupakan salah satu obyek wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul yang menawarkan keindahan pesona alamnya dengan hamparan pasir putihnya yang bersih yang dipadukan dengan batuan karang di sekitar pantai. Kawasan Wisata Pantai Krakal Gunungkidul terbentang di ujung dari rangkaian pantai di sisi tenggara Kabupaten Gunungkidul, diantaranya Pantai Baron dan Kukup. Pantai Krakal terletak di wilayah desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari sekitar 65 km dari kota Yogyakarta yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam.
Pantai Krakal Gunungkidul

Perjalanan menuju Lokasi Kawasan Wisata Pantai Krakal ini, pengunjung akan disuguhkan pemandangan alam yang cukup mempesona yakni bukit-bukit kapur yang diselingi dengan teras-teras batu karang. Hal tersebut merupakan ciri dari daerah karts yang dikelola penduduk. Berdasarkan penelitian geologis, pada zaman dulu daerah Krakal merupakan dasar dari lautan yang oleh proses pengangkatan, dasar laut ini semakin lama semakin meninggi dan akhirnya muncul sebagai dataran tinggi. Batu-batuan karang yang nampak pada waktu itu, merupakan bekas rumah binatang karang yang hidup di lautan saat itu.

Panjang Pantai Krakal yang mencapai 40.000 meter membuat pantai ini menjadi pantai terpanjang di Kabupaten Gunungkidul. Beberapa pendapat bahkan tanpa ragu menyebut Krakal sebagai yang terindah. Sisi barat dan timurnya dibatasi dengan tebing karang. Selain bisa menikmati Pesona Alam Pantai Krakal, pengunjung juga dapat bermain-main dengan ombak di Pantai Krakal.

Kawasan Pantai Krakal Jogja

Ada satu hal yang unik di Kawasan Pantai Krakal Jogja ini, yaitu munculnya beragam ikan hias di waku tertentu. Ketika situasi laut sedang surut, munculah ikan hias seperti Kepe, Bustum dan Pogat yang mempunyai ukuran besar serta ikan hias Tliger yang kecil. Munculnya ikan hias biasanya bersamaan dengan munculnya lumut saat musim kemarau datang. Ikan-ikan ini juga lebih banyak bermunculan saat awal bulan dibanding akhir bulan.

Dengan pesona alamnya yang cukup menarik ini, membuat beberapa biro perjalanan wisata di Jawa Tengah maupun Yogyakarta juga sudah mulai mempromosikan pantai cantik ini dan pengelola pantai sudah mulai berbenah. Rencananya di dekat Kawasan objek Wisata Pantai Krakal ini akan dibangun resort sebagai fasilitas penunjang.

Bagi para pengunjung yang ingin menikmati pesona alam maupun melepas penat karena rutinitas pekerjaan ataupun hal-hal lainnya, jika ingin berkunjung ke Pantai Krakal anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Akses menuju pantai juga sudah tergolong bagus, karena sepanjang jalan menuju pantai sudah beraspal. Sementara untuk fasilitas di Pantai Krakal juga sudah cukup memadai seperti warung makan dan juga penginapan.

Demikian ulasan singkat mengenai Pantai Krakal Gunungkidul Yogyakarya,  segala informasi mengenai objek wisata pantai ini dirangkum dari berbagai sumber. semoga bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat mengenai Pantai Krakal Yogyakarta, Wisata Pantai Dengan Pesona Alamnya yang Mempesona. terima kasih dan semoga bermanfaat.

Awal Nama Margonda di Depok

AWAL NAMA MARGONDA DI DEPOK


Margonda
MARGONDA
Hallo sobat pengunjung blogku, kali ini kita akan membahas sejarah nama Margonda, mungkin kalian semua pernah mendengar Margonda di daerah Depok Jawa Barat, Tahukah kalian Margonda itu siapa..? Ya dia seorang pejuang indonesia yang gugur dalam peperangan.

Margonda (lahir di Bogor, Jawa Barat, meninggal dalam pertempuran ketika pasukannya menyerang tentara Inggris di Kalibata pada 16 November 1945) adalah salah seorang pejuang kemerdekaan. Namanya di abadikan sebagai nama jalan utama di Kota Depok.

Margonda lahir dan besar di Bogor, ia dan keluarganya tinggal di Jalan Ardio Bogor. Waktu masih sekolah, Margonda terkenal sebagai atlet berprestasi. Nama aslinya adalah Margana. Dia menikah dengan keponakan M.S. Mintaredja yang pernah menjadi menteri Sosial dalam kabinet Presiden Soeharto sekaligus ketua umum Partai Persatuan Pembangunan.

Margonda adalah nama seorang pemuda yang belajar sebagai analis kimia dari Balai Penyelidikan Kimia Bogor. Lembaga ini dulunya bernama Analysten Cursus. Didirikan sejak permulaan perang dunia pertama oleh Indonesiche Chemische Vereniging, milik Belanda.

Memasuki paruh pertama tahun 1940-an, Margonda mengikuti pelatihan penerbang cadangan di Luchtvaart Afdeeling, atau Departemen Penerbangan Belanda. Namun tidak berlangsung lama, karena 5 Maret1942 Belanda menyerah kalah, dan bumi Nusantara beralih kekuasaannya ke Jepang.


PERJUANGAN
Saat Jepang takluk dengan bom atom Amerika di Nagasaki dan Hiroshima pada tahun 1945, Margonda ikut aktif dengan gerakan kepemudaan yang membentuk laskar-laskar. Margonda bersama tokoh-tokoh pemuda lokal di wilayah Bogor dan depok mendirikan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) yang bermarkas di Jalan Merdeka, Bogor, umur Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) di bawah pimpinan Margonda relatif singkat. 

Mereka pecah dan anggotanya bergabung dengan BKR, Pesindo, KRISS dan kelompok kecil sejenis lainnya. Margonda masuk anggota BKR di Bogor. Setelah mengikuti pendidikan kemiliteran secara singkat, ia dimasukkan ke Batalion Kota Bogor dengan pangkat letnan muda. Dari Bogor, ia naik kereta api dan bergabung dengan pasukan Batalion I di Depok. Ketika gugur di Kalibata, bersama rekannya Sutomo mayatnya dibawa ke Bogor tempat kelahirannya. Keduanya dimakamkan di depan stasiun Bogor. Makam keduanya kemudian dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Dreded, Bogor.

GEDORAN DEPOK
Peristiwa terjadinya Gedoran Depok tak lepas dari sejarah awal berdirinya Depok oleh Cornelis Chastelein ( 1657-1714 ) saudagar VOC generasi awal yang memerdekakan orang Depok. sejak itu lah Cornelis Chastelein menjadi tuan tanah, yang kemudian menjadikan Depok memiliki pemerintahan sendiri, lepas dari pengaruh dan campur tangan dari luar.

Cornelis Chastelein mewariskan seluruh tanahnya kepada 12 marga budaknya yang berasal dari berbagai Indonesia dan memerdekakan mereka dalam wasiat yang dibuatnya sebelum meninggal. Meski bermuka pribumi dan berkulit coklat, 12 marga dan keturunan mereka bergaya hidup seperti orang Eropa, buah didikan sang tuan. Mereka inilah yang disebut sebagai 'Belanda Depok'. Sehari-hari mereka menggunakan bahasa Belanda.

Sejarah juga menyebut, Depok sudah lebih dulu merdeka sejak 28 Juni 1714. Mereka punya tatanan pemerintahan sendiri yakni Gemeente Bestuur Depok yang bercorak republik. Pimpinannya seorang presiden yang dipilih tiga tahun sekali melalui Pemilu. Daerah otonomi Chastelin ini dikenal dengan sebutan Het Gemeente Bestuur Van Het Particuliere Land Depok dan ternyata Pemerintah Belanda di Batavia menyetujui Pemerintahan Chastelin ini dan menjadikannya sebagai Kepala Negara Depok yang pertama.

Tak ayal jika mereka enggan bergabung dengan republik baru bernama Indonesia, Mengingat mereka sudah merdeka dan sudah punya Presiden sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945 yang di kumandangkan oleh Soekarno-Hatta.

Karena Depok tidak mengakui proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, akibatnya wilayah yang berjarak hanya beberapa kilometer dari Jakarta diserbu para pejuang kemerdekaan. Depok Di kepung dari seluruh penjuru mata angin, Depok di jarah takluk di bawah todongan senjata, orang Depok di paksa mengibarkan Bendera Merah Putih dan Teriak Merdeka, Siapapun yang membangkang kena hantam, Tak sedikit korban berjatuhan.

Huru-hara yang meletus pada tanggal 11 Oktober 1945 itu di kenal dengan Peristiwa Gedoran Depok untuk merebut Depok dari penjajah oleh para pejuang kemerdekaan. Namun tak berlangsung lama, NICA kembali menguasai Depok. pasukan NICA yang datang membonceng Sekutu menyerbu Depok untuk ‘membebaskan’ orang Depok yang ditawan TKR. Pejuang berhasil dipukul mundur. Tawanan wanita dan anak-anak Depok dibebaskan, dibawa ke kamp pengungsian di Kedunghalang, Bogor.

“Semenjak itu, kantor Gemeente Bestuur yang tadinya dijadikan markas TKR berubah menjadi markas NICA Memasuki bulan November, para pejuang yang tercerai-berai kembali menjalin koordinasi dan menyusun kekuatan. Mereka berencana merebut kembali Depok dari tangan NICA. “Para pejuang bersepakat menyerbu Depok tanggal 16 November 1945. Sandi perangnya saat itu Serangan Kilat,”

Pada saat itulah Margonda berencana kembali merebut Depok bersama para pejuang lain. Diantara ratusan pejuang yang gugur hari itu, terdapat Margonda, pimpinan AMRI. Margonda gugur 16 November 1945 di Kali Bata. Bukan Kalibata, Jakarta. Tapi Kali Bata Depok. Daerah bersungai di kawasan Pancoran Mas, Depok dan bermuara di Kali Ciliwung itu menjadi saksi gugurnya Margonda.

Peristiwa Gedoran Depok ini sering disebut sebagai revolusi sosial dipinggiran Jakarta. Melalui peristiwa inilah lahir tokoh-tokoh, seperti Margonda, Letnan Dua Tole Iskandar, dan Mochtar Sawangan. Nama pejuang itu kini diabadikan sebagai nama jalan utama di Kota Depok.