Legenda dan Cerita Rakyat Nusantara Legenda dan Cerita Rakyat Nusantara

PERISAI MUKMIN CHANNEL YOUTUBE

Berbagi kumpulan shalawat Nabi dan dzikir yang sangat baik di amalkan dalam kehidupan sehari hari

MP3 LAGU-LAGU PRAMUKA

Lagu-lagu pramuka yang ber-irama cerdas dan riang selalu setia menemani anggota pramuka, baik pada saat latihan rutin maupun berkemah, mengajak generasi bangsa untuk selalu memiliki jiwa dan keyakinan yang mantap dalam mengisi pembangunan nasional.

MP3 LAGU ANAK INDONESIA

Lagu anak Indonesia walaupun lirik lagunya singkat tapi isinya syarat dengan pesan orang tua terhadap anaknya. Bagi ada yang mempunyai anak kecil, sangat baik jika menguasai lagu-lagu khusus untuk anak-anak karena disamping liriknya mudah diingat juga lagu lagu tersebut mengandung pesan moral yang baik bagi anak kita tercinta.

MP3 LAGU DAERAH NUSANTARA INDONESIA

Nusantara Indonesia yang bergitu luas terdiri dari beragam macam etnis dan suku budaya yang masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda satu sama lainnya. Salah satu budaya daerah yang selalu menjadi kebanggaan daerah masing-masing bahkan menjadi kebanggaan nasional adalah berupa Lagu Daerah.

MP3 LAGU PERJUANGAN DAN WAJIB NASIONAL

Lagu atau musik perjuangan ialah lagu yang membangkitkan semangat persatuan untuk melawan penjajah. Mengingat, mengenang, memperkenalkan kepada generasi muda bangsa indonesia bagaimana semangat dan perjuangan pahlawan-pahlawan yang telah berjasa membela negara di masa lampau.

JELAJAH WISATA DI INDONESIA

Indonesia kaya akan Keindahan alamnya, masing-masing punya pesona dan keistimewaan khas tersendiri yang tak akan dapat ditemukan di belahan bumi manapun. Tidak hanya itu, tempat wisata buatan pun juga ikut meramaikan bursa tempat wisata pilihan di indonesia. Dengan mengetahuinya kita akan tertarik, namun dengan menyaksikannya langsung akan membuat decak kagum terpesona.

77 WARISAN BUDAYA INDONESIA

Indonesia sebagai bangsa yang besar dan memiliki keanekaragaman suku dan budaya memiliki jutaan warisan karya kebudayaan yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh seluruh anak bangsa, seringnya budaya milik indonesia yang diklaim sebagai budaya asli negara lain.

19 April 2026

Karomah Surah Al-Fatihah Untuk Hajat

Surat Al-Fatihah merupakan surat yang paling sering dibaca oleh umat Islam, baik saat melaksanakan sholat maupun di luar sholat. Ketika seorang Muslim membaca Al-Fatihah di luar sholat. Dalam salah satu hadits disebutkan Rasulullah menyatakan bahwa surat Al-Fatihah memiliki faedah dan manfaat yang sangat besar. Salah satunya ialah pahala yang besar bagi orang yang membacanya. Rasulullah bersabda:

بيْنَما جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النبيِّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، سَمِعَ نَقِيضًا مِن فَوْقِهِ، فَرَفَعَ رَأْسَهُ، فَقالَ: هذا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ اليومَ لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إلَّا اليَومَ، فَنَزَلَ منه مَلَكٌ، فَقالَ: هذا مَلَكٌ نَزَلَ إلى الأرْضِ لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إلَّا اليَومَ، فَسَلَّمَ، وَقالَ: أَبْشِرْ بنُورَيْنِ أُوتِيتَهُما لَمْ يُؤْتَهُما نَبِيٌّ قَبْلَكَ: فَاتِحَةُ الكِتَابِ، وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ البَقَرَةِ، لَنْ تَقْرَأَ بحَرْفٍ منهما إلَّا أُعْطِيتَهُ.

Artinya:"Ketika Jibril sedang duduk di dekat Rasulullah SAW, ia mendengar suara berlawanan dari atasnya. Maka ia mengangkat kepala dan berkata: "Ini adalah pintu dari langit yang dibuka hari ini, yang sebelumnya tidak pernah terbuka selain hari ini." Lalu turunlah dari langit seorang malaikat, lalu ia berkata: "Inilah malaikat yang turun ke bumi, yang sebelumnya tidak pernah turun kecuali hari ini." Ia memberi salam dan berkata: "Berbahagialah engkau dengan dua cahaya yang tidak diberikan kepada nabi sebelummu, yaitu Al-Fatihah dan akhir surat Al-Baqarah. Tidaklah kamu membaca satu huruf pun darinya kecuali akan diberi pahala." (H.R Muslim)


Hadits ini dijelaskan dalam Mausu’ah Hadits sebagai berikut:

بيْنَما جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النبيِّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، سَمِعَ نَقِيضًا مِن فَوْقِهِ، فَرَفَعَ رَأْسَهُ، فَقالَ: هذا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ اليومَ لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إلَّا اليَومَ، فَنَزَلَ منه مَلَكٌ، فَقالَ: هذا مَلَكٌ نَزَلَ إلى الأرْضِ لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إلَّا اليَومَ، فَسَلَّمَ، وَقالَ: أَبْشِرْ بنُورَيْنِ أُوتِيتَهُما لَمْ يُؤْتَهُما نَبِيٌّ قَبْلَكَ: ‎كان المَلك جبريل عليه السلام قاعدًا عند النبي صلى الله عليه وسلم، فسمع صوتًا من السماء كصوت الباب إذا فُتح، فرفع جبريل رأسه وبصره إلى السماء، ثم أخبر النبي صلى الله عليه وسلم أن هذا باب من السماء فُتح اليوم، ولم يَسبق أنْ فُتح قط إلا هذا اليوم، فنزل منه ملك من الملائكة إلى الأرض، لم ينزل من قبل إلا هذا اليوم، فسلّم الملك على النبي صلى الله عليه وسلم، وقال له:‎ أبشر بنورين أعطيتهما لم يعطهما نبي قبلك؛ وهما: سورة الفاتحة، وآخر آيتين من سورة البقرة. ‎ثم قال الملك: لن يقرأ أحد بحرف منهما إلا آتاه الله تعالى ما فيهما من الخير والدعاء والطلب

Artinya:"Malaikat Jibril sedang duduk bersama Nabi, dan dia mendengar suara dari langit seperti suara pintu yang dibuka, lalu malaikat Jibril mengangkat kepalanya dan menatap langit, lalu dia mengabarkan kepada Nabi, bahwa suara ini adalah pintu dari langit (surga) yang dibuka hari ini, dan tidak pernah dibuka kecuali hari ini, kemudian para malaikat turun ke bumi, yang belum pernah turun sebelumnya kecuali hari ini, lalu para malaikat menyapa Nabi, dan berkata kepadanya: Bergembiralah atas dua cahaya yang telah kami berikan, yang tidak diberikan kepada seorang nabi sebelum kamu; yaitu: Surat Al-Fatihah, dan dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah. Kemudian malaikat berkata: Tidak ada yang akan membaca satu huruf dari dua surat di atas kecuali Allah akan memberinya apa yang ada di dalamnya dari kebaikan, permohonan dan permintaan."


Oleh sebab itu, banyak kalangan umat Islam yang memperbanyak membaca surat Al-Fatihah dengan harapan banyak pula kebaikan dan keberkahan yang menghampirinya. Darul Ifta Misriyah mengatakan:

بيْنَما جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النبيِّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، سَمِعَ نَقِيضًا مِن فَوْقِهِ، فَرَفَعَ رَأْسَهُ، فَقالَ: هذا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ اليومَ لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إلَّا اليَومَ، فَنَزَلَ منه مَلَكٌ، فَقالَ: هذا مَلَكٌ نَزَلَ إلى الأرْضِ لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إلَّا اليَومَ، فَسَلَّمَ، وَقالَ: أَبْشِرْ بنُورَيْنِ أُوتِيتَهُما لَمْ يُؤْتَهُما نَبِيٌّ قَبْلَكَ قراءة الفاتحة لها فضل عظيم كما أكدت ذلك نصوص الشريعة الإسلامية؛ فالله تعالى يقول: ﴿وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ المَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ﴾ [الحجر: 87].

Artinya:"Membaca Fatihah memiliki keistimewaan luar biasa seperti yang telah ditegaskan dalam syariat Islam, sebab Allah berfirman: Dan telah aku berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan seluruh isi Quran yang agung."((QS. Al-Hijr: 87))


Ibnu Jarir mengungkapkan sebagian ulama berbeda pendapat bahwa Sab'ah Matsani adalah ayat-ayat panjang.

بيْنَما جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النبيِّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، سَمِعَ نَقِيضًا مِن فَوْقِهِ، فَرَفَعَ رَأْسَهُ، فَقالَ: هذا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ اليومَ لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إلَّا اليَومَ، فَنَزَلَ منه مَلَكٌ، فَقالَ: هذا مَلَكٌ نَزَلَ إلى الأرْضِ لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إلَّا اليَومَ، فَسَلَّمَ، وَقالَ: أَبْشِرْ بنُورَيْنِ أُوتِيتَهُما لَمْ يُؤْتَهُما نَبِيٌّ قَبْلَكَاختلف أهل التأويل في معنى السبع الذي أتى الله نبيه صلى الله عليه وسلم من المثاني ، فقال بعضهم عني بالسبع: السبع السور من أوّل القرآن اللواتي يُعْرفن بالطول ، وقائلو هذه المقالة مختلفون في المثاني، فكان بعضهم يقول: المثاني هذه السبع، وإنما سمين بذلك لأنهن تُثْنَى فيهنّ الأمثالُ والخبرُ والعِبَر.

Artinya:"Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang makna tujuh surat yang diturunkan Allah kepada Nabi dari surat-surat Matsani: Tujuh surat Al-Qur`ān yang dikenal dengan panjangnya, dan mereka yang mengatakan demikian berbeda pendapat tentang Matsani, maka sebagian dari mereka berkata, "Matsani adalah tujuh surat: Surat Matsani adalah tujuh surat yang panjang, tetapi dinamakan demikian karena di dalamnya terdapat perumpamaan-perumpamaan, berita-berita, dan pelajaran-pelajaran."


Riwayat lain mengatakan:

عن سعيد بن جبير، في قوله ( وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي ) قال: هي الطُّوَل: البقرة، وآل عمران، والنساء، والمائدة، والأنعام، والأعراف، ويونس.

Artinya:"Said bin Jubair mengomentari "tujuh surat Matsani," dia berkata, "Itu adalah ayat-ayat yang paling panjang: Al-Baqarah, Alu-Imran, Al-Nisa, Al-Maidah, Al-Anam, Al-Araf, dan Yunus."

Sedangkan riwayat Ibnu Sirin mengatakan:

عن ابن سيرين، قال: سئل ابن مسعود عن سبع من المثاني، قال: فاتحة الكتاب.

Artinya:"Dari Ibn Sirin, ia berkata bahwa Ibnu Masud ditanyai terkait tujuh ayat matsani, Ibnu Masud menjawab fatihah Al-Quran."


Prof. M. Quraish Sihab berpendapat bahwa Sab'ah Matsani itu membaca surat Al-Fatihah berulang kali di dalam sholat. Pendapat ini yang paling masyhur. Namun meski demikian membaca surat Al-Fatihah berulang kali di luar sholat tetap mendapatkan keistimewaan luar biasa.

Doa Setelah Membaca Surat Fatihah 100 kali.

Bersumber dari kitab Dzikrul Ghafilin, bahwa membaca surat Al-Fatihah 100 kali setiap hari berasal dari Syarh Ihya Ulumuddin, Inarah Duja. Pembacaan 100 kali ini dapat diangsur ba'da subuh, duhur, ashar, maghrib dan isya. Setelah itu berdoa:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ، حَمدًا يُوافِي نِعَمَهُ وَيُكافِي مَزِيدَهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَسَلِّمْ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقَ الْفَاتحة الْمُعَظَّمَةِ وَالسَّبْعِ الْمَثَانِي أَنْ تَفْتَحَ لَنَا بكُلِّ خَيْرٍ وَأَنْ تَتفَضَّلَ عَلَيْنَا بِكُلِّ خَيرٍ وَأَن تَجْعَلَنَا مِنْ أَهْلِ الخَيْرِ وَأَن تُعَامِلَنَا مُعَامَلَتَكَ لِأَهْلِ الْخَيْرَ وَأَنْ تَحْفَظَنَا فِي اَدْيَانِنَا وَأَنفُسِنَا وَأَوْلَادِنَا وَأَهْلِنَا وَأَصْحَابِنَا وَأَحْبَابِنَا مِنْ كُلْ مِحْنَةٍ وَفِتْنَةٍ وَبُؤْسٍ وَضَيْرِ إِنَّكَ وَلِىٌّ كُلِّ خَيْرٍ وَ مُتَفَضِّلٌ بِكُلِّ خَيرٍ ومُعْطٍ لِكَلِّ خَيْرٍ يَا ارحم الراحمِينَ ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحبِهِ وَسَلَّمَ .

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Hamdan yuwafi ni'amahu wa yukafi mazidah, Allahumma shalli ala sayyidina Muhammadin wa ala ahli baitihi wa sallim, Allahumma inni as'aluka bi haqqil fātihati al-mu'adzzamati was sab'il matsani an taftaha lana bikulli khairin wa an tatafaddala alaina bikulli khairin wa an taj'alana min ahlil khair, wa an tu'amilana mu'amalataka li ahlil khair wa an tahfadzana fi adyanina wa anfusina wa auladina wa ahlina wa ashabina wa ahbabina min kulli mihnatin wa bu'sin wa dlair, innaka waliyyun kulli khair, wa mutafaddilun bikulli khairin wa mu'tin likulli khairin ya arhamarrahimin. Wa shallallahu ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa shohbihi wasallam.

Artinya:"Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, atas nikmat-Nya yang cukup dan bermanfaat, semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya, Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, dengan lantaran Al Fatihah yang agung dan tujuh ayat yang diulang, untuk membukakan bagi kami segala kebaikan, melimpahkan kepada kami segala kebaikan, menjadikan kami termasuk golongan orang-orang yang berbuat baik, menjadikan kami termasuk golongan orang-orang yang berbuat baik, dan perlakukan kami sebagaimana Engkau memperlakukan golongan orang-orang yang berbuat baik, serta melindungi agama kami, jiwa, anak-anak, keluarga, sahabat dan orang-orang yang kami cintai dari segala bahaya, kesengsaraan, dan bahaya. Wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan Engkau adalah penjaga segala kebaikan, pemberi segala kebaikan, dan pemberi segala kebaikan, dan shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad saw. beserta keluarga dan para sahabatnya."


Ijazah Shalawat Rezeki KH Abdullah Faqih

KH. Abdullah Faqih adalah ulama yang kharismatik sekaligus pengasuh generasi keenam Pon. Pes. Langitan. Beliau merupakan kiai yang sederhana dengan sifat tawadu yang luar biasa.

Selain itu beliau juga mempunyai kiprah yang berpengaruh bagi NU, hal ini terbukti karena seringnya beliau dijadikan rujukan oleh kaum nahdliyin. Bahkan KH. Abdullah Faqih atau yang biasa disebut Mbah Yai Faqih itu menjadi sumber rujukan Bapak Presiden keempat, yaitu KH. Abdurrahman Wahid mengenai permasalahan negara. Oleh karena itu, di bawah ini akan diungkapkan secara singkat biografi beliau.

Ijazah Shalawat Rezeki KH Abdullah Faqih Langitan
Masa Kecil

KH. Abdullah Faqih dilahirkan di Mandungan, Widang, Tuban, Jawa Timur. Beliau merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, dari pasangan Kiai Rofi’i dan Nyai Khodijah.

Mengenai tanggal kelahiran beliau, masih terdapat perbedaan pendapat. Namun pendapat yang dipilih sebagaimana tertulis dalam KTP beliau. Yaitu tepat tanggal 2 Mei 1932 M. Atau 1 Muharram 1351 H. Pada hari Sabtu.

Pada saat umur 7 tahun, beliau ditinggal sang ayahanda. Semenjak Ayahanda wafat, ibu beliau dinikahi KH. Abdul Hadi Zahid (pengasuh Ponpes. Langitan, generasi k-4). Dan semenjak itulah, kehidupan beliau diarahkan oleh KH. Abdul Hadi, dari mondok hingga berkeluarga.

Rihlah Ilmiah

Setelah belajar pada KH. Abdul Hadi zahid. KH. Abdullah Faqih muda meneruskan rihlah ilmiahnya ke beberapa pesantren. Salah satunya adalah pondok pesantren asuhan KH. Ma’shum yang berada di Lasem. Pondok pesantren asuhan KH. Abu Fadhol Senori dan Pondok pesantren KH. Dalhar Watucongol, serta beberapa pesantren lain.

Perjalanan rihlah ilmiah beliau itu ditempuh dengan waktu yang relatif singkat, yaitu hanya empat tahun, sebagaimana pengakuan beliau sendiri pada suatu kesempatan.

“Di Lasem –mondok dua setengah tahun. Di Senori enam bulan. Setelah itu satu bulan pindah ke pesantren lain. Total semuanya tidak lebih dari empat tahun” Kata beliau.

Berkeluarga dan Mengasuh Pesantren

Selama mondok di Lasem, KH. Ma’shum memiliki perhatian lebih kepada KH. Abdullah Faqih Muda. Puncaknya, beliau dinikahkan dengan Nyai Hunainah binti Kiai Bisri, putri persusuan (radha) sekaligus keponakan KH. Maksum. Hasil dari pernikahan ini, beliau dikarunia 12 orang anak.

Setelah kembali ke Langitan dengan memboyong keluarga, beliau langsung ikut mengabdi ke pesantren. Pada saat KH. Abdul Hadi Zahid wafat karena usia lanjut, beliau ditetapkan sebagai pengasuh pesantren didampingi KH. Ahmad Marzuqi yang juga merupakan pamannya.

Pada saat mengasuh pesantren, beliau dikenal sebagai kiai yang disiplin. Rajin terus ke kamar-kamar untuk mengajak belajar, musyawarah, dan shalat malam. Begitu pula dalam ketertiban suasana, beliau cinta kebersihan sehingga kondisi pondok yang tidak bersih akan mendapat perhatian serius dari Beliau.

Selain itu, Pada masa mengasuh pesantren, banyak ide dan gagasan beliau yang disalurkan dan masih ada hingga saat ini. Sebagaimana yang terjadi dalam model kepengurusan pondok, dimana beliau merumuskan empat pilar kepengurusan pesantren, yaitu: Majelis Idarah, Majelis An Nuwwab, Majelis Tahkim, dan Majelis Amn.

Wafat

Tepat pada hari Rabu, 29 Februari 2012 M. Usai shalat maghrib sekitar pukul 18.30 WIB, beliau dipanggil ke hadiratnya.

Bumi pun berduka karena ditinggal ulama yang penuh kharisma. Kabar meninggalnya beliau langsung tersebar melalui pesan antar mulut, sms, dan dunia maya. Beliau dimakamkan pada pukul 12.30 Wib. Hari Kamis, 1 Maret 2012 M. Diantara pusara para pendahulu pengasuh pesantren Langitan.

Kisah Nyata Shalawat Pembuka Rezeki dan Ijazah Pelunas Hutang KH Abdullah Faqih Langitan

Pernahkah Anda berada di titik di mana hidup terasa buntu, usaha bangkrut, dan hutang menumpuk tanpa jalan keluar? Dalam kondisi penuh tekanan, seringkali kita bingung harus berbuat apa. Namun, bagi para pecinta shalawat, pertolongan Allah SWT selalu dekat melalui wasilah amalan para ulama. Salah satu kisah yang paling menggetarkan hati datang dari KH Rifki Agus Maksum (Mlangi, Yogyakarta) yang mendapatkan Ijazah Shalawat Pembuka Rezeki langsung dari gurunya, ulama kharismatik asal Tuban, Almaghfurlah Syaikhina KH Abdullah Faqih Langitan.

Hanya dengan mengamalkan dua kalimat shalawat sederhana secara istiqomah yaitu: "Shallallaahu alaa Muhammad, Shallallaahu alaika Yaa Muhammad", keajaiban datang dalam waktu kurang dari 30 hari beliau mengamalkannya. Tidak hanya hutang ratusan juta yang lunas seketika, namun keberkahan amalan ini juga mengantarkan beliau hingga ke tanah suci. Simak selengkapnya kisah inspiratif dan bacaan shalawat pelunas hutang yang terbukti membawa rahmat dalam video diatas.

Biografi KH Abdul Wahab Hasbullah, Pahlawan Nasional

Profil Lengkap KH Abdul Wahab Hasbullah: Sang Inisiator Nahdlatul Ulama dan Pahlawan Nasional

Foto KH Abdul Wahab Hasbullah Pendiri NU

KH. Abdul Wahab Hasbullah (Mbah Wahab) adalah ulama kharismatik yang dikenal sebagai "Bapak Pendiri Nahdlatul Ulama (NU)". Beliau merupakan sosok multi bakat: seorang organisator ulung, politisi cerdas, pejuang kemerdekaan, sekaligus pendidik pesantren yang berpandangan modern.

Biodata dan Silsilah
  • Nama Lengkap: KH Abdul Wahab Hasbullah
  • Lahir: 31 Maret 1888, di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur
  • Wafat: 29 Desember 1971 (Usia 83 tahun)
  • Orang Tua: Putra pertama dari KH Hasbullah Said (pengasuh Pesantren Tambakberas) dan Nyai Hj. Lathifah
  • Hubungan Keluarga: Silsilah beliau bertemu dengan KH Hasyim Asy'ari pada datuk yang sama, yaitu Kiai Shihah.

Riwayat Pendidikan: Pengembaraan Ilmu 20 Tahun

Masa muda Mbah Wahab dihabiskan untuk menimba ilmu dari satu pesantren ke pesantren lain selama kurang lebih 20 tahun:
  • Pendidikan Dasar:Dibimbing langsung oleh ayahnya di Pesantren Tambakberas hingga usia 13 tahun.
  • Pesantren di Jawa: Nyantri di Pesantren Langitan (Tuban), Mojosari (Nganjuk), Tawangsari (Sepanjang), hingga berguru pada Syaikhona Kholil Bangkalan (Madura).
  • Pesantren Tebuireng: Menjadi murid langsung Hadratusy-syekh KH. Hasyim Asy'ari.
  • Mekah (1914): Belajar selama 5 tahun di tanah suci di bawah bimbingan Syekh Mahfudz at-Tarmasi dan Syekh Said al-Yamani.

Peran Kunci dalam Berdirinya Nahdlatul Ulama (NU)

Mbah Wahab adalah motor penggerak utama lahirnya NU pada 31 Januari 1926. Sebelum NU resmi berdiri, beliau menginisiasi beberapa organisasi perintis:
  • Tashwirul Afkar (1914):Forum diskusi intelektual dan kursus perdebatan bagi santri di Surabaya.
  • Nahdlatul Wathan (1916): Organisasi pemuda Islam yang menanamkan rasa nasionalisme (Kebangkitan Tanah Air).
  • Nahdlatut Tujjar (1918): Organisasi pemberdayaan ekonomi kaum santri.
  • Komite Hijaz: Delegasi yang dikirim ke Mekah untuk memperjuangkan kebebasan bermazhab di depan Raja Ibnu Saud.

Kontribusi bagi Bangsa dan Kemerdekaan

Beliau tidak hanya berjuang di atas mimbar, tetapi juga di medan pertempuran dan diplomasi:
  • Panglima Laskar Hizbullah: Memimpin laskar santri dalam melawan penjajah Jepang dan Belanda.
  • Pencipta Lagu "Ya Lal Wathon": Lagu semangat nasionalisme yang diciptakan tahun 1934 untuk menumbuhkan cinta tanah air di kalangan santri.
  • Negarawan: Pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dan aktif meredam gejolak politik di era Presiden Soekarno.
  • Pelopor Kebebasan Berpikir: Menggagas sistem kepemimpinan dua badan di NU (Syuriyah dan Tanfidziyah) untuk menyatukan kaum tua dan muda.

Penghargaan dan Warisan

Atas jasa-jasanya yang luar biasa bagi kemerdekaan dan keutuhan NKRI, KH. Abdul Wahab Hasbullah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Joko Widodo pada 7 November 2014. Beliau dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Ijazah Amalan "Huwal Habib"

Salah satu ijazah amalan yang paling masyhur dari KH. Abdul Wahab Hasbullah adalah pembacaan penggalan Qasidah Burdah, khususnya bait "Huwal Habib". Mbah Wahab sering memberikan ijazah ini kepada para santrinya di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, terutama saat menghadapi situasi genting atau urusan besar bagi bangsa dan Nahdlatul Ulama.

Teks Amalan:

هُوَالْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ ۞ لِكُلّ هَوْلٍ مِنَ الْأِهْوَالِ مُقْتَحِـــــــمِ

Huwal habiibulladzii turjaa syafaa’atuhu, likulli hawlin minal ahwaali muqtahimi)


Waktu Pengamalan: Biasanya dibaca secara rutin setiap habis salat Maghrib.

Tujuan/Fadhilah: Digunakan sebagai ikhtiar batin untuk memohon pertolongan Allah agar segala urusan dipermudah, dijauhkan dari malapetaka, serta diberikan kelancaran dalam perjuangan.

Tata Cara Mengamalkan (Berdasarkan Tradisi Tambakberas):

Menurut penuturan para pengasuh di Pesantren Tebuireng dan Tambakberas, ijazah ini sering diawali dengan tawasul:
  • Tawasul (Kirim Fatihah): Khususnya kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, dan KH Abdul Wahab Hasbullah.
  • Membaca Surat Pendek: Al-Fatihah, Al-Ikhlas, An-Nas, Al-Falaq, dan Ayat Kursi.
  • Membaca Sholawat Burdah: Bait Huwal Habib dibaca berulang kali sesuai arahan atau kebutuhan.

Pesan Bijak Mbah Wahab untuk Generasi Masa Kini

Tentang Persatuan: "Tidak ada senjata yang lebih tajam selain persatuan." (Pesan ini sering beliau sampaikan untuk mengingatkan betapa pentingnya ukhuwah di tengah perbedaan).
Tentang Keberanian dan Perjuangan: "Jadilah kiai yang berjiwa pejuang, jangan menjadi kiai yang hanya menunggu pemberian."
Tentang Cinta Tanah Air (Hubbul Wathon): "Indonesia adalah rumah kita. Menjaganya adalah bagian dari iman, membela kehormatannya adalah kewajiban setiap jiwa." (Semangat ini tercermin jelas dalam lirik lagu Ya Lal Wathon yang beliau ciptakan).
Tentang Perubahan Zaman: "Kita harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, namun jangan pernah melepaskan akar tradisi dan nilai-nilai luhur agama kita."
Pesan untuk Santri dan Pemuda: "Santri harus mampu menjadi penerang di tengah kegelapan, bukan sekadar penonton di pinggir jalan sejarah."

12 Maret 2026

Keadaan Orangtua Setelah Meninggal Dunia

Keadaan Orang Tua Setelah Meninggal Dunia dan Menunggu Kiriman Doa dari Anaknya (Menurut Al-Qur’an dan Hadits)

Keadaan Orang Tua Setelah Meninggal Dunia dan Menunggu Kiriman Doa dari Anaknya
Kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari kehidupan baru di alam barzakh. Dalam ajaran Islam, ruh orang yang telah meninggal tetap hidup dalam dimensi yang berbeda. Mereka dapat merasakan kebahagiaan atau kesedihan sesuai dengan amal perbuatannya semasa hidup. Bagi orang tua yang telah wafat, ada satu hal yang sangat mereka nantikan dari dunia: doa dari anak-anaknya.

1. Kehidupan Setelah Kematian Menurut Al-Qur’an

Allah ﷻ menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa setelah kematian, manusia akan memasuki alam barzakh yaitu tempat menunggu sampai hari kebangkitan.

وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
“Dan di hadapan mereka ada barzakh (dinding pembatas) sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mu’minun: 100)

Ayat ini menegaskan bahwa setelah meninggal, ruh seseorang berada di alam penantian. Di sana, mereka bisa mendapatkan nikmat kubur atau azab kubur, tergantung amal mereka di dunia.


2. Orang Tua yang Beriman Akan Mendapat Nikmat di Alam Kubur

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila seorang hamba diletakkan di kuburnya, lalu ia menjawab pertanyaan malaikat dengan benar, maka dibukakanlah untuknya pintu surga. Ia pun mencium baunya dan merasa tenang.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Bagi orang tua yang beriman, kuburnya menjadi taman dari taman-taman surga. Ruh mereka mendapatkan ketenangan, terutama jika mereka memiliki anak-anak saleh yang senantiasa mendoakan.


3. Doa Anak: Hadiah Terindah untuk Orang Tua

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa doa anak saleh tidak hanya sampai kepada orang tua, tetapi juga menjadi sebab kebahagiaan dan cahaya bagi mereka di alam kubur. Setiap kali seorang anak membaca Al-Fatihah, istighfar, atau sedekah atas nama orang tuanya pahala itu langsung dikirimkan kepada ruh mereka.


4. Ruh Orang Tua Menunggu Kiriman Doa dari Dunia

Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa ruh orang yang telah wafat mengetahui amalan keluarganya di dunia. Para ulama menjelaskan bahwa ruh orang beriman merasa gembira ketika mendapatkan kiriman doa, dan bersedih ketika keluarganya lupa mendoakannya.

Imam As-Suyuthi dalam Syarh As-Sudur menulis:

“Sesungguhnya mayit bergembira dengan kebaikan yang dilakukan oleh keluarganya, dan pahala amalan itu disampaikan kepada mereka.”

Oleh karena itu, doa anak sangat berarti bagi orang tua. Mereka menunggu kiriman doa seperti seseorang yang menunggu kabar gembira dari orang yang dicintai.


5. Cara Anak Mengirimkan Doa untuk Orang Tua

Berikut amalan sederhana yang bisa dilakukan agar orang tua mendapatkan ketenangan di alam kubur:

  1. Membaca Al-Fatihah dan menghadiahkannya untuk ruh kedua orang tua.
    ➤ “Ilā ruhi abī wa ummī, Al-Fātiḥah…

  2. Membaca istighfar:
    ➤ “Allahummaghfir liwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira

  3. Bersedekah atas nama orang tua
    Sedekah apa pun, baik makanan, uang, atau bantuan kepada yang membutuhkan.

  4. Menjaga amal saleh dan akhlak baik, karena itu menjadi kebanggaan ruh orang tua di alam kubur.


6. Tanda Orang Tua Bahagia di Alam Kubur

Beberapa tanda ruh orang tua yang tenang dan bahagia di alam barzakh menurut penjelasan ulama:

  • Anak-anaknya rajin berdoa dan beramal saleh.

  • Ada ketenangan dalam keluarga setelah kepergian mereka.

  • Mimpi indah melihat orang tua tersenyum atau berpakaian putih.

  • Hati terasa damai setiap kali mendoakan mereka.

Tanda-tanda ini adalah pertanda baik bahwa doa anak diterima dan ruh orang tua mendapatkan ketenangan.


Kesimpulan

Setelah meninggal dunia, orang tua kita tidak hilang begitu saja. Mereka menunggu kiriman doa, bacaan Al-Fatihah, dan sedekah dari anak-anaknya. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, “Anak saleh yang mendoakan orang tuanya” adalah amal yang terus mengalirkan pahala dan menjadi sumber kebahagiaan di alam kubur.

Maka, jangan lewatkan hari tanpa mendoakan mereka. Sebab, doa seorang anak adalah cahaya yang menerangi kubur orang tua.


🎥 Video Terkait:

Setan dan Hawa Nafsu Manusia

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

"Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata.".(QS. Al Baqarah [2]: 168)


Dalam kehidupan ini, anda harus mengetahui musuh nyata yang ada dalam diri anda. Musuh anda bukanlah teman yang dengki kepada anda, bukanlah saudara yang membenci anda, ataupun orang lain yang ingin mencelakakan dan menjatuhkan anda. Tetapi ketahuilah bahwa musuh anda sesungguhnya adalah setan yang akan selalu menyesatkan anda dari jalan kebenaran dan menginginkan anda untuk bersamanya di neraka kelak, selain itu musuh yang harus anda lawan adalah Hawa Nafsu yang ada pada diri anda.

Setan

Setan dan hawa nafsu adalah sesuatu yang saling berkaitan untuk menjerumuskan manusia kedalam kenistaan dan ikut bersama dengan mereka di neraka kelak selama-lamanya. Setan tidak akan pernah bosan dan menyerah untuk menggoda anak cucu nabi Adam sesuai dengan permintaannya kepada Allah SWT ketika diusir dari surga yang bunyinya:

قَالَ فَبِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَۙ (16)
ثُمَّ لَاٰتِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَاۤىِٕلِهِمْۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ (17)

"Ia (Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian, pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur".(QS. Al-A’raf [7]: 16-17).


Maksud dari ayat di atas adalah Allah menjadikan iblis/setan sebagai orang yang tersesat karena telah membantah perintah Allah untuk hormat kepada nabi Adam AS dan takabbur, menganggap dirinya lebih mulya dari nabi Adam. Setelah itu Allah mengusir iblis dari surga dan iblis pun mengatakan bahwa ia akan selalu mengganggu anak cucu nabi Adam untuk ingkar kepada Allah dan menjadi teman mereka selamanya di dalam neraka. Iblis akan melakukan hal apapun untuk dapat menyesatkan manusia, ia akan mengepung manusia lewat depan, belakang, samping kanan, samping kiri sampai manusia tersebut ikut dengan mereka sehingga mereka tidak selamat dan binasa sebagaimana Iblis.

Bagaimana Mungkin Allah Subhanahu Wa ta’ala Menjadikan Iblis Tersesat.? Padahal Allah Tidak Memiliki Sifat Kekurangan!

Maka jawabannya adalah bahwa kehendak (Iradah) Allah Subhanahu Wata’ala ada dua, yaitu : Iradah kauniyah dan Iradah Syar’iyah. Iradah Kauniyah adalah kehendak yang di inginkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala untuk terjadi di alam semesta, namun tidak mesti hal tersebut disukai Allah, sedangkan Iradah Syar’iyah adalah keinginan yang Allah sukai, namun hal itu tidak mesti terjadi. Semua ini terjadi karena hikmah dan keadilan Allah Subhanahu Wata’ala. Allah-lah yang maha mengetahui segala hikmahnya dan Allah maha adil dengan seluruh yang Dia lakukan. ini merupakan sifat Allah yang maha sempurna.

Oleh karena itu, Imam al-Qurthubi rahimahullah menegaskan hal ini di dalam tafsirnya. Beliau rahimahullah berkata: “Madzhab Ahlussunnah menyatakan bahwa Allah Azza wa Jalla yang telah menjadikannya tersesat dan menciptakan kekufuran pada dirinya." Oleh karena itu, dalam ayat ini perbuatan yang menjadikan iblis sesat disandarkan kepada Allah Azza wa Jalla. Dan inilah yang benar. Tidak ada sesuatu apapun yang ada kecuali dia adalah ciptaan Allah Azza wa Jalla yang berasal dari kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala . Aliran al-Imamiyah, al-Qadariyah dan aliran yang lain telah menyelesihi syaikh (guru mereka), yaitu iblis, yang mana mereka mentaati iblis pada segala sesuatu yang dihiasi oleh iblis untuk mereka, tetapi tidak mentaatinya di dalam permasalahan ini. Mereka berkata, “Iblis telah berbuat kesalahan. Dan dia memang sering salah, karena dia telah menyandarkan kesesatan kepada Rabb-nya. Maha suci Allah dari hal tersebut.” Maka kita katakan kepada mereka (para pengikut aliran-aliran sesat tersebut), ‘Jika iblis (memang demikian), dia benar-benar sering berbuat kesalahan, lalu bagaimana pendapat kalian tentang perkataan Nabi yang mulia lagi ma’shûm (terjaga dari kesalahan), yaitu Nabi Nuh Alaihissallam. Beliau telah berkata kepada kaumnya:

وَلَا يَنْفَعُكُمْ نُصْحِيْٓ اِنْ اَرَدْتُّ اَنْ اَنْصَحَ لَكُمْ اِنْ كَانَ اللّٰهُ يُرِيْدُ اَنْ يُّغْوِيَكُمْ ۗهُوَ رَبُّكُمْ ۗوَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَۗ

"Nasihatku tidak akan bermanfaat bagimu sekalipun aku ingin menasihatimu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Tuhanmu dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan" (QS. Hud [11]: 34)


Siapakah yang Bisa Selamat dari Iblis/Setan.?

Allah SWT. Berfirman dalam Surat Ash-Shaad Ayat 82-85 yang artinya:

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ (82)
ۨاِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ (83)
قَالَ فَالْحَقُّۖ وَالْحَقَّ اَقُوْلُۚ (84)
لَاَمْلَـَٔنَّ جَهَنَّمَ مِنْكَ وَمِمَّنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ اَجْمَعِيْنَ (85)

"(Iblis) berkata, “Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali, hamba-hamba-Mu yang terpilih (karena keikhlasannya) di antara mereka. (Allah) berfirman, “Maka, yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan. Aku pasti akan memenuhi (neraka) Jahanam denganmu dan orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya.”(QS. Ash-Shaad [38]: 82–85)


Orang yang bisa selamat dari setan adalah mereka yang benar-benar percaya kepada Allah dan tidak menyembah selain Allah, orang-orang yang terjaga prilaku dan keimanannya. Harus kita ketahui bahwa iblis akan selalu menggoda manusia hingga mereka ikut dengannya, tetapi orang-orang yang tetap taat kepada Allah dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya lah yang akan selamat dari godaan setan/iblis dan ia akan masuk ke dalam surga-Nya bersama orang-orang yang taat, tetapi orang-orang yang menyekutukan Allah dan menyembah setan maka ia akan selama-selamanya di neraka Jahannam bersama setan yang mereka puja/sembah.

Hawa Nafsu
Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah mengatakan: “Hawa nafsu adalah kecondongan jiwa kepada sesuatu yang selaras dengan keinginannya” (Asbabut Takhallaush minal hawa, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah, hal.3).
Hawa nafsu dinamakan juga Al-Hawa karena bisa menjerumuskan seseorang ke dalam kenistaan atau ke dalam neraka. Orang yang menuruti kemauan hawa nafsu, hakikatnya untuk mencari kenikmatan semu dan kepuasan sesaat yang ada di dunia, tanpa berpikir panjang akibat yang akan mereka tanggung. Hawa nafsu akan timbul ketika kita menginginkan sesuatu dan hal tersebut harus tercapai dengan cara apapun meskipun bertentangan dengan agama. Contohnya memuaskan hasrat dengan bercinta, ingin makan dan minum, ingin marah kepada seseorang, dan masih banyak lagi contoh tentang hawa nafsu.
Apakah Hawa Nafsu Merupakan Hal Tercela.?

Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah menjelaskan dalam kitabnya tersebut bahwa hawa nafsu diciptakan ada pada diri manusia guna menjaga kelangsungan hidupnya. Sebab, kalaulah tidak ada nafsu makan, minum dan nikah, tentulah manusia akan mati dan punah, karena tidak makan, minum dan menikah. Hawa nafsu mendorong manusia meraih perkara yang diinginkannya, sedangkan marah mencegahnya dari perkara yang mengganggunya dalam kehidupannya. Maka tidak selayaknya hawa nafsu dicela atau dipuji secara mutlak tanpa pengecualian. Sebagaimana marah tidak boleh dicela atau dipuji secara mutlak pula.

Allah mencela ittiba’ul hawa (mengikuti hawa nafsu) di beberapa ayat yang banyak dalam Al-Qur'an, diantaranya adalah firman-Nya dalam Surat Al-Jatsiyah dan Al-Qashash.

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِ ۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ

"Tahukah kamu (Nabi Muhammad), orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan dibiarkan sesat oleh Allah dengan pengetahuan-Nya, Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya, siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Apakah kamu (wahai manusia) tidak mengambil pelajaran?" (QS. Al-Jaatsiyah [45]: 23)


فَاِنْ لَّمْ يَسْتَجِيْبُوْا لَكَ فَاعْلَمْ اَنَّمَا يَتَّبِعُوْنَ اَهْوَاۤءَهُمْۗ وَمَنْ اَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوٰىهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

"Jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginannya tanpa mendapat petunjuk dari Allah? Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim." (QS. Al-Qashash [28]: 23)


Sesuai keterangan diatas maka pada asalnya hawa nafsu itu adalah kecondongan jiwa kepada sesuatu yang disukainya, lalu jika condongnya kepada sesuatu yang sesuai dengan syari’at, maka terpuji, namun sebaliknya, jika kecondongannya kepada sesuatu yang bertentangan dengan syari’at, maka tercela. Sedangkan jika disebutkan hawa nafsu secara mutlaq tanpa terikat dalam kondisi tertentu atau disebutkan tentang celaan terhadap hawa nafsu, maka yang dimaksudkan dalam konteks itu adalah hawa nafsu yang tercela.

Jadi, Ia lawan atau kawan? Dalam menjalani kehidupan, hawa nafsu yang terpuji ibarat teman perjalanan bagi Anda, sedangkan hawa nafsu yang tercela adalah musuh Anda.

Hawa Nafsu Meliputi Dua Hal: Syubhat dan Syahwat
Mengikuti hawa nafsu yang tercela, bisa dalam masalah beragama (penyakit syubhat) atau dalam masalah syahwat dunia (penyakit syahwat), atau dalam kedua penyakit tersebut sekaligus. Ulama merinci sebagai berikut:
  • Jika terkait dengan hawa nafsu jenis syubhat, maka bisa sampai menjerumuskan seseorang ke dalam status ahli bid’ah dan dinamakan ahlul ahwa`. Dan kebiasaan salaf menamai ahli bid’ah dengan nama ahlul ahwa`.
  • Adapun hawa nafsu jenis syahwat, maka terbagi dua, yaitu dalam perkara yang mubah, seperti makan, minum, dan pakaian dan bisa juga dalam perkara yang diharamkan, seperti zina, khamr, dan pelakunya dinamakan dengan fajir, fasiq, atau pelaku maksiat.
Dari beberapa pemaparan di atas, maka selayaknya kita dapat menyimpulkan bahwa:
  • Iblis telah bersumpah untuk menyesatkan manusia sampai hari kiamat nanti.
  • Iblis akan menyesatkan dan menghalangi manusia agar tidak menempuh seluruh jalan kebenaran dan keselamatan. Iblis akan menjadikan kebatilan indah dalam pandangan manusia sehingga mereka terjerumus ke dalamnya.
  • Akan banyak orang yang mengikuti penyesatan iblis dan kita dianjurkan untuk meminta perlindungan dan penjagaan kepada Allah Azza wa Jalla dari Iblis dan pasukannya.
  • Jika terkait dengan hawa nafsu jenis syubhat, maka bisa sampai menjerumuskan seseorang ke dalam status ahli bid’ah.
  • Jika terkait hawa nafsu jenis syahwat, maka terbagi dua, yaitu dalam perkara yang mubah, seperti makan, minum, dan pakaian dan bisa juga dalam perkara yang diharamkan, seperti zina, khamr, dan pelakunya dinamakan dengan fajir, fasiq, atau pelaku maksiat.

16 November 2025

Toh Brama Dalam Budaya Arab Dan Jawa

Toh Brama Dalam Budaya Arab Dan Jawa

Toh Brama dalam budaya Jawa bermaksud tanda lahir yang melekat pada bayi yang baru dilahirkan, toh brama biasanya menempel di bagian-bagian tertentu bayi, seperti di pinggul, punggung, payudara, atau bahkan ada juga yang menempel pada kemaluan.

Toh Brama secara tampilan dapat dibagi dalam dua jenis, ada yang berwarna merah ada juga yang berwarna coklat kehitam-hitaman, namun belakangan yang berwarna coklat kehitam-hitaman kemudian dinamakan dengan tompel sehingga toh brama jenis ini dalam budaya Jawa pada nantinya dikeluarkan dari spesifikasi jenis toh brama itu sendiri meskipun secara modelnya menyerupai.

Toh Brama yang dimiliki bayi semenjak kecil itu akan terus ada sampai bayi itu menjelma menjadi manusia dewasa meskipun dalam kasus lain toh brama juga kadang menghilang dengan sendirinya.

Dalam budaya Jawa, khususnya di Cirebon, toh brama diidentikan dengan kesialan, dalam artian setiap bayi perempuan atau laki-laki yang memiliki toh brama pada bagian tubuhnya khususnya pada bagian kemaluanya akan membawa kesialan pada pasangannya.

Banyak kisah-kisah mitologi (Mitos/Legenda) dipulau Jawa yang menceritakan tentang seorang perempuan yang memiliki toh brama pada area kemaluanya kemudian menyebabkan laki-laki yang menyetubuhinya mati dalam kesialan. Jadi inget kisah dewi tanuran ganggang, anak Dewi Mandapa Ratu Kerjaan Sunda Talaga yang kemungkinan seperti itu juga.

Berdasarkan kisah-kisah mitologi tersebut itulah masyarakat yang mendiami pulau Jawa pada umumnya akan melakukan upacara ruatan atau upacara mengusir kesialan bagi keluarga yang memiliki bayi yang di identifikasi memiliki toh brama.

Jika di Jawa toh Brama dianggap sebagai tanda kesialan, maka tidak demikian dengan budaya Arab, yang dimaksud dengan budaya Arab dalam bahasan kali ini adalah Islam, meskipun budaya Arab juga pada dasarnya tidak bisa semuanya diidentikan dengan Islam.

Toh Brama dalam budaya Arab disebut Khatam, yang mana tanda kelahiran tersebut dipercaya merupakan tanda kebaikan, atau keberuntungan, dengan demikian dapatlah dinyatakan bahwa siapapun yang memiliki khatam maka baginya mempunyai tanda-tanda keistimewaan.

Dalam Islam sendiri makna khtam secara khusus bermaksud tanda-tanda kenabian yang melekat pada Nabi Muhamad SAW. Namun jika ditinjau dari tampilan khatam yang melekat pada tubuh Nabi Muhamad SAW sebagaimana yang dipaparkan dalam hadist-hadist shahih maupun penjelasan para sahabat maupun ulama jelas Khatam yang melekat pada Nabi tersebut pada dasarnya adalah Toh Brama.

Demikian bukti-bukti persamaan Toh Brama dengan Khatam sebagaimana yang terdapat dalam penjelasan Ulama dan hadist-hadist yang membahas mengenai Khatam:

حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ زَيْدٍ و حَدَّثَنِي سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ كِلاَهُمَا عَنْ عَاصِمٍ اْلأَحْوَلِ و حَدَّثَنِي حَامِدُ بْنُ عُمَرَ الْبَكْرَاوِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ يَعْنِي ابْنَ زِيَادٍ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَرْجِسَ قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَكَلْتُ مَعَهُ خُبْزًا وَلَحْمًا أَوْ قَالَ ثَرِيدًا قَالَ فَقُلْتُ لَهُ أَسْتَغْفَرَ لَكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: نَعَمْ وَلَكَ ثُمَّ تَلاَ هَذِهِ الْآيَةَ {وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ} قَالَ ثُمَّ دُرْتُ خَلْفَهُ فَنَظَرْتُ إِلَى خَاتَمِ النُّبُوَّةِ بَيْنَ كَتِفَيْهِ عِنْدَ نَاغِضِ كَتِفِهِ الْيُسْرَى جُمْعًا عَلَيْهِ خِيلاَنٌ كَأَمْثَالِ الثَّآلِيلِ

Artinya: Abdullah bin Sarjis Ra. berkata: “Saya pernah melihat dan makan roti serta daging (atau dia berkata bubur daging) bersama Rasulullah Saw.” Perawi berkata: “Saya bertanya kepada Abdullah bin Sarjis: “Apakah Nabi Muhammad memohonkan ampun untukmu?” Kemudian Abdullah bin Sarjis menjawab: “Ya, dan untuk kamu juga.” Lalu dia membaca ayat: “Mohonkanlah ampunan (hai Muhammad) atas dosamu dan dosa orang mukmin laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad ayat 19). Kemudian Abdullah bin Sarjis berkata: “Lalu saya berputar ke belakang Rasulullah dan saya melihat tanda kenabian di antara dua pundak beliau, yaitu dekat punuk pundak kirinya. Pada tanda kenabian itu ada tahi lalat sebesar kutil.”(HR. Muslim hadits no. 2346).


Imam al-Qurthubi R.a berkata: “Dalam hadits-hadits yang shahih menyatakan bahwa Khatam an-Nubuwwah adalah gumpalan daging berwarna merah terletak dekat dengan bahu sebelah kiri. Ketika Rasulullah Saw. masih kecil, Khatam an-Nubuwwah tersebut sebesar telur burung merpati dan kemudian membesar sekira segenggam tangan.” (Imam al-Munawi dalam Faidh al-Qadir).

Sementara itu pengertian Khatam dalam Syarh al-Barzanji dikatakan: “Ia (Khatam an-Nubuwwah) adalah daging atau lemak yang hitam (nampak timbul) bercampur kekuningan (seperti urat), lalu sekelilingnya itu ada bulu-bulu rambut yang beriring-iringan seperti bulu kuda (yang halus)".

Berdasarkan penjelasan mengenai Khatam yang melekat pada tubuh Nabi Muhamad SAW itu dapatlah dipastikan bahwa Khatam dilihat dari wujud fisiknya merupakan toh brama yang dikenal dalam budaya Jawa. Meningat bentuknya sama persis dengan toh brama (baik yang berwarna merah maupun yang berwarna coklat kehitam-hitaman).

Biografi Gajah Mada, Mahapatih Majapahit

Biografi Gajah Mada Mahapatih Majapahit
Biografi Gajah Mada Mahapatih Majapahit

Gajah Mada adalah salah satu tokoh besar dalam sejarah Nusantara, terutama dalam sejarah Kerajaan Majapahit. Ia dikenal sebagai seorang mahapatih yang berambisi menyatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Meskipun tidak banyak catatan sejarah yang pasti mengenai tanggal lahirnya, nama Gajah Mada tetap dikenang sebagai tokoh penting yang berperan dalam kejayaan Majapahit.

Kelahiran dan Masa Awal Kehidupan

Tidak ada catatan yang jelas mengenai tanggal lahir Gajah Mada. Berdasarkan perkiraan, ia lahir pada akhir abad ke-13, mungkin sekitar tahun 1270-an. Informasi tentang asal-usul keluarga dan masa kecilnya juga sangat minim, bahkan beberapa teori menyebutkan bahwa ia mungkin berasal dari keluarga sederhana. Namun, yang pasti, Gajah Mada merupakan seorang yang memiliki kecerdasan dan kemampuan militer yang luar biasa sehingga kariernya cepat menanjak di Kerajaan Majapahit.

Karier Awal di Majapahit

Gajah Mada mulai dikenal di Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Raja Jayanegara (1309–1328). Pada tahun 1319, Gajah Mada berhasil memadamkan pemberontakan Kuti yang sempat mengancam stabilitas kerajaan. Atas jasanya dalam peristiwa tersebut, ia dipercaya menjadi Patih Kahuripan dan kemudian dipromosikan menjadi Patih Daha, dua wilayah penting dalam Kerajaan Majapahit.

Pada tahun 1328, setelah Raja Jayanegara wafat, Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi naik tahta. Gajah Mada kemudian diangkat menjadi Mahapatih Majapahit pada tahun 1336. Pada saat pelantikannya, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa, yang menyatakan bahwa ia tidak akan menikmati kesenangan dunia sebelum berhasil menyatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.

Sumpah Palapa dan Penyatuan Nusantara
Biografi Gajah Mada Mahapatih Majapahit

Sumpah Palapa menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Gajah Mada. Ia memimpin berbagai ekspedisi militer untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan di Nusantara. Beberapa wilayah yang berhasil ditaklukkan antara lain Bali (1343), serta beberapa kerajaan di Sumatera, Kalimantan, dan Semenanjung Malaya. Gajah Mada juga berhasil menguasai wilayah di luar Nusantara, seperti Tumasik (Singapura), bahkan mencakup beberapa wilayah di Filipina dan Thailand Selatan.

Biografi Gajah Mada Mahapatih Majapahit

Ambisinya untuk menyatukan Nusantara menjadikan Majapahit sebagai salah satu kekuatan maritim terbesar di Asia Tenggara pada masanya. Di bawah pimpinan Gajah Mada, Kerajaan Majapahit mengalami masa kejayaannya dengan kekuasaan yang meliputi sebagian besar wilayah Nusantara.

Isi Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Gajah Mada beserta artinya:

“Sira Gajah Madapatih Amangkubumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”

Artinya: “Engkau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Engkau Gajah Mada, “Jika telah menundukkan seluruh Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit, Saya (akan) menyelesaikan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (akan) menyelesaikan puasa.”

Tragedi Bubat dan Akhir Karier
Biografi Gajah Mada Mahapatih Majapahit

Namun, karier Gajah Mada tidak terlepas dari kontroversi. Tragedi Bubat pada tahun 1357 menjadi noda dalam sejarah perjalanan hidupnya. Peristiwa ini terjadi ketika rombongan Raja Sunda datang ke Majapahit untuk menikahkan putri Sunda, Dyah Pitaloka, dengan Raja Hayam Wuruk. Namun, terjadi perselisihan antara Gajah Mada dan rombongan Sunda yang berakhir dengan pertempuran. Seluruh rombongan Sunda termasuk Dyah Pitaloka gugur dalam pertempuran tersebut. Setelah Tragedi Bubat, Gajah Mada mulai kehilangan pengaruh di istana, meskipun ia tetap dihormati sebagai Mahapatih.

Wafatnya Gajah Mada

Tidak ada catatan pasti mengenai tahun wafatnya Gajah Mada. Diperkirakan ia wafat antara tahun 1364–1365. Sejarawan mengutip Nagarakretagama, karya Mpu Prapanca, yang menyebutkan bahwa setelah Gajah Mada wafat, Hayam Wuruk merasa kehilangan dan tidak menunjuk pengganti sebagai Mahapatih Majapahit. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Gajah Mada meninggal pada tahun 1364, namun tahun ini masih menjadi perdebatan di kalangan ahli sejarah.

Setelah wafatnya, pengaruh dan warisan Gajah Mada tetap terasa dalam sejarah Nusantara. Sumpah Palapa yang ia ucapkan menjadi simbol persatuan bangsa dan cita-cita nasionalisme Indonesia, bahkan hingga saat ini.

Daftar Pustaka:
  • Mpu Prapanca. Nagarakretagama. Diterjemahkan oleh Slamet Muljana. Jakarta: Balai Pustaka, 1979.
  • Slamet Muljana. Gajah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara. Yogyakarta: LKIS, 2005.
  • Muh. Yamin. Gajah Mada, Pahlawan Persatuan Nusantara. Jakarta: Pustaka Rakyat, 1961.
  • Anthony Reid. Southeast Asia in the Age of Commerce, 1450–1680. New Haven: Yale University Press, 1988.
  • Denys Lombard. Nusa Jawa: Silang Budaya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1996.

Arti Nama Walangsungsang dan Cakrabuana

Arti Nama Walangsungsang dan Cakrabuana
Arti Nama Walangsungsang dan Cakrabuana

Setiap nama seseorang tentu mempunyai arti sebab jarang sekali nama yang tak memiliki arti, begitupun dengan nama Walangsungsang dan Cakrabuana memiliki artinya sendiri. Untuk dapat menemukan arti nama Walangsungsang dan Cakrabuana bisa dilakukan dengan cara melacaknya melalui pendekatan kebahasaan dan sejarah.

Secara bahasa Walangsungsang berasal dari dua kata Bahasa Suda, yaitu kata “Walang” dan “Sungsang”, kata Walang berarti “Belalang” sementara “Sungsang” berarti terbalik, dengan demikian arti nama Walangsungsang bermaksud “Belalang yang Terbalik” tidak ada yang tau secara pasti mengapa Prabu Siliwangi menamakan anaknya dengan nama demikian, akan tetapi pada umumnya penamaan orang dengan nama-nama binatang di pulau Jawa termasuk didalamnya orang Sunda sudah sangat umum dilakukan pada abad 13-16 Masehi.

Ada kemungkinan Walangsungsang lahir dari Rahim ibunya dengan cara sungasang atau ketika lahir yang keluar dari kemaluan ibunya bukan kepala terlebih dahulu melainkan kaki, sementara diambilnya kata walang ada kemungkinan sejak kecil Pangeran Walangsungsang seperti belalang, rupanya tinggi dan ramping. Sekali lagi bahwa ini adalah opini dari penulis saja.

Sementara itu mengenai arti kata Cakrabuana sebetulnya lebih mudah dilacak, karena nama tersebut disebutkan dalam sumber-sumber sejarah Cirebon. Kata Cakrabuana terdiri dari dua kata Bahasa Sunda, yaitu “Cakra” dan “Buwana” kata “Cakra” berarti “Nyakra=Pengemban” sementara kata “Buwana” berarti “Bumi/Tanah”.

Menurut Sejarah Cirebon, Pangeran Walangsungsang diberi gelar Cakrabuana oleh masyarakat Cirebon setelah ia menjabat sebagai “Pangaksabhumi” atau “Raksabumi” di Padukuhan Caruban. Jabatan tersebut dalam susunan kepemrintahan desa di Cirebon bertugas sebagai pengawas tanah dan bangunan di desa. Adapun maksud dari Cakrabuana adalah “seseorang yang mengemban jabatan Raksabumi atau Pangaksabhumi”.

Sekilas Tentang Pangeran Walangsungsang/Cakrabuana

Pangeran Walangsungsang sebetulnya adalah anak tertua Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) yaitu Raja kerajaan Sunda-Galuh (Pakuan Pajajaran) pertama dengan Subang Larang, putri dari Mangkubhumi Singapura.

Subang Larang adalah satu-satunya istri Prabu Siliwangi yang beragama Islam, soal keyakinan Pangeran Walangsungsang lebih memilih agama Ibundanya ketimbang agama ayahnya (Hindu-Budha). Kecintaannya terhadap agama Islam dikemudian hari menyebabkannya tidak disukai oleh kerbatnya di Istana, sehingga ia kemudian memilih untuk keluar dari Istana dan merantau mencari guru agama Islam serta menjadi seorang pengembara.

Arti Nama Walangsungsang dan Cakrabuana

Perantauan Pangeran Walangsungsang sampai di Gunung Jati, ia belajar agama Islam disana kepada Syekh Nurjati hingga dinikahkan dengan anaknya. Selain itu Pangeran Walangsungsang juga menikah dengan anak Ki Gedeng Alang-Alang seorang Kuwu Pedukuhan Caruban yang baru saja dibentuk, melalui mertuanya itulah Panngeran Walangsungsang dikemudian hari diangkat sebagai “Pangaksabhumi Caruban”.

Kedalaman ilmu-ilmu Islam yang didapat Pangeran Walangsungsang dari guru-gurunya di Jawa mapun dari guru-gurunya yang ada di Mekah selepas menunaika Ibadah Haji menyebabkannya menjadi seorang yang mumpuni dalam ilmu agama, sehingga Pangeran Walangsungsang menyebarkan agama Islam di wilayah Caruban. Selepas kematian Ki Gedeng Alang-Alang, Pangeran Cakrabuana menggantikan kedudukannya sebagai Kuwu Caruban, sehingga dikemudian hari Pangeran Walangsungsang juga dikenal oleh masyarakat Cirebon dengan panggilan “Mbah Kuwu Cirebon”. Selanjutnya Pedukuhan Caruban yang dibangun Pangeran Walangsungsang menjadi ramai, menjelma menjadi Kota dan Kemudian menjadi Negara Islam pertama di tanah Sunda.

02 November 2025

Pantai Indrayanti Gunung kidul, Wisata Pantai Jogja Bernuansa Bali

PANTAI INDRAYANTI GUNUNG KIDUL, WISATA PANTAI JOGJA BERNUANSA BALI

Objek Wisata Pantai Indrayanti
Objek Wisata Pantai Indrayanti - Kabupaten Gunungkidul sangat terkenal dengan pantai-pantainya yang masih alami, seperti pantai kukup, krakal dan Baron. Dari beberapa destinasi wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, ada pantai yang memiliki suasana seperti di Bali, pantai apakah itu?jawabannya Pantai Indrayanti. Di Wisata Pantai Indrayanti Gunung kidul tersebut terdapat restoran dan cottage yang berjajar rapi sehingga membawa kesan keindahan tersendiri di Pantai Indrayanti.
Pantai Indrayanti Gunung kidul, Wisata Pantai Jogja Bernuansa Bali
Obyek Wisata Pantai Indrayanti Gunungkidul mempunyai konsep yang berbeda dibandingkan dengan pantai-pantai yang ada di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Walaupun sama-sama memiliki hamparan pasir putih dan batuan karang, namun Pantai Indrayanti memiliki nuansa yang berbeda, bisa dikatakan pantai kutanya Yogyakarta. untuk menarik wisatawan baik asing maupun lokal pihak pengelola memberikan sentuhan yang terlihat modern, hal tersebut dapat dilihat pada penataan lokasi serta penyediaan fasilitas untuk menunjang kenyamanan para pengunjung di Kawasan Obyek Wisata Pantai Indrayanti Gunung kidul.

Saat anda memasuki lokasi ke Kawasan Wisata Pantai Indrayanti Jogja, anda akan dimanjakan dengan berbagai restoran yang berjejer rapi di sepanjang pinggir pantai, tak ketinggalan juga hamparan pasir putih dan batu karang yang semakin menjadikan Pesona Pantai Indrayanti terlihat indah yang tidak akan pernah ditemui di pantai-pantai yang ada di Kabupaten Gunungkidul.

Selain itu, konsep modern lain yang ditawarkan di Obyek Wisata Pantai Indrayanti adalah adanya fasilitas penyewaan jet sky untuk para pengunjung pantai. Dan satu hal yang perlu diperhatikan, jangan pernah membuang sampah sembarangan, karena akan dikenakan denda Rp 10 ribu, jadi tidak heran jika di Pantai Indrayanti terlihat bersih dan tertata rapi.
Wisata Pantai Jogja Bernuansa Bali
Sarana penunjang lainnya adalah cottage yang berjumlah tujuh yang letaknya di sekitar Pantai. Tempatnya sangat nyaman, karena selama menginap kita dapat menikmati suasana pantai pada malam hari. Untuk menginap di cottage, kita cukup membayar Rp 300 ribu – Rp 600 ribu per malam.

Nama Indrayanti sendiri berasal dari nama pengelola pantai. Pantai yang terletak di Kecamatan Tepus tersebut termasuk pantai bagian timur di Kabupaten Gunungkidul. Pantai Indrayanti memang lagi fenomenal saat ini. Para wisatawan banyak yang datang dari Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.

Untuk menuju Lokasi Kawasan Wisata Pantai Indrayanti cukup mudah, karena akses jalan menuju pantai tersebut sudah beraspal. Tapi disarankan untuk para wisatawan membawa kendaraan sendiri karena di lokasi Wisata Pantai Indrayanti tidak ada angkutan khusus untuk menuju lokasi pantai. Sementara untuk Tiket masuk sebesar Rp 5 ribu, baik untuk mobil pribadi maupun mini bus. Baca juga Pantai Baron Gunung kidul, Menikmati Muara Sungai Bawah Tanah Yang Eksotis

Demikian ulasan singkat mengenai Pantai Indrayanti, semoga bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat mengenai Pantai Indrayanti Gunung kidul, Wisata Pantai Jogja Bernuansa Bali. Terima kasih dan semoga bermanfaat. 

Menikmati Pesona Keindahan Goa Maharani Lamongan

MENIKMATI PESONA KEINDAHAN GOA MAHARANI LAMONGAN

Menikmati Pesona Keindahan Goa Maharani Lamongan

Objek Wisata Goa Maharani - Goa Maharani merupakan salah obyek wisata alam yang berada di Kecamatan paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Goa Maharani ditemukan pertama kali secara tidak sengaja pada tahun 1992 dan mulai diresmikan sebagai objek wisata pada tanggal 10 Maret 1994 oleh Bupati Lamongan. Gua yang disebut juga sebagai gua Istana Maharani ini berada di kedalaman 25 m dari permukaan tanah dengan rongga gua seluas 2500 m2.

Di Kawasan Objek Wisata Gua Maharani ini terdapat berbagai fasilitas sebagai sarana pendukung bagi para pengunjung obyek wisata goa maharani seperti tempat ibadah, klinik kesehatan, WC umum, area parkir yang luas, serta para pedagang makanan dan juga toko souvernir yang menyediakan oleh-oleh yang khas sehingga dengan adanya fasilitas ini membuat para pengunjung Objek Wisata Goa Maharani menjadi lebih nyaman.
Menikmati Pesona Keindahan Goa Maharani Lamongan


Saat anda memasuki wisata gua maharani, anda akan dimanjakan dengan pemandangan yang sungguh menakjubkan didalam goa maharani yaitu adanya stalaktit dan stalakmit yang memancarkan sinar warna-warni yang begitu indah. Hal inilah yang membuat wisata ke gua maharani berbeda daripada gua lainnya.

Untuk menuju Lokasi Kawasan Objek Wisata Goa Maharani dapat di akses dari kota Surabaya maupun Kabupaten Tuban menuju Lamongan karena lokasi goa maharani ini letaknya di tepi jalan perlintasan dari arah Gresik ke Tuban. Objek Wisata ini dibuka mulai Jam jam 07.30 sampai dengan jam 12.30 dan dibuka kembali pada jam 13.00 sampai dengan pukul 17.00 dan dibuka setiap hari untuk umum.  Jarak yang ditempuh dari Surabaya ke lamongan kurang lebih 60 km atau sekitar 1,5 jam perjalanan dengan naik kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi. Sedangkan dari Kabupaten Tuban sekitar 30 km atau sekitar setengah jam dengan naik kendaraan pribadi maupun umum untuk sampai ke Lamongan.
Keindahan Goa Maharani Lamongan
Demikian sekilas mengenai Wisata Goa Maharani, segala informasi mengenai objek wisata ini dirangkum dari berbagai sumber. Semoga ulasan singkat ini bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat mengenai Pesona Keindahan Goa Maharani Lamongan. Semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya.