Legenda dan Cerita Rakyat Nusantara: April 2026 April 2026 - Legenda dan Cerita Rakyat Nusantara

PERISAI MUKMIN CHANNEL YOUTUBE

Berbagi kumpulan shalawat Nabi dan dzikir yang sangat baik di amalkan dalam kehidupan sehari hari

MP3 LAGU-LAGU PRAMUKA

Lagu-lagu pramuka yang ber-irama cerdas dan riang selalu setia menemani anggota pramuka, baik pada saat latihan rutin maupun berkemah, mengajak generasi bangsa untuk selalu memiliki jiwa dan keyakinan yang mantap dalam mengisi pembangunan nasional.

MP3 LAGU ANAK INDONESIA

Lagu anak Indonesia walaupun lirik lagunya singkat tapi isinya syarat dengan pesan orang tua terhadap anaknya. Bagi ada yang mempunyai anak kecil, sangat baik jika menguasai lagu-lagu khusus untuk anak-anak karena disamping liriknya mudah diingat juga lagu lagu tersebut mengandung pesan moral yang baik bagi anak kita tercinta.

MP3 LAGU DAERAH NUSANTARA INDONESIA

Nusantara Indonesia yang bergitu luas terdiri dari beragam macam etnis dan suku budaya yang masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda satu sama lainnya. Salah satu budaya daerah yang selalu menjadi kebanggaan daerah masing-masing bahkan menjadi kebanggaan nasional adalah berupa Lagu Daerah.

MP3 LAGU PERJUANGAN DAN WAJIB NASIONAL

Lagu atau musik perjuangan ialah lagu yang membangkitkan semangat persatuan untuk melawan penjajah. Mengingat, mengenang, memperkenalkan kepada generasi muda bangsa indonesia bagaimana semangat dan perjuangan pahlawan-pahlawan yang telah berjasa membela negara di masa lampau.

JELAJAH WISATA DI INDONESIA

Indonesia kaya akan Keindahan alamnya, masing-masing punya pesona dan keistimewaan khas tersendiri yang tak akan dapat ditemukan di belahan bumi manapun. Tidak hanya itu, tempat wisata buatan pun juga ikut meramaikan bursa tempat wisata pilihan di indonesia. Dengan mengetahuinya kita akan tertarik, namun dengan menyaksikannya langsung akan membuat decak kagum terpesona.

77 WARISAN BUDAYA INDONESIA

Indonesia sebagai bangsa yang besar dan memiliki keanekaragaman suku dan budaya memiliki jutaan warisan karya kebudayaan yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh seluruh anak bangsa, seringnya budaya milik indonesia yang diklaim sebagai budaya asli negara lain.

19 April 2026

Karomah Surah Al-Fatihah Untuk Hajat

Surat Al-Fatihah merupakan surat yang paling sering dibaca oleh umat Islam, baik saat melaksanakan sholat maupun di luar sholat. Ketika seorang Muslim membaca Al-Fatihah di luar sholat. Dalam salah satu hadits disebutkan Rasulullah menyatakan bahwa surat Al-Fatihah memiliki faedah dan manfaat yang sangat besar. Salah satunya ialah pahala yang besar bagi orang yang membacanya. Rasulullah bersabda:

بيْنَما جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النبيِّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، سَمِعَ نَقِيضًا مِن فَوْقِهِ، فَرَفَعَ رَأْسَهُ، فَقالَ: هذا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ اليومَ لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إلَّا اليَومَ، فَنَزَلَ منه مَلَكٌ، فَقالَ: هذا مَلَكٌ نَزَلَ إلى الأرْضِ لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إلَّا اليَومَ، فَسَلَّمَ، وَقالَ: أَبْشِرْ بنُورَيْنِ أُوتِيتَهُما لَمْ يُؤْتَهُما نَبِيٌّ قَبْلَكَ: فَاتِحَةُ الكِتَابِ، وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ البَقَرَةِ، لَنْ تَقْرَأَ بحَرْفٍ منهما إلَّا أُعْطِيتَهُ.

Artinya:"Ketika Jibril sedang duduk di dekat Rasulullah SAW, ia mendengar suara berlawanan dari atasnya. Maka ia mengangkat kepala dan berkata: "Ini adalah pintu dari langit yang dibuka hari ini, yang sebelumnya tidak pernah terbuka selain hari ini." Lalu turunlah dari langit seorang malaikat, lalu ia berkata: "Inilah malaikat yang turun ke bumi, yang sebelumnya tidak pernah turun kecuali hari ini." Ia memberi salam dan berkata: "Berbahagialah engkau dengan dua cahaya yang tidak diberikan kepada nabi sebelummu, yaitu Al-Fatihah dan akhir surat Al-Baqarah. Tidaklah kamu membaca satu huruf pun darinya kecuali akan diberi pahala." (H.R Muslim)


Hadits ini dijelaskan dalam Mausu’ah Hadits sebagai berikut:

بيْنَما جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النبيِّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، سَمِعَ نَقِيضًا مِن فَوْقِهِ، فَرَفَعَ رَأْسَهُ، فَقالَ: هذا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ اليومَ لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إلَّا اليَومَ، فَنَزَلَ منه مَلَكٌ، فَقالَ: هذا مَلَكٌ نَزَلَ إلى الأرْضِ لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إلَّا اليَومَ، فَسَلَّمَ، وَقالَ: أَبْشِرْ بنُورَيْنِ أُوتِيتَهُما لَمْ يُؤْتَهُما نَبِيٌّ قَبْلَكَ: ‎كان المَلك جبريل عليه السلام قاعدًا عند النبي صلى الله عليه وسلم، فسمع صوتًا من السماء كصوت الباب إذا فُتح، فرفع جبريل رأسه وبصره إلى السماء، ثم أخبر النبي صلى الله عليه وسلم أن هذا باب من السماء فُتح اليوم، ولم يَسبق أنْ فُتح قط إلا هذا اليوم، فنزل منه ملك من الملائكة إلى الأرض، لم ينزل من قبل إلا هذا اليوم، فسلّم الملك على النبي صلى الله عليه وسلم، وقال له:‎ أبشر بنورين أعطيتهما لم يعطهما نبي قبلك؛ وهما: سورة الفاتحة، وآخر آيتين من سورة البقرة. ‎ثم قال الملك: لن يقرأ أحد بحرف منهما إلا آتاه الله تعالى ما فيهما من الخير والدعاء والطلب

Artinya:"Malaikat Jibril sedang duduk bersama Nabi, dan dia mendengar suara dari langit seperti suara pintu yang dibuka, lalu malaikat Jibril mengangkat kepalanya dan menatap langit, lalu dia mengabarkan kepada Nabi, bahwa suara ini adalah pintu dari langit (surga) yang dibuka hari ini, dan tidak pernah dibuka kecuali hari ini, kemudian para malaikat turun ke bumi, yang belum pernah turun sebelumnya kecuali hari ini, lalu para malaikat menyapa Nabi, dan berkata kepadanya: Bergembiralah atas dua cahaya yang telah kami berikan, yang tidak diberikan kepada seorang nabi sebelum kamu; yaitu: Surat Al-Fatihah, dan dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah. Kemudian malaikat berkata: Tidak ada yang akan membaca satu huruf dari dua surat di atas kecuali Allah akan memberinya apa yang ada di dalamnya dari kebaikan, permohonan dan permintaan."


Oleh sebab itu, banyak kalangan umat Islam yang memperbanyak membaca surat Al-Fatihah dengan harapan banyak pula kebaikan dan keberkahan yang menghampirinya. Darul Ifta Misriyah mengatakan:

بيْنَما جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النبيِّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، سَمِعَ نَقِيضًا مِن فَوْقِهِ، فَرَفَعَ رَأْسَهُ، فَقالَ: هذا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ اليومَ لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إلَّا اليَومَ، فَنَزَلَ منه مَلَكٌ، فَقالَ: هذا مَلَكٌ نَزَلَ إلى الأرْضِ لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إلَّا اليَومَ، فَسَلَّمَ، وَقالَ: أَبْشِرْ بنُورَيْنِ أُوتِيتَهُما لَمْ يُؤْتَهُما نَبِيٌّ قَبْلَكَ قراءة الفاتحة لها فضل عظيم كما أكدت ذلك نصوص الشريعة الإسلامية؛ فالله تعالى يقول: ﴿وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ المَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ﴾ [الحجر: 87].

Artinya:"Membaca Fatihah memiliki keistimewaan luar biasa seperti yang telah ditegaskan dalam syariat Islam, sebab Allah berfirman: Dan telah aku berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan seluruh isi Quran yang agung."((QS. Al-Hijr: 87))


Ibnu Jarir mengungkapkan sebagian ulama berbeda pendapat bahwa Sab'ah Matsani adalah ayat-ayat panjang.

بيْنَما جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النبيِّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، سَمِعَ نَقِيضًا مِن فَوْقِهِ، فَرَفَعَ رَأْسَهُ، فَقالَ: هذا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ اليومَ لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إلَّا اليَومَ، فَنَزَلَ منه مَلَكٌ، فَقالَ: هذا مَلَكٌ نَزَلَ إلى الأرْضِ لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إلَّا اليَومَ، فَسَلَّمَ، وَقالَ: أَبْشِرْ بنُورَيْنِ أُوتِيتَهُما لَمْ يُؤْتَهُما نَبِيٌّ قَبْلَكَاختلف أهل التأويل في معنى السبع الذي أتى الله نبيه صلى الله عليه وسلم من المثاني ، فقال بعضهم عني بالسبع: السبع السور من أوّل القرآن اللواتي يُعْرفن بالطول ، وقائلو هذه المقالة مختلفون في المثاني، فكان بعضهم يقول: المثاني هذه السبع، وإنما سمين بذلك لأنهن تُثْنَى فيهنّ الأمثالُ والخبرُ والعِبَر.

Artinya:"Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang makna tujuh surat yang diturunkan Allah kepada Nabi dari surat-surat Matsani: Tujuh surat Al-Qur`ān yang dikenal dengan panjangnya, dan mereka yang mengatakan demikian berbeda pendapat tentang Matsani, maka sebagian dari mereka berkata, "Matsani adalah tujuh surat: Surat Matsani adalah tujuh surat yang panjang, tetapi dinamakan demikian karena di dalamnya terdapat perumpamaan-perumpamaan, berita-berita, dan pelajaran-pelajaran."


Riwayat lain mengatakan:

عن سعيد بن جبير، في قوله ( وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي ) قال: هي الطُّوَل: البقرة، وآل عمران، والنساء، والمائدة، والأنعام، والأعراف، ويونس.

Artinya:"Said bin Jubair mengomentari "tujuh surat Matsani," dia berkata, "Itu adalah ayat-ayat yang paling panjang: Al-Baqarah, Alu-Imran, Al-Nisa, Al-Maidah, Al-Anam, Al-Araf, dan Yunus."

Sedangkan riwayat Ibnu Sirin mengatakan:

عن ابن سيرين، قال: سئل ابن مسعود عن سبع من المثاني، قال: فاتحة الكتاب.

Artinya:"Dari Ibn Sirin, ia berkata bahwa Ibnu Masud ditanyai terkait tujuh ayat matsani, Ibnu Masud menjawab fatihah Al-Quran."


Prof. M. Quraish Sihab berpendapat bahwa Sab'ah Matsani itu membaca surat Al-Fatihah berulang kali di dalam sholat. Pendapat ini yang paling masyhur. Namun meski demikian membaca surat Al-Fatihah berulang kali di luar sholat tetap mendapatkan keistimewaan luar biasa.

Doa Setelah Membaca Surat Fatihah 100 kali.

Bersumber dari kitab Dzikrul Ghafilin, bahwa membaca surat Al-Fatihah 100 kali setiap hari berasal dari Syarh Ihya Ulumuddin, Inarah Duja. Pembacaan 100 kali ini dapat diangsur ba'da subuh, duhur, ashar, maghrib dan isya. Setelah itu berdoa:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ، حَمدًا يُوافِي نِعَمَهُ وَيُكافِي مَزِيدَهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَسَلِّمْ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقَ الْفَاتحة الْمُعَظَّمَةِ وَالسَّبْعِ الْمَثَانِي أَنْ تَفْتَحَ لَنَا بكُلِّ خَيْرٍ وَأَنْ تَتفَضَّلَ عَلَيْنَا بِكُلِّ خَيرٍ وَأَن تَجْعَلَنَا مِنْ أَهْلِ الخَيْرِ وَأَن تُعَامِلَنَا مُعَامَلَتَكَ لِأَهْلِ الْخَيْرَ وَأَنْ تَحْفَظَنَا فِي اَدْيَانِنَا وَأَنفُسِنَا وَأَوْلَادِنَا وَأَهْلِنَا وَأَصْحَابِنَا وَأَحْبَابِنَا مِنْ كُلْ مِحْنَةٍ وَفِتْنَةٍ وَبُؤْسٍ وَضَيْرِ إِنَّكَ وَلِىٌّ كُلِّ خَيْرٍ وَ مُتَفَضِّلٌ بِكُلِّ خَيرٍ ومُعْطٍ لِكَلِّ خَيْرٍ يَا ارحم الراحمِينَ ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحبِهِ وَسَلَّمَ .

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Hamdan yuwafi ni'amahu wa yukafi mazidah, Allahumma shalli ala sayyidina Muhammadin wa ala ahli baitihi wa sallim, Allahumma inni as'aluka bi haqqil fātihati al-mu'adzzamati was sab'il matsani an taftaha lana bikulli khairin wa an tatafaddala alaina bikulli khairin wa an taj'alana min ahlil khair, wa an tu'amilana mu'amalataka li ahlil khair wa an tahfadzana fi adyanina wa anfusina wa auladina wa ahlina wa ashabina wa ahbabina min kulli mihnatin wa bu'sin wa dlair, innaka waliyyun kulli khair, wa mutafaddilun bikulli khairin wa mu'tin likulli khairin ya arhamarrahimin. Wa shallallahu ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa shohbihi wasallam.

Artinya:"Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, atas nikmat-Nya yang cukup dan bermanfaat, semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya, Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, dengan lantaran Al Fatihah yang agung dan tujuh ayat yang diulang, untuk membukakan bagi kami segala kebaikan, melimpahkan kepada kami segala kebaikan, menjadikan kami termasuk golongan orang-orang yang berbuat baik, menjadikan kami termasuk golongan orang-orang yang berbuat baik, dan perlakukan kami sebagaimana Engkau memperlakukan golongan orang-orang yang berbuat baik, serta melindungi agama kami, jiwa, anak-anak, keluarga, sahabat dan orang-orang yang kami cintai dari segala bahaya, kesengsaraan, dan bahaya. Wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan Engkau adalah penjaga segala kebaikan, pemberi segala kebaikan, dan pemberi segala kebaikan, dan shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad saw. beserta keluarga dan para sahabatnya."


Ijazah Shalawat Rezeki KH Abdullah Faqih

KH. Abdullah Faqih adalah ulama yang kharismatik sekaligus pengasuh generasi keenam Pon. Pes. Langitan. Beliau merupakan kiai yang sederhana dengan sifat tawadu yang luar biasa.

Selain itu beliau juga mempunyai kiprah yang berpengaruh bagi NU, hal ini terbukti karena seringnya beliau dijadikan rujukan oleh kaum nahdliyin. Bahkan KH. Abdullah Faqih atau yang biasa disebut Mbah Yai Faqih itu menjadi sumber rujukan Bapak Presiden keempat, yaitu KH. Abdurrahman Wahid mengenai permasalahan negara. Oleh karena itu, di bawah ini akan diungkapkan secara singkat biografi beliau.

Ijazah Shalawat Rezeki KH Abdullah Faqih Langitan
Masa Kecil

KH. Abdullah Faqih dilahirkan di Mandungan, Widang, Tuban, Jawa Timur. Beliau merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, dari pasangan Kiai Rofi’i dan Nyai Khodijah.

Mengenai tanggal kelahiran beliau, masih terdapat perbedaan pendapat. Namun pendapat yang dipilih sebagaimana tertulis dalam KTP beliau. Yaitu tepat tanggal 2 Mei 1932 M. Atau 1 Muharram 1351 H. Pada hari Sabtu.

Pada saat umur 7 tahun, beliau ditinggal sang ayahanda. Semenjak Ayahanda wafat, ibu beliau dinikahi KH. Abdul Hadi Zahid (pengasuh Ponpes. Langitan, generasi k-4). Dan semenjak itulah, kehidupan beliau diarahkan oleh KH. Abdul Hadi, dari mondok hingga berkeluarga.

Rihlah Ilmiah

Setelah belajar pada KH. Abdul Hadi zahid. KH. Abdullah Faqih muda meneruskan rihlah ilmiahnya ke beberapa pesantren. Salah satunya adalah pondok pesantren asuhan KH. Ma’shum yang berada di Lasem. Pondok pesantren asuhan KH. Abu Fadhol Senori dan Pondok pesantren KH. Dalhar Watucongol, serta beberapa pesantren lain.

Perjalanan rihlah ilmiah beliau itu ditempuh dengan waktu yang relatif singkat, yaitu hanya empat tahun, sebagaimana pengakuan beliau sendiri pada suatu kesempatan.

“Di Lasem –mondok dua setengah tahun. Di Senori enam bulan. Setelah itu satu bulan pindah ke pesantren lain. Total semuanya tidak lebih dari empat tahun” Kata beliau.

Berkeluarga dan Mengasuh Pesantren

Selama mondok di Lasem, KH. Ma’shum memiliki perhatian lebih kepada KH. Abdullah Faqih Muda. Puncaknya, beliau dinikahkan dengan Nyai Hunainah binti Kiai Bisri, putri persusuan (radha) sekaligus keponakan KH. Maksum. Hasil dari pernikahan ini, beliau dikarunia 12 orang anak.

Setelah kembali ke Langitan dengan memboyong keluarga, beliau langsung ikut mengabdi ke pesantren. Pada saat KH. Abdul Hadi Zahid wafat karena usia lanjut, beliau ditetapkan sebagai pengasuh pesantren didampingi KH. Ahmad Marzuqi yang juga merupakan pamannya.

Pada saat mengasuh pesantren, beliau dikenal sebagai kiai yang disiplin. Rajin terus ke kamar-kamar untuk mengajak belajar, musyawarah, dan shalat malam. Begitu pula dalam ketertiban suasana, beliau cinta kebersihan sehingga kondisi pondok yang tidak bersih akan mendapat perhatian serius dari Beliau.

Selain itu, Pada masa mengasuh pesantren, banyak ide dan gagasan beliau yang disalurkan dan masih ada hingga saat ini. Sebagaimana yang terjadi dalam model kepengurusan pondok, dimana beliau merumuskan empat pilar kepengurusan pesantren, yaitu: Majelis Idarah, Majelis An Nuwwab, Majelis Tahkim, dan Majelis Amn.

Wafat

Tepat pada hari Rabu, 29 Februari 2012 M. Usai shalat maghrib sekitar pukul 18.30 WIB, beliau dipanggil ke hadiratnya.

Bumi pun berduka karena ditinggal ulama yang penuh kharisma. Kabar meninggalnya beliau langsung tersebar melalui pesan antar mulut, sms, dan dunia maya. Beliau dimakamkan pada pukul 12.30 Wib. Hari Kamis, 1 Maret 2012 M. Diantara pusara para pendahulu pengasuh pesantren Langitan.

Kisah Nyata Shalawat Pembuka Rezeki dan Ijazah Pelunas Hutang KH Abdullah Faqih Langitan

Pernahkah Anda berada di titik di mana hidup terasa buntu, usaha bangkrut, dan hutang menumpuk tanpa jalan keluar? Dalam kondisi penuh tekanan, seringkali kita bingung harus berbuat apa. Namun, bagi para pecinta shalawat, pertolongan Allah SWT selalu dekat melalui wasilah amalan para ulama. Salah satu kisah yang paling menggetarkan hati datang dari KH Rifki Agus Maksum (Mlangi, Yogyakarta) yang mendapatkan Ijazah Shalawat Pembuka Rezeki langsung dari gurunya, ulama kharismatik asal Tuban, Almaghfurlah Syaikhina KH Abdullah Faqih Langitan.

Hanya dengan mengamalkan dua kalimat shalawat sederhana secara istiqomah yaitu: "Shallallaahu alaa Muhammad, Shallallaahu alaika Yaa Muhammad", keajaiban datang dalam waktu kurang dari 30 hari beliau mengamalkannya. Tidak hanya hutang ratusan juta yang lunas seketika, namun keberkahan amalan ini juga mengantarkan beliau hingga ke tanah suci. Simak selengkapnya kisah inspiratif dan bacaan shalawat pelunas hutang yang terbukti membawa rahmat dalam video diatas.

Biografi KH Abdul Wahab Hasbullah, Pahlawan Nasional

Profil Lengkap KH Abdul Wahab Hasbullah: Sang Inisiator Nahdlatul Ulama dan Pahlawan Nasional

Foto KH Abdul Wahab Hasbullah Pendiri NU

KH. Abdul Wahab Hasbullah (Mbah Wahab) adalah ulama kharismatik yang dikenal sebagai "Bapak Pendiri Nahdlatul Ulama (NU)". Beliau merupakan sosok multi bakat: seorang organisator ulung, politisi cerdas, pejuang kemerdekaan, sekaligus pendidik pesantren yang berpandangan modern.

Biodata dan Silsilah
  • Nama Lengkap: KH Abdul Wahab Hasbullah
  • Lahir: 31 Maret 1888, di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur
  • Wafat: 29 Desember 1971 (Usia 83 tahun)
  • Orang Tua: Putra pertama dari KH Hasbullah Said (pengasuh Pesantren Tambakberas) dan Nyai Hj. Lathifah
  • Hubungan Keluarga: Silsilah beliau bertemu dengan KH Hasyim Asy'ari pada datuk yang sama, yaitu Kiai Shihah.

Riwayat Pendidikan: Pengembaraan Ilmu 20 Tahun

Masa muda Mbah Wahab dihabiskan untuk menimba ilmu dari satu pesantren ke pesantren lain selama kurang lebih 20 tahun:
  • Pendidikan Dasar:Dibimbing langsung oleh ayahnya di Pesantren Tambakberas hingga usia 13 tahun.
  • Pesantren di Jawa: Nyantri di Pesantren Langitan (Tuban), Mojosari (Nganjuk), Tawangsari (Sepanjang), hingga berguru pada Syaikhona Kholil Bangkalan (Madura).
  • Pesantren Tebuireng: Menjadi murid langsung Hadratusy-syekh KH. Hasyim Asy'ari.
  • Mekah (1914): Belajar selama 5 tahun di tanah suci di bawah bimbingan Syekh Mahfudz at-Tarmasi dan Syekh Said al-Yamani.

Peran Kunci dalam Berdirinya Nahdlatul Ulama (NU)

Mbah Wahab adalah motor penggerak utama lahirnya NU pada 31 Januari 1926. Sebelum NU resmi berdiri, beliau menginisiasi beberapa organisasi perintis:
  • Tashwirul Afkar (1914):Forum diskusi intelektual dan kursus perdebatan bagi santri di Surabaya.
  • Nahdlatul Wathan (1916): Organisasi pemuda Islam yang menanamkan rasa nasionalisme (Kebangkitan Tanah Air).
  • Nahdlatut Tujjar (1918): Organisasi pemberdayaan ekonomi kaum santri.
  • Komite Hijaz: Delegasi yang dikirim ke Mekah untuk memperjuangkan kebebasan bermazhab di depan Raja Ibnu Saud.

Kontribusi bagi Bangsa dan Kemerdekaan

Beliau tidak hanya berjuang di atas mimbar, tetapi juga di medan pertempuran dan diplomasi:
  • Panglima Laskar Hizbullah: Memimpin laskar santri dalam melawan penjajah Jepang dan Belanda.
  • Pencipta Lagu "Ya Lal Wathon": Lagu semangat nasionalisme yang diciptakan tahun 1934 untuk menumbuhkan cinta tanah air di kalangan santri.
  • Negarawan: Pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dan aktif meredam gejolak politik di era Presiden Soekarno.
  • Pelopor Kebebasan Berpikir: Menggagas sistem kepemimpinan dua badan di NU (Syuriyah dan Tanfidziyah) untuk menyatukan kaum tua dan muda.

Penghargaan dan Warisan

Atas jasa-jasanya yang luar biasa bagi kemerdekaan dan keutuhan NKRI, KH. Abdul Wahab Hasbullah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Joko Widodo pada 7 November 2014. Beliau dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Ijazah Amalan "Huwal Habib"

Salah satu ijazah amalan yang paling masyhur dari KH. Abdul Wahab Hasbullah adalah pembacaan penggalan Qasidah Burdah, khususnya bait "Huwal Habib". Mbah Wahab sering memberikan ijazah ini kepada para santrinya di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, terutama saat menghadapi situasi genting atau urusan besar bagi bangsa dan Nahdlatul Ulama.

Teks Amalan:

هُوَالْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ ۞ لِكُلّ هَوْلٍ مِنَ الْأِهْوَالِ مُقْتَحِـــــــمِ

Huwal habiibulladzii turjaa syafaa’atuhu, likulli hawlin minal ahwaali muqtahimi)


Waktu Pengamalan: Biasanya dibaca secara rutin setiap habis salat Maghrib.

Tujuan/Fadhilah: Digunakan sebagai ikhtiar batin untuk memohon pertolongan Allah agar segala urusan dipermudah, dijauhkan dari malapetaka, serta diberikan kelancaran dalam perjuangan.

Tata Cara Mengamalkan (Berdasarkan Tradisi Tambakberas):

Menurut penuturan para pengasuh di Pesantren Tebuireng dan Tambakberas, ijazah ini sering diawali dengan tawasul:
  • Tawasul (Kirim Fatihah): Khususnya kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, dan KH Abdul Wahab Hasbullah.
  • Membaca Surat Pendek: Al-Fatihah, Al-Ikhlas, An-Nas, Al-Falaq, dan Ayat Kursi.
  • Membaca Sholawat Burdah: Bait Huwal Habib dibaca berulang kali sesuai arahan atau kebutuhan.

Pesan Bijak Mbah Wahab untuk Generasi Masa Kini

Tentang Persatuan: "Tidak ada senjata yang lebih tajam selain persatuan." (Pesan ini sering beliau sampaikan untuk mengingatkan betapa pentingnya ukhuwah di tengah perbedaan).
Tentang Keberanian dan Perjuangan: "Jadilah kiai yang berjiwa pejuang, jangan menjadi kiai yang hanya menunggu pemberian."
Tentang Cinta Tanah Air (Hubbul Wathon): "Indonesia adalah rumah kita. Menjaganya adalah bagian dari iman, membela kehormatannya adalah kewajiban setiap jiwa." (Semangat ini tercermin jelas dalam lirik lagu Ya Lal Wathon yang beliau ciptakan).
Tentang Perubahan Zaman: "Kita harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, namun jangan pernah melepaskan akar tradisi dan nilai-nilai luhur agama kita."
Pesan untuk Santri dan Pemuda: "Santri harus mampu menjadi penerang di tengah kegelapan, bukan sekadar penonton di pinggir jalan sejarah."