Legenda dan Cerita Rakyat Nusantara Legenda dan Cerita Rakyat Nusantara

PERISAI MUKMIN CHANNEL YOUTUBE

Berbagi kumpulan shalawat Nabi dan dzikir yang sangat baik di amalkan dalam kehidupan sehari hari

MP3 LAGU-LAGU PRAMUKA

Lagu-lagu pramuka yang ber-irama cerdas dan riang selalu setia menemani anggota pramuka, baik pada saat latihan rutin maupun berkemah, mengajak generasi bangsa untuk selalu memiliki jiwa dan keyakinan yang mantap dalam mengisi pembangunan nasional.

MP3 LAGU ANAK INDONESIA

Lagu anak Indonesia walaupun lirik lagunya singkat tapi isinya syarat dengan pesan orang tua terhadap anaknya. Bagi ada yang mempunyai anak kecil, sangat baik jika menguasai lagu-lagu khusus untuk anak-anak karena disamping liriknya mudah diingat juga lagu lagu tersebut mengandung pesan moral yang baik bagi anak kita tercinta.

MP3 LAGU DAERAH NUSANTARA INDONESIA

Nusantara Indonesia yang bergitu luas terdiri dari beragam macam etnis dan suku budaya yang masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda satu sama lainnya. Salah satu budaya daerah yang selalu menjadi kebanggaan daerah masing-masing bahkan menjadi kebanggaan nasional adalah berupa Lagu Daerah.

MP3 LAGU PERJUANGAN DAN WAJIB NASIONAL

Lagu atau musik perjuangan ialah lagu yang membangkitkan semangat persatuan untuk melawan penjajah. Mengingat, mengenang, memperkenalkan kepada generasi muda bangsa indonesia bagaimana semangat dan perjuangan pahlawan-pahlawan yang telah berjasa membela negara di masa lampau.

JELAJAH WISATA DI INDONESIA

Indonesia kaya akan Keindahan alamnya, masing-masing punya pesona dan keistimewaan khas tersendiri yang tak akan dapat ditemukan di belahan bumi manapun. Tidak hanya itu, tempat wisata buatan pun juga ikut meramaikan bursa tempat wisata pilihan di indonesia. Dengan mengetahuinya kita akan tertarik, namun dengan menyaksikannya langsung akan membuat decak kagum terpesona.

77 WARISAN BUDAYA INDONESIA

Indonesia sebagai bangsa yang besar dan memiliki keanekaragaman suku dan budaya memiliki jutaan warisan karya kebudayaan yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh seluruh anak bangsa, seringnya budaya milik indonesia yang diklaim sebagai budaya asli negara lain.

20 April 2019

Biografi Husein Mutahar Bapak Paskibraka

Biografi Husein Mutahar Bapak Paskibraka
Pernahkah anda mendengar lagu Syukur, salah satu lagu nasional indonesia yang sangat syahdu mendengarnya, suatu lagu ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kemerdekaan bangsa indonesia yang telah di raih.

Perlu anda ketahui bahwa pencipta lagu Syukur ini salah satu pendiri Paskibra di indonesia yakni Habib Muhammad Husein bin Salim bin Ahmad bin Salim bin Ahmad Al-Muthahar atau yang lebih dikenal dengan nama Husein Mutahar, lahir di Semarang, Jawa Tengah, 5 Agustus 1916 dan meninggal di Jakarta, 9 Juni 2004 pada umur 87 tahun, beliau salah satu seorang komponis musik Indonesia, terutama untuk kategori lagu kebangsaan dan anak-anak.

Lagu ciptaannya yang populer adalah Hymne Syukur diperkenalkan Januari 1945 dan Mars Hari Merdeka tahun 1946. Karya terakhirnya, lagu Dirgahayu Indonesiaku, menjadi lagu resmi ulang tahun ke-50 Kemerdekaan Indonesia. Dan lagu anak-anak ciptaannya, antara lain: "Gembira", "Tepuk Tangan Silang-silang", "Mari Tepuk", "Slamatlah", "Jangan Putus Asa", "Saat Berpisah", dan "Hymne Pramuka".

Beliau sangat aktif dalam kegiatan kepanduan dan tokoh utama Pandu Rakyat Indonesia, gerakan kepanduan independen yang berhaluan nasionalis. Dan beliau juga dikenal sangat anti komunis. Ketika seluruh gerakan kepanduan dilebur menjadi Gerakan Pramuka, Husein Mutahar juga menjadi salah satu tokoh utama didalamnya. Namanya juga terkait dalam mendirikan dan membina Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), tim yang beranggotakan pelajar dari berbagai penjuru Indonesia yang bertugas mengibarkan Bendera Pusaka dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI. 
Husein Mutahar
Husein Mutahar mengecap pendidikan setahun di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada periode 1946-1947, dan setelah tamat dari MULO B (1934) dan AMS A-I (1938). Pada tahun 1945, Mutahar bekerja sebagai Sekretaris Panglima Angkatan Laut RI di yogyakarta, kemudian menjadi pegawai tinggi Sekretariat Negara di yogyakarta (1947). Selanjutnya, beliau mendapat jabatan-jabatan yang meloncat-loncat antar departemen. Puncak kariernya adalah sebagai Duta Besar RI di Tahta Suci (Vatikan) (1969-1973). Beliau sangat menguasai paling tidak 6 (enam) bahasa secara aktif. Jabatan terakhirnya adalah sebagai Pejabat Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri (1974).

Sebagai salah seorang ajudan Presiden, Habib Husein Mutahar diberi tugas menyusun upacara pengibaran bendera ketika Republik Indonesia merayakan hari ulang tahun pertama kemerdekaan, 17 Agustus 1946. Menurut pemikirannya, pengibaran bendera sebaiknya dilakukan para pemuda yang mewakili daerah-daerah Indonesia. Ia lalu memilih lima pemuda yang berdomisili di Yogyakarta (tiga laki-laki dan dua perempuan) sebagai wakil daerah mereka.
Pengibaran Bendera Merah Putih 17 Agustus 1946

Pada tahun 1967, sebagai direktur jenderal urusan pemuda dan Pramuka, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Husein Mutahar diminta Presiden Soeharto untuk menyusun tata cara pengibaran Bendera Pusaka. Dan tata cara pengibaran Bendera Pusaka disusunnya untuk dikibarkan oleh satu pasukan yang dibagi menjadi tiga kelompok:

Kelompok 17 sebagai pengiring atau pemandu
Kelompok 8 sebagai kelompok inti pembawa bendera
Kelompok 45 sebagai pengawal.

Pembagian menjadi tiga kelompok tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. 
Biografi Husein Mutahar Bapak Paskibraka
Kisah Husein Mutahar, Bapak Paskibraka yang Selamatkan Bendera Pusaka dari Serangan Belanda
Seiring dengan semakin populernya tugas sebagai seorang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), tak banyak yang mengetahui mengenai perjuangan Bapak Paskibraka dalam menyelamatkan bendera merah putih dari serangan Belanda. Pada saat itu, ibukota Indonesia masih berada di Yogyakarta.

Bapak Paskibraka, Husein Mutahar pernah memisahkan bendera pusaka menjadi dua carik kain yang berbeda. Berwarna merah dan putih. Bukan tanpa alasan. Ini dia lakukan demi menyelamatkan bendera pusaka tersebut, setelah Gedung Agung, Yogyakarta dikepung oleh Belanda pada 19 Desember 1948.

Mengutip dari tulisan Purna Paskibraka 1978 Budiharjo Winarno, Presiden Soekarno memanggil Husein Mutahar setelah urusan pemerintahan selesai. Mereka saling bicara di ruangan pribadinya.

Berdasarkan buku Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams, Soekarno memberikan sebuah tugas pada Husein Mutahar. Dia ingin agar bendera pusaka dijaga sekalipun nyawa menjadi taruhannya. Tugas ini diberikannya secara pribadi pada sang ajudan.

"Ini tidak boleh jatuh ke tangan musuh," kata Bung Karno saat itu.

"Jika Tuhan mengizinkannya, engkau mengembalikannya kepadaku sendiri dan tidak kepada siapapun kecuali pada orang yang menggantikanku sekiranya umurku pendek," kata Soekarno seperti dikutip dari buku tersebut.

Memisahkan Kain Merah dan Putih
Dia menambahkan, apabila Mutahar meninggal di kala tugasnya, dia ingin Mutahar mewariskan tugas tersebut pada orang lain dan harus diserahkan pada Soekarno seorang.

Setelah melakukan doa dan perenungan di kala serangan masih berlangsung, Mutahar segera mencabut benang jahitan yang menyatukan kain merah dan putih pada bendera itu. Dengan menggunakan jarum dan dibantu oleh Perna Dinata, dia melepaskannya dengan hati-hati.

Bendera yang telah dijahit Fatmawati itu akhirnya berhasil dipisahkan menjadi dua kain yang berbeda. Hal ini untuk menghindari penyitaan oleh Belanda.

Bung Karno dan Bung Hatta akhirnya di asingkan ke Sumatera. Sementara, Husein Mutahar dan beberapa staf kepresidenan juga diasingkan ke Semarang dan ditahan di sana. Namun, dua kain bendera tersebut tetap aman.

Husein Mutahar akhirnya berhasil melarikan diri ke Jakarta. Dia meminta seseorang menjahitkan kembali dua bagian bendera pusaka tersebut untuk kemudian dikirimkan ke Bangka lewat Sujono, seorang delegasi Indonesia.

Sang Saka Merah Putih akhirnya berhasil dikembalikan kepada Soekarno. Bendera buatan istrinya itu berhasil kembali ke tangannya.

H. Husein Mutahar selama hidupnya ia tidak pernah menikah, namun mempunyai 8 anak semang (6 laki-laki dan 2 perempuan). Sebagian merupakan ”se­rahan” dari ibu mereka yang janda atau bapak me­reka beberapa waktu sebelum meninggal dunia. Adapula bapak/ibu yang sukarela menyerahkan anaknya untuk diakui sebagai anak sendiri. Semua sudah beru­mah tangga dan mempunyai 15 orang cucu (7 laki-laki dan 8 perempuan). Beliau meninggal dunia di Jakarta pada usia hampir 88 tahun, 9 Juni 2004, dan di makamkan di Pemakaman Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

13 April 2019

11 Destinasi Wisata Gratis Di Jakarta

Wisata gratis di Jakarta.? Memangnya ada.? Kan, tidak ada yang gratis di Jakarta. Makan, minum bahkan sekadar buang air kecil mau pun besar, semua ada harganya. Jika kamu beranggapan demikian, berarti kamu belum mengenal Jakarta secara keseluruhan. Banyak Wisata di Indonesia yang wajib kamu kunjungi.

Jakarta identik dengan kesibukan dan hiruk pikuk keramaian. Untuk menghilangkan stres dan kepenatan, biasanya penduduk ibukota ramai-ramai berlibur ke luar kota saat akhir pekan.

Tengok saja Puncak dan Bandung. Deretan mobil berpelat nomor B kerap berduyun. Alhasil, kemacetan parah tak bisa dihindari.

Namun sekarang, mindset hanya bisa berlibur di luar ibukota sebaiknya mulai diubah. Liburan tak melulu harus ke luar kota. Kota Batavia ternyata punya obyek wisata menarik yang menawarkan ketenangan.

Faktanya, tidak sedikit hal-hal yang bisa didapatkan dengan murah, bahkan cuma-cuma alias gratis. Hal ini juga berlaku untuk wisata di Jakarta, lho. Yup, meski untuk masuk ke Taman Mini Indonesia Indah, atau Ancol dan Dufan, kamu harus mengeluarkan uang untuk bisa sekadar masuk ke lokasi, ada sejumlah tempat wisata di Jakarta, di mana kamu bisa masuk dan bersenang-senang di dalamnya tanpa harus membayar biaya untuk tiket masuk.

Tertarik liburan dan wisata gratis di Jakarta bersama anggota keluarga atau teman-teman kamu di akhir pekan ini, simak daftar sejumlah tempat yang asyik.

1. Kembali ke masa lalu - Kota Tua Jakarta
kota tua jakarta

kota tua jakarta
Siapa yang tidak tahu Kota Tua Jakarta. Banyak wisata asyik di sana dan pas bagi kamu yang ingin merasakan sensasi ke masa lalu, ke era kolonial, di kala Jakarta masih bernama Batavia.

Bagi penggemar selfie, Kota Tua Jakarta memiliki banyak spot atraktif dan pas untuk dijadikan latar swafoto kamu. Kesan jadul juga bisa kamu dapatkan apabila menyewa wardrobe yang pas dan mendukung, dan untuk yang ini kamu harus bayar ya.


2. Rumah Akar Kota Tua Jakarta
Rumah Akar Kota Tua Jakarta
Siapa sangka di tengah keramaian hiruk pikuk Jakarta, ada sebuah  tempat wisata kekinian yang begitu unik dan menarik perhatian. Kali ini, Kania ingin mengajak anda untuk mengintip uniknya Rumah Akar Kota Tua yang berada di Kota Tua Jakarta Pusat.

Berlokasi tidak jauh dari Museum Fatahillah atau sekitar 7 menit berjalan kaki, Rumah Akar Kota Tua menyisakan  banyak eksotisme, daya tarik, dan cerita yang bakal bikin kamu berdecak kagum. Yuk kita sambangi Rumah Akar Kota Tua bareng!
Rumah Akar Kota Tua Jakarta
Berlokasi tak jauh dari Museum Fatahillah yang terkenal sebagai spot cantik untuk foto-foto, rumah akar sebenarnya juga menarik untuk spot foto-foto juga. Tak hanya itu, Anda bisa menonjolkan masa lampau di bangunan ini karena bangunannya yang unik dan menarik dipenuhi dengan akar-akar pepohonan.
Rumah Akar Kota Tua Jakarta
Sebagai pusat pemerintahan Belanda pada masa kolonial, tak heran jika Kota Tua di Jakarta Pusat ini memang dipenuhi dengan suguhan arsitektur rumah gaya Eropa khas Belanda kuno. Ini merupakan ruang kantor perniagaan Belanda di masa lalu. Pernah dijadikan gereja tapi juga lama dijadikan gudang dan ditinggalkan. Suasananya sedikit mencekam karena pohon raksasa di tengahnya, tapi jangan khawatir. Kesinilah kapan-kapan jika anda berlibur.

3. Danau Asyik di Pusat Ibukota - Taman Situ Lembang
Destinasi wisata gratis di Jakarta yang satu ini merupakan salah satu yang paling Hits di ibukota. Beragam wahana asyik dan seru bisa dinikmati dari yang tua hingga muda. Ingin sekedar bersantai, memancing atau berjalan-jalan di sekitar Situ Lembang pun juga menyenangkan.
Taman Situ Lembang Jakarta
Tidak hanya itu saja, di momen waktu tertentu, khususnya di sore hari, kamu bisa menikmati suasana yang syahdu dan menenangkan. Hal semacam ini bukan hal yang mudah ditemukan di Jakarta, lho!

4. Taman urban yang aduhai – Taman Suropati
Taman Suropati
Taman urban selalu menarik untuk didatangi, khususnya yang ada di Jakarta. Bagaimana tidak, selain tempatnya asyik, fasilitasnya juga memadai.
Taman Suropati

 Taman Suropati
Yang diunggulkan dari taman ini adalah suasananya yang teduh. Pohon yang rindang, area yang bersih dan tema tropis yang dikedepankan menjadikan taman Suropati ini menjadi salah satu jujukan favorit masyarakat urban Jakarta.

5. Taman Tabebuya
Taman Tabebuya
Seperti yang bisa kita lihat pada gambar, taman ini merupakan destinasi kolam teratai indah yang cukup terkenal di Jakarta. Biasanya destinasi ini dijadikan tempat untuk jogging dan bersantai.

Salah satu spot yang terkenal di sini adalah pohon Tabebuya dari Brasil yang bunganya berwarna merah muda seperti bunga sakura di Jepang. Cantik banget!
Alamat: Jl Moh Kahfi I, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 

6. Surganya pecinta barang vintage – Pasar Barang Antik, Jalan Surabaya, Cikini
Nah, bagi kamu yang tertarik pada barang-barang jadul, alias vintage, Pasar Barang Antik di Jalan Surabaya, Cikini adalah jujukan utama untuk berburu. Mulai dari jam antik hingga telepon jadul yang unik, semuanya ada di sini. Ingin memilikinya, silakan uji kemampuan menawar kamu, ya!
Pasar Barang Antik, Jalan Surabaya, Cikini

Pasar Barang Antik, Jalan Surabaya, Cikini
Bagi penggemar fotografi, banyak spot di Pasar Barang Antik di Cikini ini yang Instagenik. Malahan, tidak jarang lho orang berfoto prewedding di area ini untuk mendapatkan kesan vintage dan oldies.

7. Museum yang Anti Mainstream - Museum Tengah Kebun
Museum yang Anti Mainstream - Museum Tengah Kebun
Tidak semua museum menghadirkan nuansa yang membosankan, seperti Museum Tengah Kebun. Mulai dari letaknya, atmosfer hingga barang yang dipamerkan, semuanya asyik, seru dan anti-mainstream.
Museum yang Anti Mainstream - Museum Tengah Kebun
Namun, untuk menikmati museum ini kamu harus melakukan booking tempat dan kunjungan juga harus berkelompok, antara tujuh dan 12 orang. Biayanya? Gratis kok!
Museum yang Anti Mainstream - Museum Tengah Kebun


8.  Ruang Hijau Asyik dipinggir Mall – Tribeca Park
Lelah menjelajah Central Park Mall, kamu bisa langsung melipir ke Tribeca Park yang berada di sebelahnya. Dijamin deh, lelah fisik dan hati bisa luntur seketika melihat suasana asri dan menenangkan di lokasi ini.
Ruang Hijau Asyik dipinggir Mall – Tribeca Park
Beragam tanaman yang berwarna-warni, lanskap taman yang keren, juga kolam dan hewan lucu di dalamnya membuat taman Tribeca ini kerap menjadi jujukan untuk beristirahat sejenak setelah melihat keriuhan kota. Belum lagi semilir angin, yang bisa membujukmu untuk terlelap sejenak, sekaligus membuatmu lupa sedang berada di ibu kota yang terkenal panas.

9. Menikmati sejuknya taman di selatan Jakarta – Taman Ayodya
Menikmati sejuknya taman di selatan Jakarta – Taman Ayodya
Saat di Jakarta Selatan, kamu bisa menikmati Taman Ayodya yang hijau, serta danau buatan yang asri. Fasilitas urban yang ditawarkan pun cukup menjanjikan. Ada WiFi nya juga, lho!
Menikmati sejuknya taman di selatan Jakarta – Taman Ayodya
Selain itu, kamu juga bisa menikmati nuansa sejuk yang biasanya tidak bisa didapatkan di tengah kota Jakarta. Yang lebih seru lagi, banyak kegiatan komunal dihelat di sini, seperti pertemuan pecinta hewan unik dan masih banyak lagi lainnya di akhir pekan.


10. Menjelajahi Dunia Seni Gaya Baru – Museum Art Mon Decor
Menjelajahi Dunia Seni Gaya Baru – Museum Art Mon Decor
Ingin menikmati hasil karya seni dari seniman baru, langsung saja menuju ke Museum Art Mon Decor di kawasan Gunung Sahari. Dari lukisan hingga bentuk New Art, kamu bisa melihat gaya eksentrik senimannya.
Menjelajahi Dunia Seni Gaya Baru – Museum Art Mon Decor

Bentuk gedung yang juga tidak biasa membuat museum ini mencolok dari lingkungan sekitarnya. Sayangnya, popularitasnya masih rendah meski apa yang ditawarkan cukup menarik.
Menjelajahi Dunia Seni Gaya Baru – Museum Art Mon Decor



11. Hutan Bakau Muara Angke
Hutan Bakau Muara Angke

Banyak yang belum tahu jika di Jakarta ada obyek wisata hutan bakau. Hutan Muara Angke adalah hutan bakau terbesar yang masih ada di Jakarta. Hamparan pepohonan mangrove yang luas memberikan kesejukan tersendiri. Tempat ini sangat cocok untuk melewatkan kebersamaan bersama keluarga atau teman-teman.
 Hutan Bakau Muara Angke

Mengenal 3 Matra TNI

Tentara Nasional Indonesia atau biasa disingkat TNI adalah nama sebuah angkatan perang dari negara Indonesia. Pada awal dibentuk bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) kemudian berganti nama menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) dan kemudian diubah lagi namanya menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga saat ini.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) terdiri dari tiga angkatan bersenjata, yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. TNI dipimpin oleh seorang Panglima TNI, sedangkan masing-masing angkatan dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan. Panglima TNI saat ini adalah Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Pada masa Demokrasi Terpimpin hingga masa Orde Baru, TNI pernah digabungkan dengan POLRI. Penggabungan ini disebut dengan ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).

Sesuai Ketetapan MPR nomor VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan POLRI serta Ketetapan MPR nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan peran POLRI maka pada tanggal 30 September 2004 telah disahkan Rancangan Undang-Undang TNI oleh Dewan Perwakilan Rakyat yang selanjutnya ditandatangani oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tanggal 19 Oktober 2004.

1. TNI ANGKATAN DARAT
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (atau biasa disingkat TNI Angkatan Darat atau TNI-AD) adalah salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan negara Republik Indonesia di darat.

TNI ANGKATAN DARAT
TNI Angkatan Darat dibentuk pada tanggal 5 Oktober 1945 bersamaan dengan dibentuknya TNI yang pada awal berdirinya bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

TNI Angkatan Darat dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) yang menjadi pemimpin tertinggi di Markas Besar Angkatan Darat (MABESAD). KASAD saat ini dijabat oleh Jenderal TNI Mulyono.

Kekuatan TNI-AD saat ini terdiri dari 2 komando utama (kotama) tempur yaitu Kostrad, dan Kopassus. Di wilayah TNI-AD memiliki 15 Komando Daerah Militer, 45 Komando Resort Militer yang masing-masing wilayah memiliki satuan tempur tersendiri. Selain komando utama tempur, TNI-AD juga memiliki komando utama pendidikan yang mendidik para perwira dan calon perwira di Akademi Militer, Secapa, Seskoad dan komando utama pengembangan dan doktrin yaitu Kodiklat.

Cikal bakal lahirnya TNI pada awal kemerdekaan Indonesia dimulai dari penggabungan kekuatan bersenjata yang berasal dari para tokoh pejuang bersenjata, baik dari hasil didikan Jepang (PETA), Belanda (KNIL), maupun mereka yang berasal dari laskar rakyat. Hasil penggabungan ini menghasilkan sebuah lembaga yang bermana Badan Keamanan Rakyat (BKR), yang kemudian berturut-turut berganti nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat (TKR), Tentara Republik Indonesia (TRI) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pada masa Orde Baru, Tentara Nasional Indonesia (TNI) digabung dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Penggabungan ini membentuk sebuah badan dengan nama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Berdasarkan Ketetapan MPR No. VI/MPR/2000 kembali menggunakan nama Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah pemisahan peran antara TNI dan Polri.

Sejak kelahirannya, TNI menghadapi berbagai tugas dalam rangka menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.



2. TNI ANGKATAN LAUT
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (atau biasa disingkat TNI Angkatan Laut atau TNI-AL) adalah salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan negara Republik Indonesia di laut.

TNI ANGKATAN LAUT
TNI Angkatan Laut dibentuk pada tanggal 10 September 1945 yang pada saat dibentuknya bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR Laut) yang merupakan bagian dari Badan Keamanan Rakyat.

TNI Angkatan Laut dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) yang menjadi pemimpin tertinggi di Markas Besar Angkatan Laut (MABESAL). Sejak 23 Mei 2018 KASAL dijabat oleh Laksamana TNI Siwi Sukma Adji yang menggantikan Laksamana TNI Ade Supandi yang memasuki masa pensiun.

Kekuatan TNI-AL saat ini terbagi dalam 3 armada, Armada I yang berpusat di Tanjung Priok, Jakarta, Armada II yang berpusat di Tanjung Perak, Surabaya, dan Armada III yang berpusat di Tanjung Kasuari, Sorong serta satu Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil). Selain itu juga membawahi Korps Marinir. 

Sejarah TNI-AL dimulai tanggal 10 September 1945, setelah masa awal diproklamasikannya kemerdekaan negara Indonesia, administrasi pemerintah awal Indonesia mendirikan Badan Keamanan Rakyat Laut (BKR Laut). BKR Laut dipelopori oleh pelaut-pelaut veteran Indonesia yang pernah bertugas di jajaran Koninklijke Marine (Angkatan Laut Kerajaan Belanda) pada masa penjajahan Belanda dan Kaigun pada masa pendudukan Jepang.

Terbentuknya organisasi militer Indonesia yang dikenal sebagai Tentara Keamanan Rakyat (TKR) turut memacu keberadaan TKR Laut yang selanjutnya lebih dikenal sebagai Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI), dengan segala kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya. Sejumlah Pangkalan Angkatan Laut terbentuk, kapal-kapal peninggalan Jawatan Pelayaran Jepang diperdayakan, dan personel pengawaknya pun direkrut untuk memenuhi tuntutan tugas sebagai penjaga laut Republik yang baru terbentuk itu. Kekuatan yang sederhana tidak menyurutkan ALRI untuk menggelar Operasi Lintas Laut dalam rangka menyebarluaskan berita proklamasi dan menyusun kekuatan bersenjata di berbagai tempat di Indonesia. Disamping itu mereka juga melakukan pelayaran penerobosan blokade laut Belanda dalam rangka mendapatkan bantuan dari luar negeri.

Selama 1949-1959 ALRI berhasil menyempurnakan kekuatan dan meningkatkan kemampuannya. Di bidang Organisasi ALRI membentuk Armada, Korps Marinir yang saat itu disebut sebagai Korps Komando Angkatan Laut (KKO-AL), Penerbangan Angkatan Laut dan sejumlah Komando Daerah Maritim sebagai komando pertahanan kewilayahan aspek laut.

Pada 1990-an TNI AL mendapatkan tambahan kekuatan berupa kapal-kapal perang jenis korvet kelas Parchim, kapal pendarat tank (LST) kelas 'Frosch', dan Penyapu Ranjau kelas Kondor. Penambahan kekuatan ini dinilai masih jauh dari kebutuhan dan tuntutan tugas, lebih-lebih pada masa krisis multidimensional ini yang menuntut peningkatan operasi namun perolehan dukungannya sangat terbatas. Reformasi internal di tubuh TNI membawa pengaruh besar pada tuntutan penajaman tugas TNI AL dalam bidang pertahanan dan keamanan di laut seperti reorganisasi dan validasi Armada yang tersusun dalam flotila-flotila kapal perang sesuai dengan kesamaan fungsinya dan pemekaran organisasi Korps Marinir dengan pembentukan satuan setingkat divisi Pasukan Marinir-I di Surabaya dan setingkat Brigade berdiri sendiri di Jakarta.


3. TNI ANGKATAN UDARA
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (atau biasa disingkat TNI Angkatan Udara atau TNI-AU) adalah salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan negara Republik Indonesia di udara.

TNI ANGKATAN UDARA
TNI Angkatan Udara pada awalnya merupakan bagian dari TNI Angkatan Darat yang dulunya bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR Jawatan Penerbangan). TNI Angkatan Udara dibentuk dan mulai berdiri sendiri pada tanggal 9 April 1946 bersamaan dengan dibentuknya Tentara Republik Indonesia (TRI Angkatan Udara) sesuai dengan Penetapan Pemerintah Nomor 6/SD Tahun 1946.

TNI Angkatan Udara dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) yang menjadi pemimpin tertinggi di Markas Besar Angkatan Udara (MABESAU). KASAU saat ini dijabat oleh Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Kekuatan TNI-AU saat ini memiliki tiga komando operasi yaitu Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) yang bermarkas di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Komando Operasi Angkatan Udara II (Koops AU II) yang bermarkas di Makassar, dan Komando Operasi Angkatan Udara III (Koops AU III) yang bermarkas di Biak. 

TNI AU lahir dengan dibentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada Tanggal 23 Agustus 1945, guna memperkuat Armada Udara yang saat itu berkekurangan pesawat terbang dan fasilitas-fasilitas lainnya. pada tanggal 5 Oktober 1945 berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.

Pada tanggal 23 Januari 1946 TKR ditingkatkan lagi menjadi TRI, sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas Angkatan Udara. Pada tanggal 9 April 1946, TRI jawatan penerbangan dihapuskan dan diganti menjadi Angkatan Udara Republik Indonesia, yang kini diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU yang diresmikan bersamaan dengan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pada 29 Juli 1947 tiga kadet penerbang TNI AU masing-masing Kadet Mulyono, Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutarjo Sigit dengan menggunakan dua pesawat Cureng dan satu Guntei berhasil melakukan pengeboman terhadap kubu-kubu pertahanan Belanda di tiga tempat, masing-masing di kota Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

Modal awal TNI AU adalah pesawat-pesawat hasil rampasan dari tentara Jepang seperti jenis Cureng, Nishikoren, serta Hayabusha. Pesawat-pesawat inilah yang merupakan cikal bakal berdirinya TNI AU. Setelah keputusan Konferensi Meja Bundar tahun 1949, TNI AU menerima beberapa aset Angkatan Udara Belanda meliputi pesawat terbang, hanggar, depo pemeliharaan, serta depot logistik lainnya. Beberapa jenis pesawat Belanda yang diambil alih antara lain C-47 Dakota, B-25 Mitchell, P-51 Mustang, AT-6 Harvard, PBY-5 Catalina, dan Lockheed L-12.

Tahun 1950, TNI AU mengirimkan 60 orang calon penerbang ke California Amerika Serikat, mengikuti pendidikan terbang pada Trans Ocean Airlines Oakland Airport (TALOA). Saat itu TNI AU mendapat pesawat tempur dari Uni Soviet dan Eropa Timur, berupa MiG-17, MiG-19, MiG-21, pembom ringan Tupolev Tu-2, dan pemburu Lavochkin La-11. Pesawat-pesawat ini mengambil peran dalam Operasi Trikora dan Dwikora.

TNI AU mengalami popularitas nasional tinggi di bawah dipimpin oleh KASAU Kedua Marsekal Madya TNI Omar Dhani awal 1960-an. TNI AU memperbarui armadanya pada awal tahun 1980-an dengan kedatangan pesawat OV-10 Bronco, A-4 Sky Hawk, F-5 Tiger, F-16 Fighting Falcon, dan Hawk 100/200.

Mengenal 6 Pasukan Elite dalam Jajaran TNI

logo Tentara Nasional Indonesia
Memiliki spesifikasi yang mumpuni, pertahanan yang kuat, dan mampu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah bagian dari ciri-ciri personel Tentara Nasional Indonesia (TNI). TNI yang terbagi dalam Tiga Matra, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara mempunyai tugas dan fungsi masing-masing. 

Sebagai garda terdepan NKRI, seorang anggota TNI memiliki keunggulan tersendiri. Dalam setiap sub/kesatuan, mereka dilatih cara kepemimpinan dan bahkan teknik bertahan hidup. Dari setiap satuan biasanya memiliki sebuah pasukan khusus yang memikul tugas dan tanggung jawab lebih berat. Pasukan khusus pada masing-masing matra ini dibentuk untuk dihadapkan pada kondisi dan keadaan tertentu. 

Berikut ulasan sejumlah pasukan elite TNI yang Memiliki spesifikasi mumpuni dan terlatih dalam melakukan setiap medan dalam tugas menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

1. KOPASSUS
Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi Kopassus adalah bagian dari Komando Utama (KOTAMA) tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat, Indonesia. Kopassus memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror. 
kopassusTugas Kopasus Operasi Militer Perang (OMP) diantaranya Direct Action serangan langsung untuk menghancurkan logistik musuh, Combat SAR, Anti Teror, Advance Combat Intelligence (Operasi Inteligen Khusus). Selain itu, Tugas Kopasus Operasi Militer Selain Perang (OMSP) diantaranya Humanitarian Asistensi (bantuan kemanusiaan), AIRSO (operasi anti insurjensi, separatisme dan pemberontakan), perbantuan terhadap kepolisian/pemerintah, SAR Khusus serta Pengamanan VVIP.

Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto "Berani, Benar, Berhasil".

Awalnya, satuan ini berasal dari Kesatuan Komando Tentara Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT) untuk menumpas Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku pada 16 April 1952. Kesatuan ini kemudian menjadi cikal bakal dari terbentuknya Kopassus. 
pasukan kopassus
Sejak 25 Juni 1996, Kopassus memiliki lima Group yaitu:
Group 1/Parakomando, berlokasi di Serang (Banten).
Group 2/Parakomando, berlokasi di Kartasura (Jawa Tengah),
Group 3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus, berlokasi di Batujajar (Jawa Barat).
Group 4/Sandhi Yudha, berlokasi di Cijantung (Jakarta Timur)
dan Group 5/Anti Teror, berlokasi di Cijantung (Jakarta Timur). 

Berbagai operasi berhasil dilakukan oleh Kopassus seperti penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur. Selain itu juga berhasil melakukan operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, operasi pembebasan sandera perompak Somalia, serta berbagai operasi militer lainnya.

2. KOPASKA
Komando Pasukan Katak atau lebih dikenal dengan sebutan Kopaska didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Soekarno untuk mendukung kampanye militer di Irian Jaya. Satuan ini merupakan bagian dari pasukan khusus yang dimiliki oleh TNI Angkatan Laut.
kopaskaSaat ini Kopaska terbagi menjadi 3 Komando, Satuan Komando Pasukan Katak Armada I di Pondok Dayung, Jakarta Utara Satuan Komando Pasukan Katak Armada II di Surabaya, dan Satuan Komando Pasukan Katak Armada III di Sorong. Tugas utama mereka adalah menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai dan operasi pendaratan kekuatan amfibi. 

pasukan kopaska
Satuan ini memiliki semboyan "Tan Hana Wighna Tan Sirna" yang berarti Tak ada rintangan yang tak dapat diatasi. Saat ini, Kopaska terbagi dalam dua Komando yang berada di Ujung Surabaya dan Satuan Pasukan Katak Armabar di Jakarta Utara. Kopaska telah berhasil melakukan operasi militer seperti pembebasan Papua Barat, Operasi Khusus Kikis Bajak, Operasi Khusus Lusitania Expresso dan berbagai jenis operasi lainnya.


3. DENJAKA
Detasemen Jalamangkara (disingkat Denjaka) adalah sebuah detasemen penanggulangan teror aspek laut TNI Angkatan Laut. Denjaka adalah satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL.
denjaka
Anggota Denjaka dididik di Bumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan dan harus menyelesaikan suatu pendidikan yang disebut PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut). Lama pendidikan ini adalah 6 bulan. Denjaka dikhususkan untuk satuan anti teror walaupun mereka juga bisa dioperasikan di mana saja terutama anti teror aspek laut. 

Satuan ini berdiri pada 4 November 1982 dengan nama Pasukan Khusus AL (Pasusla). Awalnya, dibentuk untuk menanggulangi ancaman aspek laut seperti terorisme, sabotase dan ancaman lain. Perekrutan dari personel Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang dilatih beberapa aspek laut. 
pasukan denjaka
Karena perkembangan pasukannya begitu mumpuni, berdasarkan instruksi Panglima TNI kepada Komandan Korps Marinir No Isn.01/P/IV/1984 tanggal 13 November 1984 maka terbentuklah nama Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), selain sebagai Komando Pelaksana Korps Marinir yang berkedudukan langsung di bawah Dankormar, juga sebagai pelaksana utama Panglima TNI. Sebagai Komando Pelaksana Korps Marinir, Denjaka mempunyai tugas pokok dalam membina kekuatan dan kemampuan satuan Detasemen Jalamangkara. 

Detasemen ini menjadi satuan anti teror di bawah komando pelaksana Korps Marinir untuk melaksanakan operasi antisabotase, antiteror aspek laut, Anti-bajak pesawat udara, perang kota/hutan/pantai/laut/inteligen dan operasi klandestin yang beraspek laut maupun operasi-operasi khusus lainnya. Denjaka memiliki moto "Satya Wira Dharma". Pasukan ini menggunakan Seragam warna hitam dan memakai baret ungu.


4. PASKHAS
Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (disingkat Korpaskhasau, Paskhas atau sebutan lainnya Baret Jingga), merupakan pasukan (khusus) yang dimiliki TNI Angkatan Udara. Paskhas merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra, yaitu udara, laut, darat. 
paskhas
Setiap prajurit Paskhas diharuskan minimal memiliki kualifikasi para-komando (Parako) untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional, kemudian ditambahkan kemampuan khusus kematraudaraan sesuai dengan spesialisasinya. Memiliki moto "Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana" yang berarti "Bekerja tanpa menghitung untung dan rugi".

Satuan ini berdiri atas usulan dari Gubernur Kalimantan Pangeran Ir. Mohamad Noor yang mengajukan permintaan kepada AURI agar mengirimkan pasukan payung ke Kalimantan untuk berbagai tugas pada 1947. Maka pada 17 Oktober 1947, 13 orang dipersiapkan untuk terjun di Kotawaringin. Mereka semuanya belum pernah mendapat pendidikan secara sempurna tentang terjun ini, kecuali teori dan latihan darat saja.
pasukan paskhas
Tanggal penerjunan ini kemudian dijadikan sebagai hari jadi Paskhas TNI-AU. Keputusan ini dibuat berdasarkan Keputusan Men/Pangau No.54 Tahun 1967 tanggal 12 Oktober 1967. Operasi Kotawaringin ini menjadi catatan sejarah sebagai operasi pertama pasukan payung di Indonesia. Selanjutnya, pada tahun 1952 dibentuk Pasukan Gerak Tjepat (PGT) sebagai pasukan yang berkualifikasi para (terjun payung militer) dengan personil yang berasal terutama dari PPP. PGT berhasil meraih nama besar tersendiri dengan prestasi-prestasi penugasan tempurnya. Dalam tugasnya, Paskhas telah berhasil melakukan Penumpasan RMS, DI/TII dan PRRI/PERMESTA, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, Operasi Seroja, Operasi Trisula dan Penumpasan PGRS/Paraku dan masih banyak lainnya.

Tugas dan tanggung jawab Korpaskhas sama dengan pasukan tempur lainnya yaitu sebagai satuan tempur negara, yang membedakan yaitu dari semua fungsi paskhas sebagai pasukan pemukul NKRI yang siap diterjunkan disegala medan baik hutan, kota, rawa, sungai, laut untuk menumpas semua musuh yang melawan NKRI. Paskhas mempunyai Ciri Khas tugas tambahan yang tidak dimiliki oleh pasukan lain yaitu Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3UD) yaitu merebut dan mempertahankan pangkalan dan untuk selanjutnya menyiapkan pendaratan pesawat dan penerjunan pasukan kawan.

Korpaskhas bertugas membina kekuatan dan kemampuan satuan Paskhas sebagai pasukan matra udara untuk siap operasional dalam melaksanakan perebutan sasaran dan pertahanan objek strategis Angkatan Udara, pertahanan udara, operasi khusus dan khas matra udara dalam operasi militer atas kebijakan Panglima TNI.

Warna baret jingga Paskhas terinspirasi dari cahaya jingga saat fajar di daerah Margahayu, Bandung, yaitu tempat pasukan komando ini dilatih.

5. TONTAIPUR
Pengintaian dan Pertempuran (Taipur) / Peleton Intai Tempur (Intai Tempur) adalah pasukan berkualifikasi intelijen tempur Komando Strategis Angkatan Darat. 
peleton intai tempurPembinaan satuan berada di Batalyon Intelijen Kostrad dan dalam pengoperasian di bawah kendali Panglima Kostrad yang berkemampuan tri matra. Anggotanya direkrut dari satuan-satuan yang berdinas di Kostrad.

Tontaipur memiliki kemampuan tiga matra yang anggotanya direkrut dari Kostrad, gagasan awal pembentukan TONTAIPUR KOSTRAD ini lebih banyak ditimba dari pengalaman di lapangan dan berbagai penugasan tempur. Di situ banyak ditemukan kenyataan bahwa satuan kecil lebih efektif dalam melaksanakan manuver di lapangan.
  pasukan peleton intai tempur
Dengan pengalaman ini maka timbulah sebuah gagasan dari Pangkostrad pada waktu itu, tahun 2001, Letnan Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu untuk membentuk satu pasukan kecil yang dilatih khusus dengan keterampilan-keterampilan tempur serta persenjataan dan perlengkapan khusus, seperti alat selam tempur close circuit, kendaraan bawah air dan berbagai jenis senjata canggih lainnya, guna melaksanakan operasi tempur dengan hasil optimal.


6. YONTAIFIB
Batalyon Intai Amfibi atau disingkat YonTaifib adalah satuan elit dalam Korps Marinir yang memiliki spesialisasi dalam operasi Pengintaian Amfibi (Amphibious reconnaissance) dan Pengintaian Khussus (Special reconnaissance). 
yontaifibKesatuan ini sebanding dengan halnya Group 3/Sandhi Yudha Kopassus dalam jajaran TNI Angkatan Darat. Dahulunya satuan ini dikenal dengan nama KIPAM (Komando Intai Para Amfibi). 

Sejak berdirinya KKO AL setiap penugasan dirasakan perlunya data-data intelejen, serta pasukan khusus yang terlatih dan mampu melaksanakan kegiatan khusus yang tidak dapat dikerjakan oleh satuan biasa dalam rangka keberhasilan tugas. Menjawab kebutuhan tersebut, pada tanggal 13 Maret 1961 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Komandan KKO AL No.47/KP/KKO/1961 tanggal 13 Maret 1961, tentang pembentukan KIPAM. Pada tanggal 13 Maret 1961, KIPAM berdiri di bawah Yon Markas Posko Armatim-I, para perintis berdirinya KIPAM adalah Bapak Kresno Sumardi, Bapak Untung Suratman, Bapak Moelranto Wiryohuboyo, dan Bapak Ali Abdullah. Pada tanggal 25 Juli 1970 KIPAM berubah menjadi Yon lntai Para Amfibi. 
pasukan yontaifib
Tanggal 17 November 1971 Yon lntai Para Amfibi berubah menjadi Satuan Intai Amfibi, pada akhirnya berubah menjadi Batalyon lntai Amfibi atau disingkat Yon Taifib Mar di bawah Resimen Bantuan Tempur Korps Marinir. Seiring dengan perkembangan Korps Marinir dengan peresmian Pasmar I SK Kasal No. Skep/08/111/2001 tanggal 12 Maret 2001 tentang Yon Taifib Marinir tidak lagi di bawah Resimen Bantuan Tempur Korps Marinir (Menbanpurmar), akan tetapi langsung berada di bawah Pasmar. Melihat lingkup penugasan serta kemampuannya, akhirnya Taifib secara resmi disahkan menjadi Pasukan Khusus TNI AL. Hal ini sesuai dengan SK Kasal No. Skep/1857/XI/2003 tanggal 18 November 2003 tentang Pemberian Status Pasukan Khusus kepada Intai Amfibi Korps Marinir.

Untuk menjadi anggota YonTaifib, calon diseleksi dari prajurit marinir yang memenuhi persyaratan mental, fisik, kesehatan, dan telah berdinas aktif minimal dua tahun. Salah satu program latihan bagi siswa pendidikan intai amfibi, adalah berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sejauh 3 km. Dari satuan ini kemudian direkrut lagi prajurit terbaik untuk masuk kedalam Detasemen Jala Mengkara, pasukan elitnya TNI Angkatan Laut. 

Tugas Yontaifib adalah untuk membina dan menyediakan kekuatan amfibi maupun darat serta tugas operasi khusus dalam pelaksanaan operasi amfibi dan satuan tugas TNI AL. Memiliki semboyan "Maya Netra Yamadipati" yang bermakna "Bergerak dengan cepat, rahasia dan mematikan dalam setiap pertempuran". Yontaifib memakai baret ungu khas Marinir. Namun, yang membedakan dengan Marinir pada umumnya adalah penggunaan Brevet "Tri Media" di samping Pataka Korps Marinir. Berawal dari Taifib, nantinya akan dipilih dan diseleksi beberapa orang yang akan masuk ke dalam Denjaka bersama prajurit Kopaska.

Sejarah Tentara Nasional Indonesia

Sejarah Tentara Nasional Indonesia
Tentara Nasional Indonesia (TNI) dibentuk melalui perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dari ancaman Belanda yang ingin kembali berkuasa menjajah Indonesia melalui kekerasan senjata. TNI pada awalnya merupakan organisasi yang bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR). Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan selanjutnya diubah kembali menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

Pada masa mempertahankan kemerdekaan ini, banyak rakyat Indonesia membentuk laskar-laskar perjuangan sendiri atau badan perjuangan rakyat. Usaha pemerintah Indonesia untuk menyempurnakan tentara kebangsaan terus berjalan, sambil bertempur dan berjuang untuk menegakkan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat, maka pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden Soekarno mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara resmi.

Pada saat-saat kritis selama Perang Kemerdekaan (1945-1949), TNI berhasil mewujudkan dirinya sebagai tentara rakyat, tentara revolusi, dan tentara nasional. Sebagai kekuatan yang baru lahir, disamping TNI menata dirinya, pada waktu yang bersamaan harus pula menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Dari dalam negeri, TNI menghadapi rongrongan-rongrongan baik yang berdimensi politik maupun dimensi militer. Rongrongan politik bersumber dari golongan komunis yang ingin menempatkan TNI dibawah pengaruh mereka melalui “Pepolit, Biro Perjuangan, dan TNI-Masyarakat:. Sedangkan tantangan dari dalam negeri yang berdimensi militer yaitu TNI menghadapi pergolakan bersenjata di beberapa daerah dan pemberontakan PKI di Madiun serta Darul Islam (DI) di Jawa Barat yang dapat mengancam integritas nasional. Tantangan dari luar negeri yaitu TNI dua kali menghadapi Agresi Militer Belanda yang memiliki organisasi dan persenjataan yang lebih modern.

Sadar akan keterbatasan TNI dalam menghadapi agresi Belanda, maka bangsa Indonesia melaksanakan Perang Rakyat Semesta dimana segenap kekuatan TNI dan masyarakat serta sumber daya nasional dikerahkan untuk menghadapi agresi tersebut. Dengan demikian, integritas dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia telah dapat dipertahankan oleh kekuatan TNI bersama rakyat.

Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Sistem demokrasi parlementer yang dianut pemerintah pada periode 1950-1959, mempengaruhi kehidupan TNI. Campur tangan politisi yang terlalu jauh dalam masalah intern TNI mendorong terjadinya Peristiwa 17 Oktober 1952 yang mengakibatkan adanya keretakan di lingkungan TNI AD. Di sisi lain, campur tangan itu mendorong TNI untuk terjun dalam kegiatan politik dengan mendirikan partai politik yaitu Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI) yang ikut sebagai kontestan dalam Pemilihan Umum tahun 1955.

Periode yang juga disebut Periode Demokrasi Liberal ini diwarnai pula oleh berbagai pemberontakan dalam negeri. Pada tahun 1950 sebagian bekas anggota KNIL melancarkan pemberontakan di Bandung (pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil/APRA), di Makassar Pemberontakan Andi Azis, dan di Maluku pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS). Sementara itu, DI TII Jawa Barat melebarkan pengaruhnya ke Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Aceh. Pada tahun 1958 Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia/Perjuangan Rakyat Semesta (PRRI/Permesta) melakukan pemberontakan di sebagian besar Sumatera dan Sulawesi Utara yang membahayakan integritas nasional. Semua pemberontakan itu dapat ditumpas oleh TNI bersama kekuatan komponen bangsa lainnya.

Pada tahun 1962 merupakan bagian yang penting dari sejarah TNI pada dekade tahun enam puluhan, dilakukan upaya penyatuan antara angkatan perang dengan kepolisian negara menjadi sebuah organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Penyatuan satu komando ini dilakukan dengan tujuan untuk mencapai tingkat efektivitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya dan menjauhkan pengaruh dari kelompok politik tertentu.

Menyatunya kekuatan Angkatan Bersenjata di bawah satu komando, diharapkan dapat mencapai efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya, serta tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan kelompok politik tertentu. Namun hal tersebut menghadapi berbagai tantangan, terutama dari Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai bagian dari komunisme internasional yang senantiasa gigih berupaya menanamkan pengaruhnya ke dalam tatanan kehidupan bangsa Indonesia termasuk ke dalam tubuh ABRI melalui penyusupan dan pembinaan khusus, serta memanfaatkan pengaruh Presiden/Panglima Tertinggi ABRI untuk kepentingan politiknya.

Upaya PKI makin gencar dan memuncak melalui kudeta terhadap pemerintah yang syah oleh G30S/PKI, mengakibatkan bangsa Indonesia saat itu dalam situasi yang sangat kritis. Dalam kondisi tersebut TNI berhasil mengatasi situasi kritis menggagalkan kudeta serta menumpas kekuatan pendukungnya bersama-sama dengan kekuatan-kekuatan masyarakat bahkan seluruh rakyat Indonesia.

Dalam situasi yang serba chaos itu, ABRI melaksanakan tugasnya sebagai kekuatan hankam dan sebagai kekuatan sospol. Sebagai alat kekuatan hankam, ABRI menumpas pemberontak PKI dan sisa-sisanya. Sebagai kekuatan sospol ABRI mendorong terciptanya tatanan politik baru untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 45 secara murni dan konsekwen.

Sementara itu, ABRI tetap melakukan pembenahan diri dengan cara memantapkan integrasi internal. Langkah pertama adalah mengintegrasikan doktrin yang akhirnya melahirkan doktrin ABRI Catur Dharma Eka Karma (Cadek). Doktrin ini berimplikasi kepada reorganisasi ABRI serta pendidikan dan latihan gabungan antara Angkatan dan Polri. Disisi lain, ABRI juga melakukan integrasi eksternal dalam bentuk kemanunggalan ABRI dengan rakyat yang diaplikasikan melalui program ABRI Masuk Desa (AMD).
Pada tahun 1998 terjadi perubahan situasi politik di Indonesia. Perubahan tersebut berpengaruh juga terhadap keberadaan ABRI. Pada tanggal 1 April 1999 TNI dan Polri secara resmi dipisah menjadi institusi yang berdiri sendiri. Sebutan ABRI sebagai tentara dikembalikan menjadi TNI, sehingga Panglima ABRI menjadi Panglima TNI.
Peran, Fungsi dan Tugas TNI (dulu ABRI) juga mengalami perubahan sesuai dengan Undang-Undang Nomor: 34 tahun 2004. TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. TNI sebagai alat pertahanan negara, berfungsi sebagai: penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa, penindak terhadap setiap bentuk ancaman sebagaimana dimaksud di atas, dan pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan.

Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Tugas pokok itu dibagi 2(dua) yaitu: operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang.

Operasi militer selain perang meliputi operasi mengatasi gerakan separatis bersenjata, mengatasi pemberontakan bersenjata, mengatasi aksi terorisme, mengamankan wilayah perbatasan, mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis, melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri, mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya, memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta, membantu tugas pemerintahan di daerah, membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang, membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia, membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan, membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue) serta membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan dan penyelundupan.

Sementara dalam bidang reformasi internal, TNI sampai saat ini masih terus melaksanakan reformasi internalnya sesuai dengan tuntutan reformasi nasional. TNI tetap pada komitmennya menjaga agar reformasi internal dapat mencapai sasaran yang diinginkan dalam mewujudkan Indonesia baru yang lebih baik dimasa yang akan datang dalam bingkai tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahkan, sejak tahun 1998 sebenarnya secara internal TNI telah melakukan berbagai perubahan yang cukup signifikan, antara lain:

Pertama, Merumuskan paradigma baru peran ABRI Abad XXI.
Kedua, Merumuskan paradigma baru peran TNI yang lebih menjangkau ke masa depan, sebagai aktualisasi atas paradigma baru peran ABRI Abad XXI. 
Ketiga, Pemisahan Polri dari ABRI yang telah menjadi keputusan Pimpinan ABRI mulai 1-4-1999 sebagai Transformasi Awal.
Keempat, penghapusan Kekaryaan ABRI melalui keputusan pensiun atau alih status. (Kep: 03/)/II/1999). 
Kelima, penghapusan Wansospolpus dan Wansospolda/Wansospolda Tk-I.
Keenam, Penyusutan jumlah anggota F.TNI/Polri di DPR RI dan DPRD I dan II dalam rangka penghapusan fungsi sosial politik.
Ketujuh, TNI tidak lagi terlibat dalam Politik Praktis/day to day Politics.
Kedelapan, Pemutusan hubungan organisatoris dengan Partai Golkar dan mengambil jarak yang sama dengan semua parpol yang ada.
Kesembilan, Komitmen dan konsistensi netralitas TNI dalam Pemilu.
Kesepuluh, Penataan hubungan TNI dengan KBT (Keluarga Besar TNI).
Kesebelas, Revisi Doktrin TNI disesuaikan dengan Reformasi dan Peran ABRI Abad XXI.
Kedua belas, Perubahan Staf Sospol menjadi Staf Komsos.
Ketiga belas, Perubahan Kepala Staf Sosial Politik (Kassospol) menjadi Kepala Staf Teritorial (Kaster).
Keempat belas, Penghapusan Sospoldam, Babinkardam, Sospolrem dan Sospoldim.
Kelima belas, Likuidasi Staf Syawan ABRI, Staf Kamtibmas ABRI dan Babinkar ABRI.
Keenam belas, Penerapan akuntabilitas public terhadap Yayasan-yayasan milik TNI/Badan Usaha Militer.
Ketujuh belas, Likuidasi Organisasi Wakil Panglima TNI.
Kedelapan belas, Penghapusan Bakorstanas dan Bakorstanasda.
Kesembilan belas, Penegasan calon KDH dari TNI sudah harus pensiun sejak tahap penyaringan;
Kedua puluh, Penghapusan Posko Kewaspadaan;
Kedua puluh satu, Pencabutan materi Sospol ABRI dari kurikulum pendidikan TNI.
Kedua puluh dua, Likuidasi Organisasi Kaster TNI.
Kedua puluh tiga, Likuidasi Staf Komunikasi Sosial (Skomsos) TNI sesuai SKEP Panglima TNI No.21/ VI/ 2005.
Kedua puluh empat, Berlakunya doktrinTNI Tri Dharma Eka Karma (Tridek) menggantikan Catur Dharma Eka Karma (Cadek) sesuai Keputusan Panglima TNI nomor Kep/2/I/2007 tanggal 12 Januari 2007.

Sebagai alat pertahanan negara, TNI berkomitmen untuk terus melanjutkan reformasi internal TNI seiring dengan tuntutan reformasi dan keputusan politik negara.

12 April 2019

Lagu Wajib Nasional dan Penciptanya

Lagu Wajib Nasional Indonesia dan Penciptanya
Lagu lagu perjuangan Indonesia adalah musik yang diciptakan untuk tujuan nasional. lirik lagu wajib mengandung unsur-unsur yang dapat membangkitkan semangat perjuangan. Utamanya untuk para pejuang di masa penjajahan.

Kemudian, lagu -lagu tersebut disebut lagu wajib karena guru-guru disekolah diharuskan mengajarkan lagu tersebut pada siswanya dengan tujuan untuk menanamkan rasa cinta tangah air, menghargai dan mengingat jasa pahlawan serta meneladani semangat perjuangannya.

Lagu nasional diciptakan oleh komponis-komponis Indonesia yang hidup dimasa sebelum kemerdekaan Indonesia. Beberapa namanya mungkin pernah kita dengar seperti WR. Supratman, Ismail Marzuki, Kusbini C. Simanjuntak dan seterusnya.
Nah, Berdasarkan Instruksi Menteri Muda Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan no. 1 tanggal 17 Agustus 1959 yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah dan diterbitkan oleh balai pustaka di tahun 1963.
Bahwa ditetapkan 7 buah lagu perjuangan yang dikategorikan sebagai Lagu Wajib Nasional, diantaranya adalah:
  • Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” Ciptaan W.R Supratman
  • Bagimu Negeri (Kusbini)
  • Maju Tak Gentar (Cornel Simanjuntak)
  • Halo-Halo Bandung (Ismail Marzuki)
  • Rayuan Pulau Kelapa (Ismail Marzuki)
  • Berkibarlah Benderaku (Ibu Soed (Saridjah Niung Bintang Soedibjo)
  • Satu Nusa Satu Bangsa (Liberty Manik).
Lagu nasional menjadi bagian dari sejarah perjuangan rakyat Indonesia mencapai kemerdekaan. Makna yang terkandung dalam lagu nasional adalah.
  1. Nasionalisme yaitu sifat cinta, bangga tanah air dan mengutamakan rasa persatuan dan kesatuan
  2. Patriotisme yang memiliki makna sifat rela berkorban, kobaran semangat dan jiwa pantang menyerah.
Selain kita menghapal lagu lagu tersebut, seharusnya kita juga memahami sejarah, latar belakang dan makna yang ingin disampaikan dari lagu-lagu tersebut. Karena dengan seperti itu pesan dalam lagu nasional tersebut dapat meresap dan mengobarkan hati kita untuk selalu mencintai Tanah Air Indonesia.

   
DAFTAR LAGU NASIONAL INDONESIA
Berikut ini adalah daftar lagu nasonal Indonesia atau daftar lagu wajib nasional yang berisi lagu perjuangan beserta dengan pencipta lagu tersebut yang kami saring dari laman Wikipedia.

NAMA LAGU  DAN PENCIPTA
1. Andika Bhayangkari ( Amir Pasaribu )
2. Api Kemerdekaan ( Joko Lelono / Marlene )
3. Bagimu Negeri ( R. Kusbini )
4. Bangun Pemudi Pemuda ( Alfred Simanjuntak )
5. Bendera Kita ( Dirman Sasmokoadi )
6. Bungaku ( Cornel Simanjuntak )
7. Bendera Merah Putih ( Ibu Soed )
8. Berkibarlah Benderaku ( Ibu Soed )
9. Bhinneka Tunggal Ika ( Binsar Sitompul / A Thalib )
10. Dari Sabang Sampai Merauke ( R Soerardjo )
11. Di Timur Matahari ( Wage Rudolf (W.R) Soepratman )
12. Dirgahayu Indonesia ( Husein Mutahar )
13. Desaku ( Ibu Soed )
14. Berkibarlah Bendera Negeriku   
15. Tanah Air Indonesia ( E.L Pohan )
16. Garuda Pancasila ( Sudhartono )
17. Gugur Bunga ( Ismail Marzuki )
18. Halo, Halo Bandung ( Ismail Marzuki )
19. Hamba Menyanyi     -
20. Hari Merdeka ( Husein Mutahar )
21. Hymne Kemerdekaan ( Ibu Soed / Wiratmo Sukito )
22. Hymne Guru ( Sartono )
23. Hymne Pramuka     -
24. Himne Siswa ( Husein Mutahar )
25. Ibu Kita Kartini ( Wage Rudolf (W.R) Soepratman )
26. Ibu Pertiwi ( Ismail Marzuki )
27. Indonesia Bersatulah ( Alfred Simanjuntak )
28. Indonesia Jaya ( Chaken M )
29. Indonesia Raya ( Wage Rudolf (W.R) Soepratman )
30. Indonesia Subur ( M Syafei )
31. Indonesia Pusaka ( Ismail Marzuki )
32. Indonesia Tetap Merdeka ( Cornel Simanjuntak )
33. Indonesia Tumpah Darahku ( Ibu Soed )
34. Jembatan Merah ( Gesang )
35. Kebyar Kebyar ( Gombloh )
36. Ku Pinta Lagi ( Cornel Simanjuntak )
37. Karang Bunga Dari Selatan   
39. Mengheningkan Cipta ( Ismail Marzuki )
40. Maju Indonesia ( Cornel Simanjuntak )
41. Maju Tak Gentar ( Cornel Simanjuntak )
42. Mars Bambu Runcing ( Kamsisi / Daldjono )
43. Mars Harapan Bangsa ( Kamsisi / Daldjono )
44. Mars Pancasila ( Sudharnoto )
45. Melati di Tapal Batas ( Ismail Marzuki )
46. Mengheningkan Cipta ( Truno Prawit )
47. Merah Putih ( Ibu Soed )
48. Merah Putih ( Gombloh )
49. Nusantara   
50. Nyiur Hijau ( Maladi )
51. Pada Pahlawan ( Cornel Simanjuntak / Usmar Ismail )
52. Padi Menguning ( Kusbini )
53. Pahlawan Merdeka ( Wage Rudolf (WR) Soepratman )
54. Pantang Mundur ( Titiek Puspa )
56. Rayuan Pulau Kelapa ( Ismail Marzuki )
57. Satu Nusa Satu Bangsa ( Liberty Manik )
58. Selamat Datang Pahlawan Muda ( Ismail Marzuki )
59. Serumpun Padi ( Maladi )
60. Syukur ( Husein Mutahar )
61. Tanah Airku ( Ibu Soed )
62. Tanah Airku ( R. Iskak )
63. Tanah Tumpah Darahku ( Cornel Simanjuntak / Sanusi Pane )
64. Teguh Kukuh Berlapis Baja  ( Cornel Simanjuntak / Usmar Ismail )
65. Terima Kasih Kepada Pahlawanku ( Husein Mutahar )
66. Sumpah Kita   
67. Sepasang Mata Bola

Bila ingin mendownload Lagu wajib nasional silahkan Klik-Disini