Legenda dan Cerita Rakyat Nusantara: kota tua Legenda dan Cerita Rakyat Nusantara: kota tua

PERISAI MUKMIN CHANNEL YOUTUBE

Berbagi kumpulan shalawat Nabi dan dzikir yang sangat baik di amalkan dalam kehidupan sehari hari

MP3 LAGU-LAGU PRAMUKA

Lagu-lagu pramuka yang ber-irama cerdas dan riang selalu setia menemani anggota pramuka, baik pada saat latihan rutin maupun berkemah, mengajak generasi bangsa untuk selalu memiliki jiwa dan keyakinan yang mantap dalam mengisi pembangunan nasional.

MP3 LAGU ANAK INDONESIA

Lagu anak Indonesia walaupun lirik lagunya singkat tapi isinya syarat dengan pesan orang tua terhadap anaknya. Bagi ada yang mempunyai anak kecil, sangat baik jika menguasai lagu-lagu khusus untuk anak-anak karena disamping liriknya mudah diingat juga lagu lagu tersebut mengandung pesan moral yang baik bagi anak kita tercinta.

MP3 LAGU DAERAH NUSANTARA INDONESIA

Nusantara Indonesia yang bergitu luas terdiri dari beragam macam etnis dan suku budaya yang masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda satu sama lainnya. Salah satu budaya daerah yang selalu menjadi kebanggaan daerah masing-masing bahkan menjadi kebanggaan nasional adalah berupa Lagu Daerah.

MP3 LAGU PERJUANGAN DAN WAJIB NASIONAL

Lagu atau musik perjuangan ialah lagu yang membangkitkan semangat persatuan untuk melawan penjajah. Mengingat, mengenang, memperkenalkan kepada generasi muda bangsa indonesia bagaimana semangat dan perjuangan pahlawan-pahlawan yang telah berjasa membela negara di masa lampau.

JELAJAH WISATA DI INDONESIA

Indonesia kaya akan Keindahan alamnya, masing-masing punya pesona dan keistimewaan khas tersendiri yang tak akan dapat ditemukan di belahan bumi manapun. Tidak hanya itu, tempat wisata buatan pun juga ikut meramaikan bursa tempat wisata pilihan di indonesia. Dengan mengetahuinya kita akan tertarik, namun dengan menyaksikannya langsung akan membuat decak kagum terpesona.

77 WARISAN BUDAYA INDONESIA

Indonesia sebagai bangsa yang besar dan memiliki keanekaragaman suku dan budaya memiliki jutaan warisan karya kebudayaan yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh seluruh anak bangsa, seringnya budaya milik indonesia yang diklaim sebagai budaya asli negara lain.

Tampilkan postingan dengan label kota tua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kota tua. Tampilkan semua postingan

02 November 2025

Sejarah Museum Fatahillah di Jakarta

SEJARAH MUSEUM FATAHILLAH DI JAKARTA

SEJARAH MUSEUM FATAHILLAH DI JAKARTA
Museum Fatahilah di Kota Tua Jakarta

Jakarta sebagai ibukota Republik Indonesia telah menyimpan riwayat sejarah yang amat panjang, bahkan hingga ke masa prasejarah. Perjalanan sejarah ini masih dapat kita pelajari dan kita nikmati hingga kini di Museum Fatahillah, yang terletak di Kawasan Kota Tua, atau tepatnya di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat. Disini anda dapat menelusuri berbagai peninggalan sejarah kota Jakarta sejak zaman prasejarah, masa kejayaan pelabuhan Sunda Kelapa, era penjajahan, hingga ke masa setelah kemerdekaan.

Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi. Gedung ini dulu adalah sebuah Balai Kota (bahasa Belanda: Stadhuis) yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan van Hoorn. Bangunan itu menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.

Kota Batavia Tahun 1770
Kota Batavia Tahun 1770
Arsitektur bangunannya bergaya abad ke-17 bergaya neoklasik dengan tiga lantai dengan cat kuning tanah, kusen pintu dan jendela dari kayu jati berwarna hijau tua. Bagian atap utama memiliki penunjuk arah mata angin. Museum ini memiliki luas lebih dari 1.300 meter persegi. Pekarangan dengan susunan konblok, dan sebuah kolam dihiasi beberapa pohon tua.

Objek-objek yang dapat ditemui di museum ini antara lain perjalanan sejarah Jakarta, replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi di Jakarta, mebel antik mulai dari abad ke-17 sampai 19, yang merupakan perpaduan dari gaya Eropa, Republik Rakyat Tiongkok, dan Indonesia. Juga ada keramik, gerabah, dan batu prasasti. Koleksi-koleksi ini terdapat di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin.

area-museum-fatahilah
Terdapat juga berbagai koleksi tentang kebudayaan Betawi, numismatik, dan becak. Bahkan kini juga diletakkan patung Dewa Hermes (menurut mitologi Yunani, merupakan dewa keberuntungan dan perlindungan bagi kaum pedagang) yang tadinya terletak di perempatan Harmoni dan meriam Si Jagur yang dianggap mempunyai kekuatan magis. Selain itu, di Museum Fatahillah juga terdapat bekas penjara bawah tanah yang dulu sempat digunakan pada zaman penjajahan Belanda.

Pada tahun 1937, Yayasan Oud Batavia mengajukan rencana untuk mendirikan sebuah museum mengenai sejarah Batavia, yayasan tersebut kemudian membeli gudang perusahaan Geo Wehry & Co yang terletak di sebelah timur Kali Besar tepatnya di Jl. Pintu Besar Utara No. 27 (kini museum Wayang) dan membangunnya kembali sebagai Museum Oud Batavia. Museum Batavia Lama ini dibuka untuk umum pada tahun 1939.

Diorama didalam Museum Fatahilah
Diorama didalam Museum Fatahilah
Pada masa kemerdekaan museum ini berubah menjadi Museum Djakarta Lama di bawah naungan LKI (Lembaga Kebudayaan Indonesia) dan selanjutnya pada tahun 1968 ‘’Museum Djakarta Lama'’ diserahkan kepada PEMDA DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta pada saat itu, Ali Sadikin, kemudian meresmikan gedung ini menjadi Museum Sejarah Jakarta pada tanggal 30 Maret 1974.

Untuk meningkatkan kinerja dan penampilannya, Museum Sejarah Jakarta sejak tahun 1999 bertekad menjadikan museum ini bukan sekedar tempat untuk merawat, memamerkan benda yang berasal dari periode Batavia, tetapi juga harus bisa menjadi tempat bagi semua orang baik bangsa Indonesia maupun asing, anak-anak, orang dewasa bahkan bagi penyandang cacat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman serta dapat dinikmati sebagai tempat rekreasi. Untuk itu Museum Sejarah Jakarta berusaha menyediakan informasi mengenai perjalanan panjang sejarah kota Jakarta, sejak masa prasejarah hingga masa kini dalam bentuk yang lebih rekreatif. Selain itu, melalui tata pamernya Museum Sejarah Jakarta berusaha menggambarkan “Jakarta Sebagai Pusat Pertemuan Budaya” dari berbagai kelompok suku baik dari dalam maupun dari luar Indonesia dan sejarah kota Jakarta seutuhnya. Museum Sejarah Jakarta juga selalu berusaha menyelenggarakan kegiatan yang rekreatif sehingga dapat merangasang pengunjung untuk tertarik kepada Jakarta dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya warisan budaya.

Gedung Museum Sejarah Jakarta mulai dibangun pada tahun 1620 oleh Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen sebagai gedung balai kota kedua pada tahun 1626 (balai kota pertama dibangun pada tahun 1620 di dekat Kalibesar Timur). Menurut catatan sejarah, gedung ini hanya bertingkat satu dan pembangunan tingkat kedua dilakukan kemudian. Tahun 1648 kondisi gedung sangat buruk. Tanah Jakarta yang sangat labil dan beratnya gedung menyebabkan bangunan ini turun dari permukaan tanah. Solusi mudah yang dilakukan oleh pemerintah Belanda adalah tidak mengubah pondasi yang sudah ada, tetapi menaikkan lantai sekitar 2 kaki (56 cm). Menurut suatu laporan 5 buah sel yang berada di bawah gedung dibangun pada tahun 1649. Tahun 1665 gedung utama diperlebar dengan menambah masing-masing satu ruangan di bagian Barat dan Timur. Setelah itu beberapa perbaikan dan perubahan di gedung stadhuis dan penjara-penjaranya terus dilakukan hingga menjadi bentuk yang kita lihat sekarang ini.
kota-tua-jakarta
Selain digunakan sebagai stadhuis, gedung ini juga digunakan sebagai ‘’Raad van Justitie'’ (dewan pengadilan). Pada tahun 1925-1942, gedung ini dimanfaatkan sebagai Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pada tahun 1942-1945 dipakai untuk kantor pengumpulan logistik Dai Nippon. Tahun 1952 gedung ini menjadi markas Komando Militer Kota (KMK) I, lalu diubah kembali menjadi KODIM 0503 Jakarta Barat. Tahun 1968, gedung ini diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta, lalu diresmikan menjadi Museum Sejarah Jakarta pada tanggal 30 Maret 1974.

Seperti umumnya di Eropa, gedung balaikota dilengkapi dengan lapangan yang dinamakan ‘’stadhuisplein'’. Menurut sebuah lukisan uang dibuat oleh pegawai VOC ‘'’Johannes Rach”’ yang berasal dari ‘'’Denmark”’, di tengah lapangan tersebut terdapat sebuah air mancur yang merupakan satu-satunya sumber air bagi masyarakat setempat. Air itu berasal dari Pancoran Glodok yang dihubungkan dengan pipa menuju stadhuiplein. Pada tahun 1972, diadakan penggalian terhadap lapangan tersebut dan ditemukan pondasi air mancur lengkap dengan pipa-pipanya. Maka dengan bukti sejarah itu dapat dibangun kembali sesuai gambar Johannes Rach, lalu terciptalah air mancur di tengah Taman Fatahillah. Pada tahun 1973 Pemda DKI Jakarta memfungsikan kembali taman tersebut dengan memberi nama baru yaitu ‘'’Taman Fatahillah”’ untuk mengenang panglima Fatahillah pendiri kota Jakarta.

Berdasarkan penggalian arkeologi, terdapat bukti bahwa pemukiman pertama di Jakarta terdapat di tepi sungai Ciliwung. Pemukiman ini di duga berasal dari 2500 SM (Masa Neolothicum). Bukti tertulis pertama yang diketemukan adalah prasasti Tugu yang dikeluarkan oleh Raja Tarumanegara pada abad ke-5. Prasasti merupakan bukti adanya kegiatan keagamaan pada masa itu. Pada masa berikutnya sekitar abad ke-12 daerah ini berada di bawah kekuasaan kerajaan Sunda dengan pelabuhannya yang terkenal pelabuhan Sunda Kelapa.

Pada masa inilah diadakan perjanjian perdagangan antara pihak Portugis dengan raja Sunda. Pada abad ke-17 perdagangan dengan pihak-pihak asing makin meluas, pelabuhan Sunda Kelapa berubah menjadi Jayakarta (1527) dan kemudian menjadi Batavia (1619). Tahun 1942 bangsa Jepang merebut kekuasaan dari tangan Belanda dan berkuasa di Indonesia sampai tahun 1945.

Perbendaharaannya mencapai jumlah 23.500 buah berasal dari warisan Museum Jakarta Lama (Oud Batavia Museum), hasil upaya pengadaan Pemerintah DKI Jakarta dan sumbangan perorangan maupun institusi. Terdiri atas ragam bahan material baik yang sejenis maupun campuran, meliputi logam, batu, kayu, kaca, kristal, gerabah, keramik, porselen, kain, kulit, kertas dan tulang. Di antara koleksi yang patut diketahui masyarakat adalah Meriam si Jagur, sketsel, patung Hermes, pedang eksekusi, lemari arsip, lukisan Gubernur Jendral VOC Hindia Belanda tahun 1602-1942, meja bulat berdiameter 2,25 meter tanpa sambungan, peralatan masyarakat prasejarah, prasasti dan senjata.

Koleksi yang dipamerkan berjumlah lebih dari 500 buah, yang lainnya disimpan di storage (ruang penyimpanan). Umur koleksi ada yang mencapai lebih 1.500 tahun khususnya koleksi peralatan hidup masyarakat prasejarah seperti kapak batu, beliung persegi, kendi gerabah. Koleksi warisan Museum Jakarta Lama berasal dari abad ke-18 dan 19 seperti kursi, meja, lemari arsip, tempat tidur dan senjata. Secara berkala dilakukan rotasi sehingga semua koleksi dapat dinikmati pengunjung. Untuk memperkaya perbendaharaan koleksi museum membuka kesempatan kepada masyarakat perorangan maupun institusi meminjamkan atau menyumbangkan koleksinya kepada Museum Sejarah Jakarta.

Dengan mengikuti perkembangan dinamika masyarakat yang menghendaki perubahan agar tidak tenggelam dalam suasana yang statis dan membosankan, serta ditunjang dengan kebijakan yang tertuang dalam visi dan misi museum, mengenai penyelenggaraan museum yang berorientasi kepada kepentingan pelayanan masyarakat, maka tata pamer tetap Museum Sejarah Jakarta dilakukan berdasarkan kronologis sejarah Jakarta, dan Jakarta sebagi pusat pertemuan budaya dari berbagai kelompok suku bangsa baik dari dalam maupun dari luar Indonesia, Untuk menampilkan cerita berdasarkan kronologis sejarah Jakarta dalam bentuk display, diperlukan koleksi-koleksi yang berkaitan dengan sejarah dan ditunjang secara grafis dengan menggunakan foto-foto, gambar-gambar dan sketsa, peta dan label penjelasan agar mudah dipahami dalam kaitannya dengan faktor sejarah dan latar belakang sejarah Jakarta.
Sedangkan penyajian yang bernuansa budaya juga dikemas secara artistik dimana terlihat terjadinya proses interaksi budaya antar suku bangsa. Penataannya disesuaikan dencan cara yang seefektif mungkin untuk menghayati budaya-budaya yang ada sehingga dapat mengundang partisipasi masyarakat. Penataan tata pamer tetap Museum Sejarah Jakarta dilakukan secara terencana, bertahap, skematis dan artistik, sehingga menimbulkan kenyamanan serta menambah wawasan bagi pengunjungnya.

Referensi: Wikipedia

13 April 2019

11 Destinasi Wisata Gratis Di Jakarta

Wisata gratis di Jakarta.? Memangnya ada.? Kan, tidak ada yang gratis di Jakarta. Makan, minum bahkan sekadar buang air kecil mau pun besar, semua ada harganya. Jika kamu beranggapan demikian, berarti kamu belum mengenal Jakarta secara keseluruhan. Banyak Wisata di Indonesia yang wajib kamu kunjungi.

Jakarta identik dengan kesibukan dan hiruk pikuk keramaian. Untuk menghilangkan stres dan kepenatan, biasanya penduduk ibukota ramai-ramai berlibur ke luar kota saat akhir pekan.

Tengok saja Puncak dan Bandung. Deretan mobil berpelat nomor B kerap berduyun. Alhasil, kemacetan parah tak bisa dihindari.

Namun sekarang, mindset hanya bisa berlibur di luar ibukota sebaiknya mulai diubah. Liburan tak melulu harus ke luar kota. Kota Batavia ternyata punya obyek wisata menarik yang menawarkan ketenangan.

Faktanya, tidak sedikit hal-hal yang bisa didapatkan dengan murah, bahkan cuma-cuma alias gratis. Hal ini juga berlaku untuk wisata di Jakarta, lho. Yup, meski untuk masuk ke Taman Mini Indonesia Indah, atau Ancol dan Dufan, kamu harus mengeluarkan uang untuk bisa sekadar masuk ke lokasi, ada sejumlah tempat wisata di Jakarta, di mana kamu bisa masuk dan bersenang-senang di dalamnya tanpa harus membayar biaya untuk tiket masuk.

Tertarik liburan dan wisata gratis di Jakarta bersama anggota keluarga atau teman-teman kamu di akhir pekan ini, simak daftar sejumlah tempat yang asyik.

1. Kembali ke masa lalu - Kota Tua Jakarta
kota tua jakarta

kota tua jakarta
Siapa yang tidak tahu Kota Tua Jakarta. Banyak wisata asyik di sana dan pas bagi kamu yang ingin merasakan sensasi ke masa lalu, ke era kolonial, di kala Jakarta masih bernama Batavia.

Bagi penggemar selfie, Kota Tua Jakarta memiliki banyak spot atraktif dan pas untuk dijadikan latar swafoto kamu. Kesan jadul juga bisa kamu dapatkan apabila menyewa wardrobe yang pas dan mendukung, dan untuk yang ini kamu harus bayar ya.


2. Rumah Akar Kota Tua Jakarta
Rumah Akar Kota Tua Jakarta
Siapa sangka di tengah keramaian hiruk pikuk Jakarta, ada sebuah  tempat wisata kekinian yang begitu unik dan menarik perhatian. Kali ini, Kania ingin mengajak anda untuk mengintip uniknya Rumah Akar Kota Tua yang berada di Kota Tua Jakarta Pusat.

Berlokasi tidak jauh dari Museum Fatahillah atau sekitar 7 menit berjalan kaki, Rumah Akar Kota Tua menyisakan  banyak eksotisme, daya tarik, dan cerita yang bakal bikin kamu berdecak kagum. Yuk kita sambangi Rumah Akar Kota Tua bareng!
Rumah Akar Kota Tua Jakarta
Berlokasi tak jauh dari Museum Fatahillah yang terkenal sebagai spot cantik untuk foto-foto, rumah akar sebenarnya juga menarik untuk spot foto-foto juga. Tak hanya itu, Anda bisa menonjolkan masa lampau di bangunan ini karena bangunannya yang unik dan menarik dipenuhi dengan akar-akar pepohonan.
Rumah Akar Kota Tua Jakarta
Sebagai pusat pemerintahan Belanda pada masa kolonial, tak heran jika Kota Tua di Jakarta Pusat ini memang dipenuhi dengan suguhan arsitektur rumah gaya Eropa khas Belanda kuno. Ini merupakan ruang kantor perniagaan Belanda di masa lalu. Pernah dijadikan gereja tapi juga lama dijadikan gudang dan ditinggalkan. Suasananya sedikit mencekam karena pohon raksasa di tengahnya, tapi jangan khawatir. Kesinilah kapan-kapan jika anda berlibur.

3. Danau Asyik di Pusat Ibukota - Taman Situ Lembang
Destinasi wisata gratis di Jakarta yang satu ini merupakan salah satu yang paling Hits di ibukota. Beragam wahana asyik dan seru bisa dinikmati dari yang tua hingga muda. Ingin sekedar bersantai, memancing atau berjalan-jalan di sekitar Situ Lembang pun juga menyenangkan.
Taman Situ Lembang Jakarta
Tidak hanya itu saja, di momen waktu tertentu, khususnya di sore hari, kamu bisa menikmati suasana yang syahdu dan menenangkan. Hal semacam ini bukan hal yang mudah ditemukan di Jakarta, lho!

4. Taman urban yang aduhai – Taman Suropati
Taman Suropati
Taman urban selalu menarik untuk didatangi, khususnya yang ada di Jakarta. Bagaimana tidak, selain tempatnya asyik, fasilitasnya juga memadai.
Taman Suropati

 Taman Suropati
Yang diunggulkan dari taman ini adalah suasananya yang teduh. Pohon yang rindang, area yang bersih dan tema tropis yang dikedepankan menjadikan taman Suropati ini menjadi salah satu jujukan favorit masyarakat urban Jakarta.

5. Taman Tabebuya
Taman Tabebuya
Seperti yang bisa kita lihat pada gambar, taman ini merupakan destinasi kolam teratai indah yang cukup terkenal di Jakarta. Biasanya destinasi ini dijadikan tempat untuk jogging dan bersantai.

Salah satu spot yang terkenal di sini adalah pohon Tabebuya dari Brasil yang bunganya berwarna merah muda seperti bunga sakura di Jepang. Cantik banget!
Alamat: Jl Moh Kahfi I, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 

6. Surganya pecinta barang vintage – Pasar Barang Antik, Jalan Surabaya, Cikini
Nah, bagi kamu yang tertarik pada barang-barang jadul, alias vintage, Pasar Barang Antik di Jalan Surabaya, Cikini adalah jujukan utama untuk berburu. Mulai dari jam antik hingga telepon jadul yang unik, semuanya ada di sini. Ingin memilikinya, silakan uji kemampuan menawar kamu, ya!
Pasar Barang Antik, Jalan Surabaya, Cikini

Pasar Barang Antik, Jalan Surabaya, Cikini
Bagi penggemar fotografi, banyak spot di Pasar Barang Antik di Cikini ini yang Instagenik. Malahan, tidak jarang lho orang berfoto prewedding di area ini untuk mendapatkan kesan vintage dan oldies.

7. Museum yang Anti Mainstream - Museum Tengah Kebun
Museum yang Anti Mainstream - Museum Tengah Kebun
Tidak semua museum menghadirkan nuansa yang membosankan, seperti Museum Tengah Kebun. Mulai dari letaknya, atmosfer hingga barang yang dipamerkan, semuanya asyik, seru dan anti-mainstream.
Museum yang Anti Mainstream - Museum Tengah Kebun
Namun, untuk menikmati museum ini kamu harus melakukan booking tempat dan kunjungan juga harus berkelompok, antara tujuh dan 12 orang. Biayanya? Gratis kok!
Museum yang Anti Mainstream - Museum Tengah Kebun


8.  Ruang Hijau Asyik dipinggir Mall – Tribeca Park
Lelah menjelajah Central Park Mall, kamu bisa langsung melipir ke Tribeca Park yang berada di sebelahnya. Dijamin deh, lelah fisik dan hati bisa luntur seketika melihat suasana asri dan menenangkan di lokasi ini.
Ruang Hijau Asyik dipinggir Mall – Tribeca Park
Beragam tanaman yang berwarna-warni, lanskap taman yang keren, juga kolam dan hewan lucu di dalamnya membuat taman Tribeca ini kerap menjadi jujukan untuk beristirahat sejenak setelah melihat keriuhan kota. Belum lagi semilir angin, yang bisa membujukmu untuk terlelap sejenak, sekaligus membuatmu lupa sedang berada di ibu kota yang terkenal panas.

9. Menikmati sejuknya taman di selatan Jakarta – Taman Ayodya
Menikmati sejuknya taman di selatan Jakarta – Taman Ayodya
Saat di Jakarta Selatan, kamu bisa menikmati Taman Ayodya yang hijau, serta danau buatan yang asri. Fasilitas urban yang ditawarkan pun cukup menjanjikan. Ada WiFi nya juga, lho!
Menikmati sejuknya taman di selatan Jakarta – Taman Ayodya
Selain itu, kamu juga bisa menikmati nuansa sejuk yang biasanya tidak bisa didapatkan di tengah kota Jakarta. Yang lebih seru lagi, banyak kegiatan komunal dihelat di sini, seperti pertemuan pecinta hewan unik dan masih banyak lagi lainnya di akhir pekan.


10. Menjelajahi Dunia Seni Gaya Baru – Museum Art Mon Decor
Menjelajahi Dunia Seni Gaya Baru – Museum Art Mon Decor
Ingin menikmati hasil karya seni dari seniman baru, langsung saja menuju ke Museum Art Mon Decor di kawasan Gunung Sahari. Dari lukisan hingga bentuk New Art, kamu bisa melihat gaya eksentrik senimannya.
Menjelajahi Dunia Seni Gaya Baru – Museum Art Mon Decor

Bentuk gedung yang juga tidak biasa membuat museum ini mencolok dari lingkungan sekitarnya. Sayangnya, popularitasnya masih rendah meski apa yang ditawarkan cukup menarik.
Menjelajahi Dunia Seni Gaya Baru – Museum Art Mon Decor



11. Hutan Bakau Muara Angke
Hutan Bakau Muara Angke

Banyak yang belum tahu jika di Jakarta ada obyek wisata hutan bakau. Hutan Muara Angke adalah hutan bakau terbesar yang masih ada di Jakarta. Hamparan pepohonan mangrove yang luas memberikan kesejukan tersendiri. Tempat ini sangat cocok untuk melewatkan kebersamaan bersama keluarga atau teman-teman.
 Hutan Bakau Muara Angke