Legenda dan Cerita Rakyat Nusantara: depok Legenda dan Cerita Rakyat Nusantara: depok

PERISAI MUKMIN CHANNEL YOUTUBE

Berbagi kumpulan shalawat Nabi dan dzikir yang sangat baik di amalkan dalam kehidupan sehari hari

MP3 LAGU-LAGU PRAMUKA

Lagu-lagu pramuka yang ber-irama cerdas dan riang selalu setia menemani anggota pramuka, baik pada saat latihan rutin maupun berkemah, mengajak generasi bangsa untuk selalu memiliki jiwa dan keyakinan yang mantap dalam mengisi pembangunan nasional.

MP3 LAGU ANAK INDONESIA

Lagu anak Indonesia walaupun lirik lagunya singkat tapi isinya syarat dengan pesan orang tua terhadap anaknya. Bagi ada yang mempunyai anak kecil, sangat baik jika menguasai lagu-lagu khusus untuk anak-anak karena disamping liriknya mudah diingat juga lagu lagu tersebut mengandung pesan moral yang baik bagi anak kita tercinta.

MP3 LAGU DAERAH NUSANTARA INDONESIA

Nusantara Indonesia yang bergitu luas terdiri dari beragam macam etnis dan suku budaya yang masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda satu sama lainnya. Salah satu budaya daerah yang selalu menjadi kebanggaan daerah masing-masing bahkan menjadi kebanggaan nasional adalah berupa Lagu Daerah.

MP3 LAGU PERJUANGAN DAN WAJIB NASIONAL

Lagu atau musik perjuangan ialah lagu yang membangkitkan semangat persatuan untuk melawan penjajah. Mengingat, mengenang, memperkenalkan kepada generasi muda bangsa indonesia bagaimana semangat dan perjuangan pahlawan-pahlawan yang telah berjasa membela negara di masa lampau.

JELAJAH WISATA DI INDONESIA

Indonesia kaya akan Keindahan alamnya, masing-masing punya pesona dan keistimewaan khas tersendiri yang tak akan dapat ditemukan di belahan bumi manapun. Tidak hanya itu, tempat wisata buatan pun juga ikut meramaikan bursa tempat wisata pilihan di indonesia. Dengan mengetahuinya kita akan tertarik, namun dengan menyaksikannya langsung akan membuat decak kagum terpesona.

77 WARISAN BUDAYA INDONESIA

Indonesia sebagai bangsa yang besar dan memiliki keanekaragaman suku dan budaya memiliki jutaan warisan karya kebudayaan yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh seluruh anak bangsa, seringnya budaya milik indonesia yang diklaim sebagai budaya asli negara lain.

Tampilkan postingan dengan label depok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label depok. Tampilkan semua postingan

02 November 2025

Awal Nama Margonda di Depok

AWAL NAMA MARGONDA DI DEPOK


Margonda
MARGONDA
Hallo sobat pengunjung blogku, kali ini kita akan membahas sejarah nama Margonda, mungkin kalian semua pernah mendengar Margonda di daerah Depok Jawa Barat, Tahukah kalian Margonda itu siapa..? Ya dia seorang pejuang indonesia yang gugur dalam peperangan.

Margonda (lahir di Bogor, Jawa Barat, meninggal dalam pertempuran ketika pasukannya menyerang tentara Inggris di Kalibata pada 16 November 1945) adalah salah seorang pejuang kemerdekaan. Namanya di abadikan sebagai nama jalan utama di Kota Depok.

Margonda lahir dan besar di Bogor, ia dan keluarganya tinggal di Jalan Ardio Bogor. Waktu masih sekolah, Margonda terkenal sebagai atlet berprestasi. Nama aslinya adalah Margana. Dia menikah dengan keponakan M.S. Mintaredja yang pernah menjadi menteri Sosial dalam kabinet Presiden Soeharto sekaligus ketua umum Partai Persatuan Pembangunan.

Margonda adalah nama seorang pemuda yang belajar sebagai analis kimia dari Balai Penyelidikan Kimia Bogor. Lembaga ini dulunya bernama Analysten Cursus. Didirikan sejak permulaan perang dunia pertama oleh Indonesiche Chemische Vereniging, milik Belanda.

Memasuki paruh pertama tahun 1940-an, Margonda mengikuti pelatihan penerbang cadangan di Luchtvaart Afdeeling, atau Departemen Penerbangan Belanda. Namun tidak berlangsung lama, karena 5 Maret1942 Belanda menyerah kalah, dan bumi Nusantara beralih kekuasaannya ke Jepang.


PERJUANGAN
Saat Jepang takluk dengan bom atom Amerika di Nagasaki dan Hiroshima pada tahun 1945, Margonda ikut aktif dengan gerakan kepemudaan yang membentuk laskar-laskar. Margonda bersama tokoh-tokoh pemuda lokal di wilayah Bogor dan depok mendirikan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) yang bermarkas di Jalan Merdeka, Bogor, umur Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) di bawah pimpinan Margonda relatif singkat. 

Mereka pecah dan anggotanya bergabung dengan BKR, Pesindo, KRISS dan kelompok kecil sejenis lainnya. Margonda masuk anggota BKR di Bogor. Setelah mengikuti pendidikan kemiliteran secara singkat, ia dimasukkan ke Batalion Kota Bogor dengan pangkat letnan muda. Dari Bogor, ia naik kereta api dan bergabung dengan pasukan Batalion I di Depok. Ketika gugur di Kalibata, bersama rekannya Sutomo mayatnya dibawa ke Bogor tempat kelahirannya. Keduanya dimakamkan di depan stasiun Bogor. Makam keduanya kemudian dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Dreded, Bogor.

GEDORAN DEPOK
Peristiwa terjadinya Gedoran Depok tak lepas dari sejarah awal berdirinya Depok oleh Cornelis Chastelein ( 1657-1714 ) saudagar VOC generasi awal yang memerdekakan orang Depok. sejak itu lah Cornelis Chastelein menjadi tuan tanah, yang kemudian menjadikan Depok memiliki pemerintahan sendiri, lepas dari pengaruh dan campur tangan dari luar.

Cornelis Chastelein mewariskan seluruh tanahnya kepada 12 marga budaknya yang berasal dari berbagai Indonesia dan memerdekakan mereka dalam wasiat yang dibuatnya sebelum meninggal. Meski bermuka pribumi dan berkulit coklat, 12 marga dan keturunan mereka bergaya hidup seperti orang Eropa, buah didikan sang tuan. Mereka inilah yang disebut sebagai 'Belanda Depok'. Sehari-hari mereka menggunakan bahasa Belanda.

Sejarah juga menyebut, Depok sudah lebih dulu merdeka sejak 28 Juni 1714. Mereka punya tatanan pemerintahan sendiri yakni Gemeente Bestuur Depok yang bercorak republik. Pimpinannya seorang presiden yang dipilih tiga tahun sekali melalui Pemilu. Daerah otonomi Chastelin ini dikenal dengan sebutan Het Gemeente Bestuur Van Het Particuliere Land Depok dan ternyata Pemerintah Belanda di Batavia menyetujui Pemerintahan Chastelin ini dan menjadikannya sebagai Kepala Negara Depok yang pertama.

Tak ayal jika mereka enggan bergabung dengan republik baru bernama Indonesia, Mengingat mereka sudah merdeka dan sudah punya Presiden sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945 yang di kumandangkan oleh Soekarno-Hatta.

Karena Depok tidak mengakui proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, akibatnya wilayah yang berjarak hanya beberapa kilometer dari Jakarta diserbu para pejuang kemerdekaan. Depok Di kepung dari seluruh penjuru mata angin, Depok di jarah takluk di bawah todongan senjata, orang Depok di paksa mengibarkan Bendera Merah Putih dan Teriak Merdeka, Siapapun yang membangkang kena hantam, Tak sedikit korban berjatuhan.

Huru-hara yang meletus pada tanggal 11 Oktober 1945 itu di kenal dengan Peristiwa Gedoran Depok untuk merebut Depok dari penjajah oleh para pejuang kemerdekaan. Namun tak berlangsung lama, NICA kembali menguasai Depok. pasukan NICA yang datang membonceng Sekutu menyerbu Depok untuk ‘membebaskan’ orang Depok yang ditawan TKR. Pejuang berhasil dipukul mundur. Tawanan wanita dan anak-anak Depok dibebaskan, dibawa ke kamp pengungsian di Kedunghalang, Bogor.

“Semenjak itu, kantor Gemeente Bestuur yang tadinya dijadikan markas TKR berubah menjadi markas NICA Memasuki bulan November, para pejuang yang tercerai-berai kembali menjalin koordinasi dan menyusun kekuatan. Mereka berencana merebut kembali Depok dari tangan NICA. “Para pejuang bersepakat menyerbu Depok tanggal 16 November 1945. Sandi perangnya saat itu Serangan Kilat,”

Pada saat itulah Margonda berencana kembali merebut Depok bersama para pejuang lain. Diantara ratusan pejuang yang gugur hari itu, terdapat Margonda, pimpinan AMRI. Margonda gugur 16 November 1945 di Kali Bata. Bukan Kalibata, Jakarta. Tapi Kali Bata Depok. Daerah bersungai di kawasan Pancoran Mas, Depok dan bermuara di Kali Ciliwung itu menjadi saksi gugurnya Margonda.

Peristiwa Gedoran Depok ini sering disebut sebagai revolusi sosial dipinggiran Jakarta. Melalui peristiwa inilah lahir tokoh-tokoh, seperti Margonda, Letnan Dua Tole Iskandar, dan Mochtar Sawangan. Nama pejuang itu kini diabadikan sebagai nama jalan utama di Kota Depok.

03 Mei 2019

Sejarah Universitas Indonesia

Sejarah Universitas Indonesia DepokUniversitas Indonesia sebagai salah satu kampus modern, komprehensif, terbuka, multi budaya, dan humanis yang mencakup disiplin ilmu yang luas. UI saat ini secara simultan selalu berusaha menjadi salah satu universitas riset atau institusi akademik terkemuka di dunia. Sebagai universitas riset, upaya-upaya pencapaian tertinggi dalam hal penemuan, pengembangan dan difusi pengetahuan secara regional dan global selalu dilakukan. Sementara itu, UI juga memperdalam komitmen dalam upayanya di bidang pengembangan akademik dan aktifitas penelitian melalui sejumlah disiplin ilmu yang ada dilingkupnya.

Sejarah Cikal bakal Universitas Indonesia bermula pada tahun 1849 dan Universitas Indonesia merupakan representasi institusi pendidikan dengan sejarah paling tua di Asia. Telah menghasilkan lebih dari 400.000 alumni, Universitas Indonesia secara kontinyu melanjutkan peran pentingnya di level nasional dan dunia. Bagaimanapun UI tidak bisa melepaskan diri dari misi terkininya menjadi institusi pendidikan berkualitas tinggi, riset standar dunia dan menjaga standar gengsi di sejumlah jurnal internasional.

Zaman Pendudukan Belanda (1849-1946)
Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1849 membangun sebuah universitas yang kemudian diberi nama  Dokter-Djawa School (School of Medicine for Javanese) pada Januari 1851, sekolah tinggi ini mengkhususkan diri pada ilmu kedokteran.

Setelah sempat mengalami perubahan nama di akhir abad 19, tepatnya di tahun 1898, nama Dokter-Djawa School berubah menjadi School tot Opleiding van Indische Artsen (School of Medicine for Indigenous Doctors) atau STOVIA. Selama 75 tahun STOVIA berfungsi sebagai tempat pendidikan terbaik untuk calon dokter di Indonesia sebelum ditutup pada 1927.

Namun demikian, sebuah Sekolah Kedokteran kemudian dibangun bersama dengan empat sekolah tinggi lain di beberapa kota di Jawa. Sekolah tinggi tersebut adalah Technische Hoogeschool te Bandoeng (Fakultas Teknik) yang berdiri di Bandung pada 1920, Recht Hoogeschool (Fakultas Hukum) di Batavia pada 1924, Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte (Fakultas Sastra dan Kemanusiaan) di Batavia pada 1940, dan setahun kemudian dibangunlah Faculteit van Landbouwweteschap (Fakultas Pertanian) di Bogor.

Lima sekolah tinggi tersebut merupakan pilar dalam menciptakan the Nood-universiteit (Universitas Darurat), yang dibangun pada tahun 1946.

Dokter Djawa School
Zaman Kemerdekaan (1947-1960an)
Nood-universiteit berganti nama menjadi Universiteit van Indonesie pada tahun 1947 dan berpusat di Jakarta. Beberapa professor nasionalis, salah satunya adalah Prof. Mr. Djokosoetono, melanjutkan fungsinya sebagai pengajar untuk Universiteit van Indonesie di Yogyakarta, yang saat itu menjadi ibukota negara.

Ibukota Indonesia kemudian kembali ke Jakarta pada 1949 setelah Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia. Universiteit van Indonesie Yogjakarta juga kembali pindah ke Jakarta.

Universiteit van Indonesië kemudian disatukan menjadi “Universiteit Indonesia” pada 1950.  Universitas ini mempunyai Fakultas Kedokteran, Hukum, Sastra dan Filsafat di Jakarta, Fakultas Teknik terletak di Bandung, Fakultas Pertanian di Bogor, Fakultas Kedokteran Gigi di Surabaya, serta Fakultas Ekonomi ada di Makasar.

Fakultas-fakultas yang berada di luar Jakarta kemudian berkembang menjadi universitas-universitas terpisah di antara tahun 1954-1963. Universitas Indonesia di Jakarta mempunyai kampus di Salemba dan terdiri dari beberapa Fakultas seperti: Kedokteran, Kedokteran Gigi, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Sastra, Hukum, Ekonomi, dan Tehnik.

Pada perkembangan selanjutnya berdirilah Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kesehatan Masyarakat, llmu Komputer dan kemudian Fakultas Keperawatan.

Dokter Djawa School
Zaman Modern (1970an-sekarang)
Sebelum kampus Universitas Indonesia di Depok dibangun pada 1987, Universitas Indonesia memiliki tiga lokasi kampus yaitu di Salemba, Pegangsaan Timur dan Rawamangun. Setelah kampus baru  didirikan di lahan seluas 320 hektare di Depok, kampus Rawamangun dipindah sementara kampus Salemba masih dipertahankan untuk Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi dan Program Pascasarjana.

Tidak lama setelah tahun 2000, Universitas Indonesia menjadi satu dari beberapa universitas yang mempunyai status  Badan Hukum Milik Negara di Indonesia. Perubahan status ini membawa perubahan yang signifikan untuk Universitas Indonesia yaitu otonomi yang lebih besar dalam pengembangan akademis dan pengelolaan keuangan sehingga universitas tumbuh menjadi universitas berkelas dunia.

Dari perspektif sejarah ini, Universitas Indonesia telah tumbuh secara progresif menjadi sebuah institusi yang mengarah menjadi pemimpin di bidang kemanusiaan dan peradaban dengan menyeimbangkan nilai-nilai akademis, moralitas dan seni. Melalui kelebihan-kelebihan ini, Universitas Indonesia berniat untuk menghasilkan bangsa Indonesia menjadi masyarakat yang lebih makmur dan demokratis, dengan berfokus pada perdamaian, keadilan dan nilai-nilai peduli lingkungan yang kuat.

SILSILAH UNIVERSITAS INDONESIA
1849-1898 Dokterdjawaschool Batavia
1898-1927 School tot Opleiding van Indische Artsen,Batavia
1909-1929 Opleidingschool voor Inlandsche Rechtskundigen, Batavia
1913-1942 Nederlandsch-Indische Veeartsenschool, Buitenzorg
1920-1921 Technische Hoogeschool, Bandoeng
1922-1924 Rechtschool, Batavia
1924-1942 Rechts-hoogeschool, Batavia
1924-1942 Technische-Hoogeschool, Bandoeng
1927-1942 Geneeskundige Hoogeschool, Batavia
1940-1942 Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte, Batavia
1941-1942 Faculteit der Landbouwwetenschap, Batavia
1943-1945 Djakarta Ika Daigaku
1944-1945 Bandoeng Koogyo Daigaku

1945-1950
Balai Perguruan Tinggi Republik Indonesia

1. Perguruan Tinggi Kedokteran, Jakarta
2. Perguruan Tinggi Hukum/Kesusastraan, Jakarta

1946-1947
Nood-Universiteit
1. Geneekundige Faculteit
2. Juncdiche Facultein
3. Faculteit der Letter en Wijbegerts
4. Technische Faculteit
5. Landbouwkundige Faculteit

Balai Perguruan Tinggi Republik Indonesia
1. Perguruan Tinggi Kedokteran, Jakarta
2. Perguruan Tinggi Hukum/Kesusastraan, Jakarta


1947-1950
Nood-Universiteit
1. Faculteit der Geneekundige, Batavia
2. Faculteit van Technische Wetenschap, Bandoeng
3. Faculteit der Rechtsgekerdeid end canSociale Wetenschap, Batavia
4. Faculteit der Letter en Wijbegerts, Batavia
5. Faculteit van Landbouwwatenschap, Buitenzorg
6. Faculteit der Exacte Wetenschap - kemudian namanya diubah menjadi Faculteit van Wiskunde en Natuurewtenschap, Bandung
7. Diergeneschundige Faculteit, Buitenzorg
8. Faculteit der Economiche etenschap, Makasar
9. Faculteit der Geneskunde, Soerabaja
10. Fakultas lain yang jenis dan tempatnya ditentukan Gubernur Jenderal


Balai Perguruan Tinggi Republik Indonesia
1. Perguruan Tinggi Kedokteran, Jakarta
2. Perguruan Tinggi Hukum/Kesusastraan, Jakarta

Februari 1950
Universiteit Indonesie/ Balai Perguruan Tinggi Republik Indonesia Serikat
1. Faculteit Kedokteran & Lembaga Pendidikan Djasmani, Jakarta
2. Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, Jakarta
3. Fakultas Sastra dan Filsafat, Jakarta
4. Fakultas Pertanian, Bogor
5. Fakultas Kedokteran Hewan, Bogor
6. Fakultas Ilmu Penget. Teknik & Lembaga Pend Guru Menggambar, Bandung
7. Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, Bandung
8. Fakultas Kedokteran dan Lembaga Kedokteran Gigi, Surabaya
9. Fakultas Ekonomi, Makasar (ditutup untuk sementara)

Februari 1950-1954
Universiteit Indonesie/Balai Perguruan Tinggi Republik Indonesia
1. Faculteit Kedokteran & Lembaga Pendidikan Djasmani, Jakarta
2. Faculteit Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, Jakarta
3. Faculteit Sastra dan Filsafat, Jakarta
4. Faculteit Ekonomi, Jakarta
5. Faculteit Pertanian, Bogor
6. Faculteit Kedokteran Hewan, Bogor
7. Faculteit Ilmu Penget. Teknik & Lembaga Pend Guru Menggambar, Bandung
8. Faculteit Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, Bandung
9. Faculteit Kedokteran dan Lembaga Kedokteran Gigi, Surabaya
10. Cabang Faculteit Hukum dan Pengabdian Masyarakat dari FH & PM UI Jakarta, Makasar
11. Faculteit Ekonomi sebagai cabang Faculteit Ekonomi UI Jakarta, Makasar

1954-1955
Universitas Indonesia
1. Faculteit Kedokteran & Lembaga Pendidikan Djasmani, Jakarta
2. Faculteit Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, Jakarta
3. Faculteit Sastra dan Filsafat, Jakarta
4. Faculteit Ekonomi, Jakarta
5. FaculteitPertanian, Bogor
6. Faculteit Kedokteran Hewan, Bogor
7. Faculteit Ilmu Penget. Teknik & Lembaga Pend Guru Menggambar, Bandung
8. Faculteit Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, Bandung
9. Faculteit Kedokteran dan Lembaga Kedokteran Gigi, Surabaya
10. Faculteit Ekonomi, Makasar
11. Faculteit Hukum, Makasar

1955-1956
Universitas Indonesia
1. Fakultas Kedokteran & Lembaga Pendidikan Djasmani, Jakarta
2. Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, Jakarta
3. Fakultas Sastra dan Filsafat, Jakarta
4. Fakultas Ekonomi, Jakarta
5. FakultasPertanian, Bogor
6. Fakultas Kedokteran Hewan, Bogor
7. Fakultas Ilmu Penget. Teknik & Lembaga Pend Guru Menggambar, Bandung
8. Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, Bandung
9. Fakultas Ekonomi, Makasar
10. Fakultas Hukum, Makasar

1956-1959
Universitas Indonesia
1. Fakultas Kedokteran & Lembaga Pendidikan Djasmani, Jakarta
2. Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, Jakarta
3. Fakultas Sastra dan Filsafat, Jakarta
4. Fakultas Ekonomi, Jakarta
5. FakultasPertanian, Bogor
6. Fakultas Kedokteran Hewan, Bogor
7. Fakultas Ilmu Penget. Teknik & Lembaga Pend Guru Menggambar, Bandung
8. Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, Bandung

1959-1963
Universitas Indonesia
1. Fakultas Kedokteran, Jakarta
2. Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, Jakarta
3. Fakultas Sastra, Jakarta
4. Fakultas Ekonomi, Jakarta
5. Fakultas Psikologi, Jakarta
6. Fakultas Kedokteran Gigi, Jakarta
7. Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, Jakarta
8. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jakarta
9. Fakultas Pertanian, Bogor
10. Fakultas Kedokteran Hewan, Bogor

1963-1987
Universitas Indonesia
1. Fakultas Kedokteran, Jakarta
2. Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, Jakarta
3. Fakultas Sastra, Jakarta
4. Fakultas Ekonomi, Jakarta
5. Fakultas Psikologi, Jakarta
6. Fakultas Kedokteran Gigi, Jakarta
7. Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, Jakarta
8. Fakultas Teknik, Jakarta
9. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Jakarta
10. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jakarta
11. Fakultas Non Gelar Ekonomi, Jakarta
12. Fakultas Non Gelar Teknologi, Jakarta 13. Fakultas Pascasarjana, Jakarta

1987-2007
Universitas Indonesia
1. Fakultas Kedokteran, Kampus Salemba - Jakarta
2. Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, Kampus Depok
3. Fakultas Sastra, Kampus Depok
4. Fakultas Ekonomi, Kampus Depok
5. Fakultas Psikologi, Kampus Depok
6. Fakultas Kedokteran Gigi, Kampus Salemba - Jakarta
7. Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, Kampus Depok
8. Fakultas Teknik, Kampus Depok
9. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Kampus Depok
10. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kampus Depok
11. Fakultas Ilmu Komputer, Kampus Depok
12. Fakultas Ilmu Keperawatan, Kampus Depok
13. Fakultas Pascasarjana, Kampus Salemba - Jakarta

2007-2011
Universitas Indonesia
1. Fakultas Kedokteran, Kampus Salemba - Jakarta
2. Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, Kampus Depok
3. Fakultas Sastra, Kampus Depok
4. Fakultas Ekonomi, Kampus Depok
5. Fakultas Psikologi, Kampus Depok
6. Fakultas Kedokteran Gigi, Kampus Salemba - Jakarta
7. Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, Kampus Depok
8. Fakultas Teknik, Kampus Depok
9. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Kampus Depok
10. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kampus Depok
11. Fakultas Ilmu Komputer, Kampus Depok
12. Fakultas Ilmu Keperawatan, Kampus Depok
13. Fakultas Pascasarjana, Kampus Salemba - Jakarta
14. Program Pendidikan Vokasi, Kampus Depok